Mengenal Misophonia, Gangguan yang Membuat Anda Benci Terhadap Suara Tertentu

(0)
04 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penderita misophonia akan merasa terganggu dengan suara tertentu seperti suara mengunyah, bernapas, menelan, maupun mendengkurSaat mendengar suara pemicu yang dianggap mengganggu, penderita gangguan misophonia akan merasa cemas, panik, atau marah
Pernahkah Anda sangat merasa tidak nyaman bahkan tak tahan mendengar suara kunyahan dari orang di sebelah Anda? Jika pernah mengalaminya, maka bisa saja Anda terkena misophonia.Misophonia adalah suatu gangguan di mana seseorang memiliki reaksi yang kuat, negatif, dan abnormal terhadap suara yang biasa dibuat oleh manusia, seperti mengunyah, bernapas atau bersiul. Kondisi ini juga dikenal sebagai sindrom sensitivitas suara selektif.

Penyebab misophonia

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan misophonia. Akan tetapi, gangguan ini berisiko lebih tinggi pada orang-orang yang mengalami kondisi obsesif kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, dan sindrom Tourette.Selain itu, gangguan ini juga lebih umum terjadi pada orang yang menderita tinnitus (kelainan yang membuat Anda mendengar suara berdenging). Para ahli percaya bahwa misophonia memiliki hubungan yang tumpang tindih dengan kondisi-kondisi lain tersebut.Sementara, beberapa peneliti berpendapat bahwa misophonia berkaitan dengan hiperkonektivitas antara sistem pendengaran dan limbik otak. Hiperkonektivitas ini memiliki arti terlalu banyaknya koneksi antara neuron di otak yang mengatur pendengaran dan emosi.Sebuah studi menggunakan pencitraan MRI pun menemukan bahwa suara pemicu menghasilkan respons yang sangat berlebihan di bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses emosi (anterior insular cortex) pada penderita misophonia. Di samping itu, kemungkinan adanya komponen genetik karena umumnya terjadi dalam suatu keluarga. Akan tetapi, mungkin masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Suara pemicu misophonia

Merupakan hal yang biasa bagi seseorang jika sesekali merasa terganggu oleh beberapa suara yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, bagi orang yang mengalami misophonia, maka suara-suara tersebut bisa membuatnya ingin berteriak atau memukul.Suara pemicu misophonia dapat bervariasi pada setiap individu dengan gangguan tersebut. Selain itu, jenis suara pemicu juga dapat berubah seiring waktu. Akan tetapi, suara pemicu munculnya misophonia yang paling umum, yaitu:
  • Suara mengunyah
  • Suara bernapas
  • Suara menelan
  • Suara mendengkur
  • Suara mengecap bibir
  • Suara berkumur
  • Suara mengeluarkan dahak
  • Suara menggosok hidung
  • Suara bersiul
  • Suara terisak
  • Suara mengepal-ngepal kertas
  • Suara menulis
  • Suara detak jam
  • Suara pintu mobil dibanting
  • Suara burung, jangkrik, atau binatang lain
  • Suara dari goyangan kaki
Ketika mendengar suara itu, orang dengan misophonia akan menunjukkan reaksi fisik atau emosional dengan melawan atau berlari (flight or fight). Bahkan dapat muncul perasaan cemas, panik, dan marah dalam dirinya.

Tanda-tanda misophonia

Baik pria maupun wanita dapat mengalami misophonia pada usia berapa pun. Akan tetapi, biasanya orang dengan gangguan ini mulai menunjukkan tanda-tandanya pada akhir masa kanak-kanak atau awal masa remaja sekitar usia 9-13 tahun. Orang yang mengalami misophonia menyadari bahwa reaksinya terhadap suatu suara memang berlebihan dan hilang kendali. Penelitian pun mengidentifikasi respon berikut sebagai tanda-tanda misophonia:
  • Merasa tidak nyaman dan stres ketika mendengar suara pemicu
  • Merasa sangat terganggu yang berubah menjadi kemarahan
  • Melarikan diri dari sekitar orang yang membuat suara pemicu
  • Menjadi agresif secara verbal pada orang yang membuat suara pemicu
  • Menjadi agresif secara fisik terhadap objek yang menimbulkan kebisingan
  • Memukul atau melakukan kekerasan fisik lain pada orang yang membuat suara pemicu
Selain respon emosional, penelitian juga menemukan bahwa orang-orang dengan misophonia mengalami sejumlah reaksi fisik, seperti dada terasa ditekan, otot terasa terikat, tekanan darah meningkat, jantung berdetak lebih cepat, dan suhu tubuh meningkat.

Bagaimana mengobati misophonia?

Belum ada obat atau perawatan yang spesifik untuk menyembuhkan misophonia. Akan tetapi, terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengelola sensitivitas suara yang Anda alami, sebagai berikut:
  • Menggunakan earphone dan menyetel musik untuk menyamarkan suara pemicu
  • Mengenakan penyumbat telinga untuk sementara waktu saat menghindari kebisingan
  • Memilih tempat duduk yang jauh dari suara pemicu saat di restoran, bus, atau tempat umum lain
  • Beristirahat, melakukan relaksasi, dan meditasi untuk mengurangi stres
  • Jika memungkinkan, tinggalkanlah situasi yang membuat Anda mendengar suara pemicu
  • Menceritakan pada keluarga atau orang terdekat lain mengenai misophonia yang Anda alami agar mereka mengerti dan memahami
  • Carilah bantuan dokter atau terapis jika kondisi ini sangat mengganggu
Dokter atau terapis mungkin akan menyarankan Anda melakukan terapi pelatihan tinnitus, terapi perilaku kognitif, dan konseling agar dapat lebih mentolerir atau mengubah respon negatif yang Anda miliki terhadap suara pemicu. Meski tak ada pengobatan khusus, namun sebagian besar orang dengan misophonia mampu mengatasi gangguan ini seiring waktu.
tinnitusgangguan kecemasansindrom tourettegangguan mental
Healthline. https://www.healthline.com/health/misophonia#tips-for-coping
Diakses pada 23 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320682#management
Diakses pada 23 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait