Mengenal Manfaat Tanah dan Bakterinya untuk Ketenangan Jiwa, Patut Dicoba!

Manfaat tanah bisa Anda dapatkan dengan bercocok tanam dan berkebun
Manfaat tanah bisa Anda dapatkan dengan bercocok tanam dan berkebun

Apakah Anda termasuk orang yang menyukai berkebun sebagai hobi positif, dan sering melakukan earthing atau beraktivitas tanpa alas kaki di atas tanah? Ternyata, ada alasan di balik sensasi menyenangkan yang Anda rasakan, saat bercocok tanam dan bersentuhan langsung dengan tanah.

Para ahli juga telah menghubungkan, manfaat tanah dalam mengatasi gangguan mental, termasuk kondisi depresi. Seperti apa manfaat tersebut?

Manfaat tanah untuk kondisi mental, dibuktikan sains

Tanah memiliki manfaat sebagai antidepresan alami. Maka tak heran, ahli kejiwaan juga telah menyarankan terapi berkebun, untuk mengatasi gangguan mental. Sebut saja, mengurangi gejala gangguan kecemasan, depresi, hingga menurunkan hormon kortisol atau hormon stres.

Lantas, bagaimana manfaat tanah untuk kondisi psikologis? Berikut ini penjelasannya.

1. Bakteri tanah memiliki efek antiradang untuk ketahanan stres

Tanah ternyata mengandung bakteri Mycobacterium vaccae, yang dapat menghasilkan asam lemak tertentu. Asam lemak tersebut memiliki efek antiperadangan, sehingga mampu memberikan ketahanan diri untuk stres yang berisiko muncul. Itulah yang disimpulkan para ahli dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.

Jurnal Psychopharmacology memuat hasil studi terbaru para peneliti, yang memurnikan asam lemak antiradang, dari bakteri tanah tersebut. Kemudian, mereka mencoba mensintesis dan melakukan tes terhadap tikus sebagai hewan uji.

Dari prosedur ini, para ilmuwan menemukan bahwa asam lemak tersebut berkaitan dengan reseptor (penerima sinyal dari luar sel) tertentu. Terikatnya asam lemak dengan reseptor tersebut, menghambat molekul penyebab peradangan.

Peneliti merekomendasikan, walau bakteri tanah telah diketahui memiliki manfaat untuk meredakan stres, mekanismenya perlu diteliti lebih lanjut.

Dalam studi sebelumnya, ilmuwan juga telah menyimpulkan, anak-anak yang tumbuh di perkebunan dan akrab dengan hewan, memiliki sistem imun yang lebih kuat dibandingkan anak yang tumbuh di kota. Dengan demikian, anak-anak desa cenderung memiliki ketahanan stres yang lebih kuat, serta berisiko kecil untuk menderita gangguan mental.

2. Bakteri tanah untuk cegah post-traumatic stress disorder

Kelompok peneliti di atas juga sebelumnya pernah melakukan studi, untuk menggali efek pemberian bakteri Mycobacterium vaccae terhadap pencegahan post-traumatic stress disorder (PTSD). PTSD adalah suatu gangguan psikologis, yang terjadi setelah mengalami kejadian traumatik.

Penelitian ini dilakukan terhadap tikus sebagai percobaan. Ilmuwan menyimpulkan, tikus yang diberikan bakteri tanah tersebut memiliki risiko yang lebih kecil untuk menderita peradangan usus besar terkait stres.

Tak hanya itu, adanya manfaat bakteri tanah untuk kondisi stres ini, memberikan ide bagi ilmuwan untuk mengembangkan vaksin stres. Vaksin ini diharapkan membantu pencegahan gangguan mental terkait stres, pada orang-orang yang bekerja di bawah tekanan mental yang tinggi.

3. Bakteri tanah untuk atasi gejala depresi

Beberapa tahun sebelumnya, peneliti dari Bristol University and University College London juga telah menyimpulkan, bakteri di tanah memiliki sifat yang sama dengan obat antidepresan. Obat antidepresan sendiri merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan depresi.

Dalam studi yang dimuat jurnal Neuroscience tersebut, para ahli menyimpulkan, bakteri di tanah mampu mengaktifkan sel otak untuk menghasilkan serotonin. Serotonin adalah senyawa kimiawi otak yang berkaitan dengan kebahagiaan.

Memulai berkebun untuk merasakan manfaat tanah

Manfaat tanah dan bakterinya di atas, bisa Anda dapatkan dengan mudah, dengan berkebun. Berkebun telah menjadi terapi yang diterapkan di beberapa tempat, sehingga juga patut untuk Anda coba.

Manfaat tanah dengan berkebun
Manfaat tanah bisa didapatkan dengan berkebun dan bercocok tanam

Memulai berkebun, untuk mendapatkan manfaat tanah, bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini.

  • Untuk mengawali hobi bercocok tanam, cobalah untuk menanam tumbuhan yang mudah terlebih dahulu. Misalnya, lidah buaya atau kaktus.
  • Mencari tempat dan lingkungan yang memadai. Misalnya, di balkon rumah bagi Anda yang tinggal di apartemen atau indekos. Pilih tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Tidak memaksakan diri jika di waktu tertentu Anda terlalu lelah. Penting untuk diingat, tujuan dari berkebun adalah untuk menyenangkan diri Anda. Jadi, jangan sampai menjadi suatu beban.
  • Cari tanaman favorit. Misalnya, mencari bunga yang senada dengan warna kesukaan, mengingatkan Anda dengan keluarga, atau jenis bunga pertama yang diberikan oleh pasangan. Carilah tanaman yang bisa mengingatkan Anda dengan momen-momen indah.

Catatan dari SehatQ

Para ahli telah membuktikan adanya bakteri dalam tanah yang bisa menenangkan perasaan. Manfaat tanah tersebut, bisa Anda dapatkan dengan mudah, melalui kegiatan bercocok tanam. Namun, pastikan Anda mencuci tangan dengan bersih setelah berkotor-kotor dengan tanah. Selamat mencoba!

Healthline. https://www.healthline.com/health/garden-helps-my-anxiety
Diakses pada 1 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/post-traumatic-stress-disorder/symptoms-causes/syc-20355967
Diakses pada 1 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325357.php
Diakses pada 1 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/66840.php
Diakses pada 1 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/kc/serotonin-facts-232248
Diakses pada 1 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed