Mengenal Makanan Kosher, Apa Bedanya dengan Halal?

(0)
25 Sep 2020|Azelia Trifiana
Kosher adalah aturan makan orang YahudiKosher adalah aturan halal-haram pada orang Yahudi
Kosher adalah peraturan terkait makanan yang layak dikonsumsi seorang Yahudi. Dalam bahasa Ibrani, kosher berarti “layak”. Tak hanya jenis makanannya, aturan kosher juga meliputi proses pembuatan suatu masakan.Bagi orang Yahudi, kosher bukan hanya aturan tentang keamanan makanan atau kesehatan saja. ini juga terkait erat dengan nilai-nilai religius. Aturan kosher sangat komprehensif terkait bagaimana makanan harus diproduksi, diproses, dan disiapkan sebelum dikonsumsi.

Mengenal aturan kosher

daging ayam
Daging ayam termasuk kosher
Aturan mengenai kosher tertuang dalam kitab Taurat. Instruksi untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari pun disampaikan dari mulut ke mulut serta lewat tradisi.Beberapa aturan kosher melarang perpaduan beberapa jenis makanan, terutama daging dan produk olahan susu. Ada 3 kategori makanan menurut aturan kosher:
  • Daging (fleishig)

Kategori pertama yaitu daging mamalia dan unggas serta produk dari keduanya seperti tulang dan kaldu
  • Dairy (milchig)

Produk olahan susu yang masuk dalam kategori kedua ini termasuk susu, keju, butter, dan yogurt
  • Pareve

Seluruh makanan yang tidak termasuk daging atau produk olahan susu. Beberapa di antaranya adalah ikan, telur, dan makanan berbahan dasar tumbuhan.Menurut aturan kosher, makanan yang berada dalam kategori daging tidak boleh disajikan atau dikonsumsi bersamaan dengan produk olahan susu. Tak hanya itu, seluruh peralatan untuk memproses daging dan produk olahan susu harus berbeda dan terpisah. Termasuk tempat mencuci peralatan pun harus dipisahkan.Jika seseorang yang mengikuti aturan kosher mengonsumsi daging, maka perlu menunggu beberapa saat sebelum mengonsumsi produk olahan susu. Durasi ini berbeda-beda dalam rentang waktu 1-6 jam.Sementara makanan yang termasuk dalam kategori pareve dianggap netral dan bisa dikonsumsi bersamaan dengan daging maupun produk olahan susu. Namun lagi-lagi, perlu dirunut bagaimana proses pembuatannya apakah menggunakan peralatan untuk mengolah daging atau produk olahan susu. Proses ini bisa berpengaruh terhadap klasifikasi makanan pareve.

Makanan yang boleh dikonsumsi menurut kosher

Kategorisasi makanan menurut kosher ada pada daging (fleishig), produk olahan susu (milchig), serta ikan dan telur (pareve). Lebih jauh lagi, aturan kosher berlaku bukan hanya seputar jenis makanan saja, tapi jauh sebelumnya mulai dari proses penyembelihan hingga pengolahan.Aturan yang berlaku dalam kosher adalah:

1. Daging (fleishig)

Istilah daging dalam konteks kosher mengacu pada daging segar beberapa jenis mamalia dan unggas. Produk turunannya seperti kaldu, saus, atau tulang juga termasuk dalam kategori ini.Beberapa kriteria untuk mengonsumsi daging yang sesuai dengan aturan kosher adalah:
  • Harus berasal dari hewan pemamah biak dengan kuku terpisah seperti sapi, domba, kambing, rusa, atau lembu
  • Bagian yang diperbolehkan dikonsumsi adalah bagian forequarter (depan) yaitu paha depan, iga, dan lamusir
  • Unggas yang bisa dikonsumsi seperti ayam, kalkun, burung puyuh, merpati, dan angsa
  • Proses penyembelihan harus dilakukan oleh orang yang tersertifikasi menurut aturan Yahudi
  • Daging harus direndam agar tak ada bekas darah sebelum dimasak
  • Alat untuk menyembelih atau memasak daging harus khusus
  • Daging yang tidak termasuk kosher adalah daging babi, kelinci, tupai, unta, kanguru, kuda, burung pemangsa, dan potongan daging dari hindquarter hewan

2. Dairy (milchig)

Aturan mengonsumsi produk olahan susu seperti keju, susu, butter, dan yogurt harus memenuhi beberapa persyaratan untuk dianggap kosher, di antaranya:
  • Berasal dari binatang yang kosher
  • Tak boleh dicampur dengan produk turunan dari daging seperti gelatin atau rennet (seperti proses pembuatan hard cheese)
  • Harus diolah dengan alat yang berbeda dengan peralatan untuk pengolahan daging

3. Ikan dan telur (pareve)

Telur dan ikan diklasifikasikan dalam pareve atau netral dalam aturan kosher karena tidak mengandung daging atau susu. Aturannya adalah:
  • Ikan dianggap kosher jika berasal dari hewan laut bersirip dan bersisik seperti tuna, salmon, mackerel, dan halibut
  • Hewan laut tanpa sirip dan sisik seperti kepiting, udang, lobster, atau kerang dilarang dikonsumsi
  • Bisa dikonsumsi bersamaan dengan daging atau produk olahan susu
  • Telur dari ikan kosher boleh dikonsumsi selama tak ada bekas darah dan harus diinspeksi seksama sebelumnya
  • Gandum atau produk olahannya dianggap kosher jika tidak diberi tambahan produk turunan hewan
Sementara untuk konsumsi sayur dan buah menurut aturan kosher, harus diperiksa betul tidak ada serangga atau larva sebelum dijual dan dikonsumsi. Tak hanya itu, sayur dan buah yang diolah dengan peralatan untuk mengolah daging dan susu dianggap tidak kosher.

Apa bedanya dengan makanan halal?

Terminologi kosher dan halal berbeda, termasuk proses sertifikasinya. Makanan yang mendapat sertifikasi kosher belum tentu halal, begitu pula sebaliknya. Hanya saja dalam konteks lebih besar, baik halal maupun kosher sama-sama mengatur tentang makanan dan proses pengolahan yang diperbolehkan dan tidak, berdasarkan aturan Islam dan Yahudi.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-kosher#definition
Diakses pada 10 September 2020
DPO International. https://dpointernational.com/the-differences-between-halal-kosher/#:~:text=The%20greatest%20difference%20between%20the,of%20any%20edible%20aquatic%20animals.&text=Both%20Halal%20and%20Kosher%20allow,Kosher%20specifically%20prohibits%20combining%20both
Diakses pada 10 September 2020
Culinary Schools. https://www.culinaryschools.org/international/halal-vs-kosher/#context/api/listings/prefilter
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait