Mengenal Masker KN95 dan Bedanya dengan Masker N95


Perbedaan utamanya, masker KN95 belum mengantongi izin dari National Insitute for Occupational Safety and Health atau NIOSH. Sementara masker N95 sudah memilikinya.

0,0
04 Aug 2021|Azelia Trifiana
Masker KN95 berbeda dengan N95Masker KN95 berbeda dengan N95
Masker sudah jadi bagian primer dari kehidupan manusia, sejak pandemi global COVID-19 menghantam dunia pada awal tahun 2020. Kini, ada banyak sekali jenis masker. Mulai dari masker medis, masker N95, masker KN95, hingga masker kain. Bedanya, masker KN95 belum mengantongi izin dari Amerika Serikat.Negara yang mengakui keamanan masker KN95 adalah China dan beberapa negara lain. Sementara bagi AS, KN95 dinilai belum memenuhi persyaratan filtering.

Beda masker N95 dan KN95

Ada banyak sekali jenis masker dengan nomor serinya masing-masing. Namun berdasarkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada September 2020 lalu, masker N95 menawarkan perlindungan tertinggi.Kesamaan antara masker KN95 dan N95 adalah sama-sama dapat menyaring 95% partikel aerosol di udara. Jadi, cara kerjanya adalah dengan menyaring 95% partikel aerosol yang mungkin saja berpotensi membawa virus penyebab COVID-19.Tak hanya itu, keduanya juga terbuat dari lapisan bahan sintetis yang bisa digunakan untuk menutupi hidung dan mulut.Lalu, apa bedanya?Perbedaan utama adalah masker N95 telah mengantongi izin dari National Insitute for Occupational Safety and Health atau NIOSH. Ini adalah organisasi Amerika Serikat yang bertanggung jawab tentang pengaturan masker.Di sisi lain, masker KN95 belum mendapat persetujuan dari NIOSH. Ada negara-negara yang sudah memberi lampu hijau penggunaannya seperti China yaitu negara produsennya sendiri.Bahkan, Food and Drug Administration AS mencabut perintah penggunaan masker KN95 karena tidak memenuhi efisiensi filter partikel hingga 95%. Keputusan ini berlaku pada pertengahan tahun 2020 lalu.Sebelumnya pada awal April, sempat ada imbauan untuk menggunakan masker KN95 karena keterbatasan stok masker. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh NIOSH, masker KN95 dari tujuh produsen tidak memenuhi syarat.

Masker KN95 tidak memenuhi syarat

Memperkuat tes yang dilakukan NIOSH, para peneliti dari Emergency Care Research Institute atau ECRI menemukan bahwa hampir 70% masker KN95 dari China tidak memenuhi syarat efektivitas.Bahkan, lembaga nirlaba ini mengeluarkan peringatan pada bulan September 2020. Sekitar 200 masker KN95 dari 15 pabrik berbeda rupanya dinyatakan tidak layak setelah melewati tes menyeluruh.Padahal sebelumnya, banyak rumah sakit di Amerika Serikat yang membeli ratusan ribu masker dalam enam bulan terakhir. Bahkan dari hasil temuan itu, ECRI merekomendasikan tenaga medis memeriksa secara menyeluruh sebelum membeli masker yang tidak diproduksi di AS atau belum memiliki sertifikasi.Kesimpulan dari temuan itu adalah bahwa masker KN95 tidak memenuhi syarat untuk digunakan oleh tenaga medis. Sebab, mereka memerlukan proteksi berlapis  mengingat kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Bagaimana dengan penggunaan sehari-hari?

Bagi yang menggunakan masker KN95 untuk keperluan sehari-hari saat harus keluar rumah, Anda bisa bernapas lega. Sebab, meski masker ini tidak memenuhi standar NIOSH, bukan berarti tidak berguna sama sekali.Apabila digunakan saat beraktivitas yang tidak melibatkan kontak dengan cairan tubuh orang lain, masker KN95 masih bisa digunakan. Sifatnya sama, untuk melindungi sistem pernapasan.Namun, jangan pernah menggunakan masker KN95 untuk keperluan medis atau saat berada di area berisiko tinggi.Perlu digarisbawahi pula bahwa terkadang satu masker dari produsen yang sama memiliki kualitas berbeda-beda. Ini menggambarkan bahwa tidak ada proses QA atau quality assurance yang konsisten dari pihak produsen.Penelitian pun mungkin saja masih terus berlanjut, mengingat ada 3.500 produsen masker KN95 di China. Jadi, apa yang ditemukan ECRI belum menjadi representasi masker yang diproduksi oleh negeri tirai bambu itu.

Masker rentan dipalsukan

Masih dari ECRI, ada peringatan tentang kemungkinan masker N95 dipalsukan. Sebab, petugas perbatasan di Boston menyita 20.000 masker N95 palsu yang dikirim dari Hong Kong.Sementara untuk masker KN95, tim peneliti dari Greater Boston Pandemic Fabrication Team (PanFab) juga sempat mendeteksi hal serupa. Pada bulan Juli 2020, mereka mengevaluasi masker KN95 dan hasilnya tidak memenuhi standar yang diklaim produsen.Selain itu, ketua tim penelitian juga menyebut masker KN95 rentan sekali dipalsukan. Penelitian ini dilakukan terhadap masker yang didonasikan ke tiga rumah sakit di Boston.Lebih jauh lagi, salah satu masker yang dipalsukan menunjukkan kemampuan penyaringan cukup buruk.Namun, bukan berarti semua masker KN95 buruk. Meski rentan dipalsukan, ada beberapa yang memenuhi syarat untuk dijadikan pelindung saat beraktivitas sehari-hari.

Catatan dari SehatQ

Mengingat ada banyak sekali masker di luar sana dan imbauan untuk memakai dua masker, hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan. Tentu, kebutuhan tenaga medis berbeda dengan yang hanya memakai masker untuk keluar rumah sejenak.Beberapa hal yang dapat diperhatikan adalah memastikan membeli dari penjual terpercaya, melihat spesifikasi produk sedetail mungkin, dan jangan lupa melapisi dengan masker kain untuk perlindungan maksimal.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara memakai masker yang tepat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hidup sehatmasker wajahpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/which-facial-covering-is-better-experts-talk-kn95-cloth-and-surgical-masks
Diakses pada 21 Juli 2021
Science Advances. https://advances.sciencemag.org/content/6/36/eabd3083.full
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/report-finds-kn95-masks-not-as-effective-as-n95-masks
Diakses pada 21 Juli 2021
Mass Live. https://www.masslive.com/boston/2020/09/more-than-20000-counterfeit-n95-face-masks-from-hong-kong-seized-by-border-patrol-officers-in-boston.html
Diakses pada 21 Juli 2021
PanFab. https://www.panfab.org/
Diakses pada 21 Juli 2021
ECRI. https://www.ecri.org/press/up-to-70-of-chinese-kn95-masks-tested-by-ecri-dont-meet-minimum-standards
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait