Mengenal Neurologi, Ilmu tentang Saraf Manusia yang Kompleks

Salah satu tindakan yang dilakukan dalam kajian neurologi adalah elektroensefalografi
Seorang neurologis sedang melakukan pemeriksaan elektroensefalografi

Neurologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang khusus membahas soal sistem saraf manusia, mulai dari kinerjanya hingga penyakit yang menyertainya. Sistem saraf manusia sendiri berlangsung sangat kompleks dan memiliki peran yang sangat signifikan dalam mengatur serta mengoordinasikan seluruh gerakan tubuh.

Sistem saraf manusia sendiri terdiri atas dua bagian besar, yaitu:

  • Sistem saraf pusat, yang terdiri dari otak serta sumsum tulang belakang.
  • Sistem saraf periferal, yakni merupakan elemen saraf di sekujur tubuh Anda, seperti pada mata, telinga, kulit, hingga reseptor sensorik lainnya.

Dokter yang menangani neurologi disebut neurologis atau dokter spesialis saraf. Apa saja masalah saraf yang dapat ditangani oleh dokter spesialis yang satu ini? Penyakit apa pula yang bisa dikonsultasikan pada neurologis?

Apa saja yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis neurologi?

Pada dasarnya, semua masalah neurologi adalah cakupan dari dokter spesialis ini. Anda dapat berkonsultasi dengan neurologis jika memiliki gejala penyakit yang berhubungan dengan otak, sumsum tulang belakang, maupun saraf periferal.

Orang yang merasa fungsi penglihatan, penciuman, maupun perabanya mengalami masalah juga dapat memeriksakan diri ke neurologis. Selain itu, masalah pada saraf yang dapat diperiksakan ke dokter spesialis neurologi adalah:

  • Gangguan koordinasi
  • Mengalami kelemahan otot
  • Linglung
  • Perubahaan sensasi (misalnya sering merasa kebas atau kesemutan)
  • Sering sakit kepala.

Sekalipun Anda didiagnosis menderita kelainan saraf, neurologis tidak berwenang untuk melakukan prosedur operasi. Jika masalah saraf Anda dinilai perlu diselesaikan di atas meja bedah, maka ia akan merujuk Anda pada dokter bedah saraf atau disebut neurosurgeon.

Sebaliknya, tindakan yang dapat dilakukan oleh ahli neurologi adalah:

  • Mengecek kemampuan Anda berbicara dan melihat hingga kesehatan mental
  • Mengetes kekuatan, refleks, maupun koordinasi tubuh
  • Memastikan indera peraba Anda masih berfungsi atau tidak.

Untuk memastikan diagnosa, kadang kala neurologis juga meminta Anda melakukan tes follow-up tergantung gejala yang Anda rasakan. Pemeriksaan tersebut misalnya tes darah, tes urine, dan tes pemindaian (X-ray, CT scan, atau MRI) pada bagian otak atau sumsum tulang belakang.

Tindakan lain yang juga identik dengan ahli neurologi adalah:

  • Pungsi lumbar

Tindakan neurologi ini dilakukan untuk mengecek cairan sumsum tulang belakang Anda. Pungsi lumbar adalah prosedur mengambil sampel cairan sumsum tulang belakang dengan menusukkan jarum khusus setelah melakukan bius lokal di area yang akan diambil sampelnya.

  • Tes tensilon

Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan obat bernama Tensilon untuk melihat reaksi otot setelahnya. Tes ini direkomendasikan pada Anda yang mengalami gejala penyakit saraf bernama miastenia gravis.

  • Elektromiografi (EMG)

Alat ini dapat mendeteksi aktivitas kelistrikan antara sistem saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) dengan sistem saraf periferal. Pemeriksaan dengan EMG mungkin akan terasa tidak nyaman bagi beberapa orang karena prosedur ini dilakukan dengan menusukkan alat khusus ke otot Anda.

Meskipun demikian, EMG dapat mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada sistem saraf secara keseluruhan. Sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan terlebih dahulu menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi obat pengencer darah.

  • Elektroensefalografi (EEG)

EEG adalah elektroda yang ditempelkan ke kepala Anda serta berfungsi mendeteksi aktivitas kelistrikan di otak. Kelainan otak yang dapat dideteksi dengan EEG, di antaranya peradangan otak, tumor, cedera, hingga kelainan psikiatrik dan memastikan penyebab kejang yang Anda alami.

Tidak seperti EMG, Tes EEG tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, tidak sedikit orang yang kemudian tertidur di tengah-tengah tes yang biasanya memakan waktu hingga satu jam ini.

Penyakit apa saja yang ditangani oleh neurologis?

Penyakit yang ditangani oleh para ahli neurologi adalah yang terjadi pada otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf secara keseluruhan. Penyakit yang dimaksud meliputi:

  • Stroke
  • Epilepsi
  • Sakit kepala dan migraine
  • Tumor otak
  • Aneurisme otak
  • Neuropati perifer
  • Kelainan pola tidur
  • Penyakit neurogeneratif, seperti Parkinson dan Alzheimer
  • Penyakit neuromuskular, seperti myasthenia gravis, sklerosis multipel, dan sklerosis lateral amyotropik (ALS)
  • Infeksi pada sistem saraf, seperti ensefalitis, meningitis, hingga HIV.

Perlu diketahui bahwa neurologis juga memiliki subspesialis seperti sub anak-anak, sub neuromuskular, sub sakit kepala, epilepsi, neuropsikiatri, dan lain-lain. Jika Anda tidak yakin harus pergi ke subspesialis yang mana, mengunjungi neurologis umum adalah jalan tengahnya.

URMC. https://www.urmc.rochester.edu/highland/departments-centers/neurology/what-is-a-neurologist.aspx
Diakses pada 1 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/neurologist
Diakses pada 1 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/brain/neurologist-facts
Diakses pada 1 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326717
Diakses pada 1 April 2020

Artikel Terkait