Manfaat daun suji ternyata cukup banyak dan baik bagi kesehatan
Daun suji mirip dengan daun pandan (credit: Shutterstock/Radhavar)

Daun suji dikenal sebagai salah satu pewarna hijau alami pada makanan. Fungsi ini sebetulnya mirip dengan daun pandan, hanya saja warna hijau yang dihasilkan oleh daun suji digadang-gadang lebih pekat daripada pandan.

Suji (Pleomele angustifolia) adalah tanaman perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 meter. Tanaman ini juga dicirikan dengan cabangnya yang banyak, daunnya yang runcing, serta memiliki bunga yang kekuning-kuningan hingga putih.

Di balik kemampuannya untuk menaikkan level tampilan makanan, daun suji juga mengandung manfaat untuk kesehatan yang tidak bisa diremehkan. Apa saja manfaat yang dimaksud?

Kandungan nutrisi yang terdapat pada daun suji

Warna hijau yang dihasilkan oleh daun suji merupakan hasil ekstraksi dari kandungan klorofil yang terdapat di dalamnya. Berdasarkan penelitian, daun suji mengandung klorofil 1% yang dapat dimanfaatkan untuk menangani berbagai masalah kesehatan.

Selain itu, daun suji juga mengandung sejumlah zat fitokimia yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Fitokomia yang dimaksud adalah alkaloid, flavonoid, tannin, terpenoid, saponon, polifenol, monoterpenoid, sesquiterpenoid, dan glikosida.

Manfaat daun suji

Berdasarkan kandungan di atas, berikut manfaat daun suji yang dapat Anda rasakan:

  • Mengatasi masalah pernapasan. Sebagai obat tradisional, air perasan daun suji banyak digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, terutama batuk. Selain itu, air perasan ini juga dipercaya dapat menyehatkan paru-paru, terutama pada penderita asma dan pasien yang mengalami sesak napas, bahkan penyakit tuberkulosis (TBC).
  • Menaikkan berat badan dengan cara meningkatkan nafsu makan.
  • Menyuburkan rambut dan menyehatkannya.
  • Mengatasi jamur karena kandungan saponin yang bersifat antifungal. Contoh jamur yang paling efektif diberantas oleh ekstrak daun suji adalah Cryptococcus neoformans, yaitujamur yang sering terdapat pada hewan maupun tanaman dan dapat menginfeksi juga manusia dengan sistem imunitas rendah, seperti penderita HIV/AIDS.
  • Membantu menyembuhkan disentri karena kandungan saponin pada daun suji juga bersifat antibakteri, terutama efektif membunuh bakteri dysentriae. Selain itu, manfaat daun suji ini juga datang dari kandungan potasium di dalamnya yang sekaligus bisa mengatasi disentri hipokalemia.
  • Menurunkan kolesterol karena daun suji kaya akan flavonoid.
  • Menurunkan risiko preeklampsia karena kandungan magnesium sebagai salah satu komponen klorofil yang banyak terdapat pada daun suji. Meskipun Anda tidak mengalami preeklampsia atau eklampsia, konsumsi daun suji juga bisa mempercepat penyembuhan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Selain berbagai manfaat di atas, daun suji juga sudah diolah menjadi suplemen atau jus dengan ‘menjual’ manfaat klorofil bagi kesehatan. Klorofil memang memiliki kandungan kimia yang mirip dengan hemoglobin prostetik (heme) yang digadang-gadang mampu melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.

Bagaimana cara mengolah daun suji?

Mulai dari kue klepon, kue sifon, hingga cake modern lainnya bisa menggunakan air daun suji sebagai pewarna hijaunya. Namun untuk mendapatkan efek ini, Anda terlebih dahulu harus mengenal beberapa karakteristik dari daun suji.

Pertama, daun suji hanya menghasilkan warna hijau, tapi tidak menghasilkan aroma harum seperti daun pandan. Untuk itu, banyak pakar kuliner yang mengombinasikan kedua daun ini untuk membuat makanan tertentu.

Perbandingan penggunaan daun ini bisa menyesuaikan, namun biasanya 10 daun suji berbanding 1 daun pandan. Bila Anda ingin warna hijau lebih pekat, gunakan lebih banyak daun suji. Sedangkan bila ingin lebih harum, tambahkan daun pandan lebih banyak.

Kedua, bentuk daun suji dan daun pandan sama-sama berujung runcing, namun daun suji lebih pendek, tidak bertulang tengah, dan warnanya lebih gelap. Pastikan Anda memilih daun suji yang masih mulus, tidak ada lubang, noda hitam, maupun cacat pada permukaan daun.

Untuk mengolahnya, Anda bisa menggunting daun terlebih dahulu, menambahkan air, kemudian menghancurkannya dengan blender. Setelah itu, saring air daun dan buang ampasnya.

Digital Library Unila. http://digilib.unila.ac.id/9804/14/Bab%20II%20%28%20PRINT%29.pdf
Diakses pada 18 Desember 2019

Jurnal UGM. https://jurnal.ugm.ac.id › jfps › article › download
Diakses pada 18 Desember 2019

Food and Nutrition Journal. https://www.foodandnutritionjournal.org/volume6number3/stability-of-chlorophyll-as-natural-colorant-a-review-for-suji-dracaena-angustifolia-medik-roxb-leaves-case/
Diakses pada 18 Desember 2019

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/cryptococcosis-neoformans/index.html
Diakses pada 18 Desember 2019

E-Journal Undip. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ksa/article/view/17768
Diakses pada 18 Desember 2019

Resep Koki. https://resepkoki.id/mengenal-memilih-dan-mengolah-daun-suji/
Diakses pada 18 Desember 2019

Artikel Terkait