Mengenal Mekonium, Feses Pertama Bayi yang Bisa Berbahaya

0,0
14 Jun 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mekonium adalah feses pertama bayi yang baru lahirMekonium biasanya dikeluarkan beberapa jam setelah bayi lahir
Mekonium adalah feses pertama bayi yang baru lahir. Feses ini mengandung sel-sel kulit mati, lendir, cairan ketuban, cairan empedu, dan air. Selain itu, ada pula kandungan lanugo, yakni rambut halus dan lembut yang sempat menutupi bayi selama di dalam rahim.Mekonium adalah feses yang tidak mengandung ASI atau susu formula karena ini adalah kotoran yang dihasilkan dari proses pencernaan selama di dalam kandungan. Mekonium bahkan diyakini masih steril karena belum ada bakteri yang berkoloni di dalam usus bayi Anda.

Apakah mekonium berbahaya bagi janin?

Tekstur mekonium berbeda dengan feses bayi yang lebih tua. Mekonium bentuknya lengket, tebal, dan berwarna hijau tua yang sangat gelap (kehitaman).Jadi, jika Anda melihat feses bayi berwarna hijau saat baru lahir, Anda tidak perlu khawatir karena ini sepenuhnya normal.Akan tetapi, ada risiko kesehatan yang harus diperhatikan dari mekonium. Jika bayi mengeluarkan mekonium saat masih di dalam kandungan, maka ia berisiko dapat mengalami sindrom aspirasi mekonium yang bisa berakibat fatal.Salah satu gejala bayi mengeluarkan mekonium di dalam kandungan adalah air ketuban yang tampak dikotori oleh mekonium

Ciri-ciri mekonium

Berikut adalah beberapa ciri-ciri mekonium yang mudah diidentifikasi dan dibedakan dari feses bayi biasa.
  • Berupa cairan kental yang lengket
  • Berwarna hitam kehijauan
  • Terdapat lanugo
  • Tidak berbau
  • Kerap menempel di kulit bayi
  • Hanya berlangsung beberapa hari saja sejak bayi dilahirkan.
Setelah bayi mulai menyusu, mekonium akan menghilang dan kotoran bayi mulai berubah. Jika sebelumnya feses bayi berwarna hijau gelap dan cenderung hitam, warnanya dapat berubah menjadi cokelat kehijauan.Setelah itu, bayi akan mulai mengeluarkan kotoran kekuningan dengan aroma yang menyengat dan tekstur yang lebih encer.

Potensi bahaya mekonium

Mekonium yang dikeluarkan bayi setelah dilahirkan tidak berbahaya. Namun, sebagian bayi dapat mengeluarkan mekonium saat masih berada di dalam rahim atau dalam proses dilahirkan. Masalah ini terjadi pada hampir 25 persen bayi.Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akibat terhirupnya mekonium yang disebut dengan sindrom aspirasi mekonium (MAS). Sindrom aspirasi mekonium adalah kondisi mekonium yang dikeluarkan di dalam rahim tertelan atau terhirup ke dalam paru-paru bayi yang belum lahir.Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait sindrom aspirasi mekonium.
  • Mekonium yang keluar sebelum bayi dilahirkan dapat ditandai dengan warna cairan ketuban yang terlihat kotor. Dengan demikian, dokter dapat mengenali bahwa mekonium sudah keluar.
  • Walaupun bayi telah mengeluarkan mekonium di dalam rahim, bukan berarti ia pasti mengalami sindrom aspirasi mekonium. Akan tetapi, bayi Anda akan memerlukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan bahwa ia tidak mengalami komplikasi.
  • Sindrom aspirasi mekonium jarang terjadi pada bayi yang lahir sebelum berusia 34 minggu. Namun, risikonya dapat meningkat pada bayi yang terlambat dilahirkan.
  • Sindrom ini dapat terjadi saat bayi menghirup campuran mekonium dan cairan ketuban sebelum, selama, atau setelah persalinan.
  • Kondisi ini bisa membuat sebagian atau seluruh saluran pernapasan bayi terhalang sehingga membuat bayi kesulitan bernapas dan memerlukan penanganan secepatnya.

Komplikasi sindrom aspirasi mekonium

Sindrom aspirasi mekonium dapat menyebabkan terjadinya pneumotoraks. Kondisi ini diawali dengan sumbatan pada sebagian saluran pernapasan. Walaupun udara masih bisa mencapai bagian paru-paru di luar penyumbatan, sindrom aspirasi mekonium mencegah udara untuk dikeluarkan.Sebagai konsekuensinya, paru-paru menjadi terlalu mengembang sehingga membuat sebagian dari organ ini terus membesar dan kemudian kolaps (mengempis). Lalu, udara dapat menumpuk di dalam rongga dada di sekitar paru-paru.Selain itu, aspirasi mekonium ke dalam paru-paru dapat menyebabkan radang paru-paru dan meningkatkan risiko infeksi paru-paru. Bayi baru lahir dengan sindrom aspirasi mekonium juga berisiko tinggi mengalami hipertensi pulmonal persisten neonatus.

Penanganan sindrom aspirasi mekonium

Sindrom aspirasi mekonium ditangani dengan melakukan penyedotan segera setelah kepala bayi keluar, bahkan sebelum seluruh tubuhnya dikeluarkan dari janin. Tindakan ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah mekonium yang dapat terisap.Mekonium yang tertelan biasanya tidak menyebabkan gangguan, tapi mekonium yang terhirup ke paru-paru dapat berakibat fatal.Bayi yang menghirup mekonium akan membutuhkan oksigen tambahan dan mungkin memerlukan alat bantu pernapasan berupa ventilator.Bayi juga umumnya perlu dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU) selama beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung tingkat keparahan kondisi bayi.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kotoran bayifeses bayi
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/meconium-babys-first-stool-2759060
Diakses 1 Juni 2021
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/lung-and-breathing-problems-in-newborns/meconium-aspiration-syndrome
Diakses 1 Juni 2021
Parents. https://www.parents.com/baby/diapers/diaper-change/10-things-you-never-knew-about-meconium/
Diakses 1 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait