Mengenal Obat Antikoagulan yang Penting untuk Mencegah Gumpalan Darah

(0)
17 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Antikoagulan adalah obat-obatan yang dikonsumsi untuk mencegah penggumpalan darahAntikoagulan bekerja dengan menghambat aktivitas senyawa yang berkontribusi dalam terbentuknya gumpalan darah
Apabila terjadi luka, maka tubuh memerlukan suatu mekanisme yang disebut dengan pembekuan darah atau penggumpalan darah. Mekanisme tersebut amat penting untuk menghentikan perdarahan. Namun, pada beberapa kasus, bekuan darah dapat menjadi kondisi berbahaya yang perlu ditangani dan dicegah. Obat untuk mencegah gumpalan darah ini disebut dengan antikoagulan. Simak pembahasannya.

Apa itu antikoagulan?

Antikoagulan adalah obat-obatan yang dikonsumsi untuk mencegah penggumpalan darah. Antikoagulan juga membantu mencegah perburukan kondisi pada gumpalan darah yang sudah terjadi.  Gumpalan darah dapat terjadi di pembuluh darah dan memicu penyumbatan aliran darah. Pembuluh darah yang tersumbat membuat berbagai jaringan tubuh tubuh menjadi kekurangan oksigen. Akibat kekurangan oksigen, jaringan tubuh tertentu bisa menjadi rusak dan mati – menimbulkan penyakit yang serius seperti serangan jantung dan stroke.Penggumpalan darah atau pembekuan darah sebenarnya menjadi proses yang penting untuk tubuh. Mekanisme ini dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan jika terjadi luka atau cedera. Pada beberapa kasus, tubuh akan melarutkan bekuan tersebut apabila luka sudah pulih. Namun, pada beberapa kondisi, bekuan darah berisiko gagal untuk larut. Pada sebagian kasus lain, gumpalan darah bisa terjadi tanpa diketahui penyebabnya. Gumpalan darah ini juga menjadi kondisi yang berbahaya bagi tubuh.Beberapa orang menyebut antikoagulan sebagai obat pengencer darah. Namun, mengonsumsi antikoagulan sebenarnya tidak membuat darah menjadi lebih encer – melainkan mencegah darah agar tidak menggumpal dengan mudah.

Jenis-jenis antikoagulan

Ada beragam jenis obat koantigulan untuk mencegah penggumpalan darah
Ada beragam jenis obat yang termasuk kelompok antikoagulan
Beberapa jenis obat yang masuk dalam kelompok antikoagulan, yaitu:
  • Warfarin
  • Heparin
  • Apixaban 
  • Dabigatran
  • Edoxaban
  • Fondaparinux
  • Rivaroxaban

Kondisi medis yang memerlukan obat antikoagulan

Seperti yang disampaikan di atas, obat antikoagulan diberikan dokter untuk mencegah pembentukan gumpalan darah pada orang-orang yang berisiko. Beberapa individu yang berisiko mengalami gumpalan darah, yaitu:
  • Mengalami atrial fibrilasi atau denyut jantung yang tidak beraturan dan cepat
  • Memiliki katup jantung buatan
  • Mengalami infeksi pada lapisan bagian dalam jantung atau disebut dengan endokarditis
  • Mengalami stenosis mitral atau katup jantung tidak membuka dengan sempurna 
  • Menderita gangguan darah tertentu yang memengaruhi cara darah membeku, seperti trombofilia (darah mudah membeku) yang diturunkan dan gangguan autoimun yang disebut sindrom antifosfolipid
  • Pernah menjalani operasi penggantian pinggul atau lutut
Antikoagulan juga diresepkan dokter untuk mencegah perbesaran berlanjut pada gumpalan darah yang sudah ada – seperti pada pasien trombosis vena dalam dan gumpalan darah di paru-paru yang disebut emboli paru.

Bagaimana obat antikoagulan bekerja?

Antikoagulan bekerja dengan menghambat aktivitas senyawa yang berkontribusi dalam terbentuknya gumpalan darah atau pembuatan faktor penggumpalan darah.Misalnya, warfarin bekerja dengan menghambat aktivitas vitamin K yang berperan dalam pembuatan beberapa jenis faktor-faktor pembekuan darah. Penghambatan efek vitamin K tersebut akan menurunkan kemampuan darah untuk membeku.Sementara itu, dabigatran, apixaban, edoxaban dan rivaroxaban bekerja dengan mencegah aktivitas senyawa dalam darah yang disebut trombin – yang kemudian juga akan menghambat pembentukan fibrin, jenis protein yang menjadi komponen penting dalam pembekuan darah. Obat-obatan ini dapat bekerja dengan cepat, yakni dalam durasi 2-4 jam.

Efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan antikoagulan

Ada banyak efek samping yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian obat antikoagulan. Beberapa yang umum dialami pasien yaitu:
  • Perdarahan atau memar yang mudah terjadi. Perdarahan menjadi efek samping utama penggunaan antikoagulan.
  • Gangguan pencernaan seperti diare, nyeri ulu hati, mual, dan kehilangan nafsu makan
  • Iritasi dan nyeri di sekitar tempat suntikan untuk antikoagulan yang diinjeksikan
  • Peningkatan enzim di hati
  • Napas pendek

Kelompok orang yang tidak bisa mengonsumsi antikoagulan

Beberapa individu tidak dapat mengonsumsi antikoagulan. Kelompok individu tersebut, termasuk:
  • Sedang hamil
  • Menderita ulkus lambung
  • Memiliki riwayat perdarahan di otak atau disebut dengan stroke hemoragik
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan antikoagulan. Pastikan Anda menyampaikan dengan terbuka pada dokter semua jenis obat dan suplemen yang Anda konsumsi.
  • Mengalami perdarahan hebat dan belum diobati
  • Memiliki jadwal operasi yang akan membuat pasien berisiko mengalami perdarahan hebat
  • Memiliki tekanan darah yang sangat tinggi
  • Memiliki penurunan fungsi ginjal yang parah (untuk antikoagulan dabigatran)
Anda harus menyampaikan pada dokter semua jenis kondisi medis dan riwayat penyakit sebelum diresepkan antikoagulan.

Catatan dari SehatQ

Obat antikoagulan adalah kelompok obat-obatan yang dikonsumsi untuk mencegah gumpalan darah atau mencegah agar gumpalan darah yang sudah ada tidak menjadi parah. Beberapa orang tidak dapat mengonsumsi obat ini sehingga pastikan Anda menyampaikan dengan terbuka semua kondisi medis dan riwayat penyakit Anda pada dokter.
penyakitpembekuan darahvitamin kperdarahan
American Heart Association. https://www.heart.org/-/media/data-import/downloadables/1/b/2/pe-abh-what-are-anticoagulants-and-antiplatelet-agents-ucm_300338.pdf
Diakses pada 3 September 2020
Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/anticoagulants.html
Diakses pada 3 September 2020
Patient Info. https://patient.info/heart-health/anticoagulants
Diakses pada 3 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/dvt/qa/why-are-blood-clots-important
Diakses pada 3 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/dvt/qa/what-are-anticoagulants
Diakses pada 3 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait