Mengenal Manfaat Forest Bathing yang Baik Bagi Kesehatan Mental


Istilah forest bathing berasal dari bahasa Jepang “shinrin-yoku”. Kata “shinrin” berarti “hutan”, sementara “yoku” berarti “mandi”. Dengan demikian, aktivitas ini bisa diartikan dengan menghujani diri dengan atmosfer hutan, atau meresapi suasana hutan lewat seluruh indra yang dimiliki.

0,0
02 Aug 2021|Azelia Trifiana
Forest bathing dapat meningkatkan kesehatan mentalForest bathing dapat meningkatkan kesehatan mental
Pernah membayangkan damainya menelusuri hutan dengan suasana alami ditemani suara-suara khasnya? Jangan hanya dibayangkan. Sebab, aktivitas yang disebut dengan forest bathing ini meman benar-benar terbukti membawa manfaat positif bagi kesehatan mental.Berasal dari Jepang pada tahun 1980an, kini forest bathing telah dikenal di penjuru dunia. Kegiatan ini bisa jadi penyejuk pikiran di kala penat dengan rutinitas atau pemicu stres sehari-hari.

Mengenal forest bathing

Istilah forest bathing berasal dari bahasa Jepang “shinrin-yoku”. Kata “shinrin” berarti “hutan”, sementara “yoku” berarti “mandi”. Dengan demikian, aktivitas ini bisa diartikan dengan menghujani diri dengan atmosfer hutan, atau meresapi suasana hutan lewat seluruh indra yang dimiliki.Atmosfer ini mulai dari suara gesekan dedaunan, kicauan burung, desau angin, hingga menghirup udara segar kaya oksigen. Bukan berarti Anda harus melakukan olahraga seperti mendaki atau jogging. Lebih spesifik lagi, forest bathing adalah menikmati waktu berada di alam dengan memaksimalkan seluruh indra. Shinrin-yoku berperan layaknya jembatan. Manusia membuka seluruh indranya, lalu aktivitas ini menjadi jembatan untuk menyatu dengan alam sekitar.

Manfaat melakukan forest bathing

Terbukti dalam banyak penelitian, ada manfaat dari forest bathing untuk kesehatan. Utamanya, kesehatan mental dan pikiran yang sedang penat. Apa saja?

1. Fokus pada saat ini

Melakukan forest bathing berarti bisa fokus pada momen yang tengah dijalani atau mindful. Ini sama seperti manfaat yang diperoleh ketika melakukan meditasi. Seluruh indra jadi lebih sensitif dan fokus pada apa yang dijalani.Artinya, jangan sampai momen forest bathing justru habis untuk mengabadikan momen di media sosial. Jangan beri celah untuk melihat layar atau screen time karena ini adalah saatnya untuk mengesampingkan hal itu.Beri jeda untuk diri sendiri agar bisa recharge dan kembali menghargai jiwa raga apa adanya.

2. Mengurangi stres

Temuan dari tim peneliti asal Nippon Medical School, Tokyo, Jepang ini sangat menarik. Partisipan yang terbiasa melakukan forest bathing memiliki tekanan darah lebih rendah. Tak hanya itu, kecemasan berlebih juga bisa menurun sehingga pikiran jadi lebih tenangDi dalam tubuh, hormon stres seperti adrenalin akan menurun ketika menghabiskan waktu meresapi atmosfer hutan. Bukan hanya kabur sejenak dari stres, ternyata aktivitas ini juga ampuh untuk mengatasi stres kronis.Itulah mengapa, banyak psikolog yang merekomendasikan terapi forest bathing untuk mengurangi risiko penyakit akibat stres.

3. Kekebalan tubuh meningkat

Bonus lain dari forest bathing adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Sebab, tanaman dan pepohonan secara alami mengeluarkan zat yang disebut phytoncide. Jenis minyak esensial alami dari tanaman inilah yang melindungi mereka dari kuman dan juga serangga perusak.Menariknya, menghirup udara hutan dapat meningkatkan kadar sel natural killer dalam tubuh. Ini adalah jenis sel yang bertugas dalam melawan infeksi dan kanker.Mendukung hal itu, sebuah studi asal Jepang pada tahun 2007 silam membuktikan aktivitas dan jumlah sel NK meningkat pada orang yang melakukan forest bathing. Bukan hanya berdampak pada sistem imun, ini juga akan membuat tidur lebih nyenyak, mood membaik, hingga kreativitas meningkat.

Bagaimana cara melakukannya?

Melihat ada banyak sekali manfaat dari menikmati atmosfer hutan untuk kesehatan mental, tentu sayang dilewatkan. Namun mungkin bagi yang tinggal di perkotaan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana memulainya?Pertama, temukan lokasi hutannya. Tempat yang nyaman untuk berjalan di dalamnya secara perlahan, bahkan tanpa arah. Tubuh yang akan menjadi petunjuk. Tidak perlu ada target harus berjalan sejauh apa atau berapa lama. Hal yang harus dilakukan hanyalah menikmati atmosfer hutan.Kedua, tinggalkan kamera dan ponsel. Setidaknya, jangan mengaksesnya sama sekali selama melakukan forest bathing. Matikan notifikasinya. Sebab, di momen langka ini Anda ingin terkoneksi betul dengan alam tanpa ada distraksi dari ponsel atau kesibukan mengabadikan lewat kamera.Ketiga, aktifkan seluruh indra. Bukan sekadar selewat saja, namun nikmati sepenuhnya layaknya meditasi. Perlakukan forest bathing ini seperti sedang bermeditasi, bukan sedang terburu-buru atau layaknya olahraga demi membakar kalori.Keempat, cari cara untuk melakukannya secara konsisten. Mungkin pada awalnya terasa sulit jika belum terbiasa menyempatkannya di tengah kesibukan. Namun setelah polanya terbentuk, tentu jadi jauh lebih mudah mengalokasikan waktunya.

Catatan dari SehatQ

Hal pertama yang perlu ditanamkan dalam pikiran ketika akan mencoba forest bathing adalah membedakannya dari olahraga biasa atau sekadar berjalan-jalan. Sebab, ini adalah aktivitas meditatif yang dapat memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan mental.Tak hanya meredakan stres kronis sekalipun, menyatu dengan atmosfer hutan dapat meningkatkan kreativitas, mengoptimalkan sel imun, tidur semakin nyenyak, hingga mood juga jauh membaik.Jadi, apabila Anda merasa penat dan tak tahu lagi bagaimana cara mengatasi stres dengan rutinitas itu-itu saja, mungkin aktivitas meditatif asal Jepang ini bisa jadi pilihan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan seseorang disebut memiliki stres kronis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-forest-bathing-5190723
Diakses pada 19 Juli 2021
International Journal of Immunopathology and Pharmacology. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/03946320070200S202
Diakses pada 19 Juli 2021
European Journal of Applied Physiology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21431424/
Diakses pada 19 Juli 2021
Time. https://time.com/5259602/japanese-forest-bathing/
Diakses pada 19 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait