Mengenal Makanan Diet Asam Urat untuk Hindari Serangan Rematik

Biji-bijian utuh (whole grain) juga masuk dalam diet asam urat.
Erosi dan kerusakan sendi adalah salah satu komplikasi asam urat. Maka dari itu, kenali diet asam urat, untuk redakan gejala asam urat Anda.

Penderita asam urat tentu saja ingin terhindar dari encok atau rematik, yang bisa menyebabkan rasa sakit. Ternyata, ada pola makan khusus, agar gejala asam urat, tidak kambuh dan menyerang Anda. Apa saja diet asam urat itu?

Sebelum masuk ke pembahasan diet asam urat, penting diketahui bahwa rematik adalah bentuk menyakitkan dari artritis, yang menyebabkan kristal muncul di dalam dan sekitar sendi. Tentunya, Anda tidak mau hal ini terjadi.

Maka dari itu, bagi Anda pengidapnya, pahami dan jalankan diet asam urat, untuk tubuh yang lebih sehat.

Diet asam urat, seberapa ketat?

Mengonsumsi makanan yang tepat dengan panduan diet asam urat, bisa membantu penderitanya, mengurangi kadar asam urat di dalam darah.

Selain itu, diet asam urat juga mampu mengurangi risiko serangan rematik secara mendadak, serta memperlambat kerusakan sendi.

Diet asam urat bermanfaat untuk:

  • Mencapai berat badan yang sehat serta pola makan yang baik
  • Menghindari beberapa makanan yang mengandung purin
  • Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah

Berikut ini adalah makanan yang dianjurkan, agar kadar asam urat dalam darah, bisa dikurangi:

1. Buah-buahan

Segala macam buah, pada umumnya dianggap aman untuk masuk ke dalam menu diet asam urat. Bahkan, buah ceri dianggap bisa mencegah serangan rematik, karena mampu menurunkan kadar asam urat serta meredakan peradangan.

2. Sayuran

Sama seperti buah-buahan, segala macam sayuran, juga dianggap aman untuk dikonsumsi penderita asam urat. Sebut saja kentang, jamur, kacang polong, terong, hingga sayuran berdaun hijau gelap.

3. Kacang-kacangan

Berbagai kacang-kacangan, termasuk lentil, kedelai, sampai produk olahannya seperti tahu, dianggap aman untuk masuk dalam kategori diet asam urat.

4. Biji-bijian utuh (whole grain)

Gandum, beras merah, dan barley merupakan biji-bijian utuh yang aman dikonsumsi oleh penderita asam urat. Walau whole grain mengandung purin, tapi jumlahnya masih dalam batas normal. Walau begitu, perlu diingat bahwa biji-bijian utuh, tidak boleh dikonsumsi berlebihan oleh penderita asam urat.

5. Produk susu

Tenang saja, mengonsumsi susu atau yogurt, serta produk susu lainnya, terbukti aman berdasarkan sejumlah studi. Bahkan, susu atau yogurt, bisa menurunkan kadar asam urat dalam darah penderitanya, serta menurunkan risiko serangan rematik. Sebab, protein yang ditemukan dalam susu, mampu “membawa” ekskresi asam urat, keluar lewat urine.

6. Kopi

Selain enak dikonsumsi saat pagi hari, ternyata meminum kopi, juga bisa menurunkan kadar asam urat. Hal ini disebabkan, kopi dapat mempercepat laju ekskresi asam urat oleh tubuh Anda. Selain itu, kopi mampu “bersaing” dengan enzim yang memecah purin dalam tubuh, sehingga dapat memperlambat terciptanya asam urat.

Walau begitu, ada baiknya penderita asam urat tidak mengonsumsi kopi berlebihan, karena masih belum ada penelitian yang fokus terhadap porsi kopi tepat, untuk diet asam urat.

Makanan yang dilarang untuk penderita asam urat

Penderita asam urat disarankan lebih selektif dalam memilih makanan. Sebab, Anda harus mengetahui makanan yang mengandung purin, dan mana yang tidak. Beberapa makanan di bawah ini, mengandung purin, yang harus dihindari:

  • Jeroan, seperti pankreas, hati, otak, dan ginjal
  • Daging hewan buruan, seperti daging burung, daging sapi muda, hingga daging rusa
  • Ikan, terutama sarden, teri, tuna, mackerel, sampai herring
  • Makanan laut lainnya; kerang, kepiting, hingga udang
  • Minuman bergula, terutama jus buah dengan tambahan gula, hingga minuman bersoda
  • Ragi

Selain itu, karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, dan kue kering harus dihindari. Walaupun tidak mengandung purin tinggi, jenis makanan tesebut rendah nutrisi, yang mampu memicu kadar asam urat naik.

Komplikasi asam urat yang sangat berbahaya

Jika Anda tetap mengonsumsi makanan yang dapat memicu naiknya asam urat, maka komplikasi berbahaya bisa muncul. Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat asam urat?

  • Erosi dan kerusakan sendi

Jika dibiarkan begitu saja, tanpa ada pengobatan atau pencegahan, maka asam urat bisa menimbulkan serangan sakit sendi, berkali-kali. Hal ini bisa memicu erosi dan kerusakan pada sendi.

  • Tophi

Jika tidak diobati, maka asam urat bisa menyebabkan endapan kristal urat yang terbentuk nodul atau tonjolan di bawah kulit. Kondisi ini juga disebut sebagai tophi atau tofi. Area seperti jari, tangan, kaki, siku, atau tendon Achilles bisa mengalami tophi. Saat sendi sedang sakit, tophi bisa bengkak dan terasa lunak.

  • Batu ginjal

Kristal yang muncul karena asam urat, bisa terkumpul di saluran kandung kemih penderitanya. Pada akhirnya, batu ginjal pun muncul.

Agar komplikasi di atas tidak terjadi, jagalah kadar asam urat Anda, dalam angka yang normal. Kadar asam urat yang normal pada pria adalah 3.4-7.0 mg/dL, sedangkan pada wanita adalah 2.4-6.0 mg/dL.

Anda bisa mengontrol asupan dalam menu sehari-hari. Maka dari itu, perhatikan jenis makanan dan minuman yang Anda konsumsi dengan baik, agar gejala asam urat dan serangan rematik serta komplikasinya, dapat dihindari.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524

Diakses pada 20 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-diet-for-gout#section4

Diakses pada 20 November 2019

 

Arthritis Org. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/gout/articles/best-and-worst-gout-foods-4.php

Diakses pada 20 November 2019

Chemocare. http://chemocare.com/chemotherapy/side-effects/hyperuricemia-high-uric-acid.aspx

Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed