Mengenal Lesitin Kedelai, Zat Aditif yang Juga Dikonsumsi Sebagai Suplemen


Lesitin kedelai adalah zat aditif pengemulsi yang juga dikonsumsi sebagai suplemen. Lesitin kedelai umumnya aman dikonsumsi sebagai zat aditif. Namun, riset terkait manfaat suplemennya masih terbatas.

(0)
04 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lesitin kedelai adalah zat aditif dari kelompok lesitin yang dibuat dari kedelaiLesitin kedelai dimanfaatkan sebagai pemberi efek antioksidan dan pelindung rasa
Lesitin merupakan zat aditif yang umum dicampurkan dalam makanan. Zat aditif ini bisa diolah dari berbagai bahan, termasuk kacang kedelai salah satunya. Lesitin kedelai pun mungkin sudah sering Anda konsumsi dari berbagai makanan maupun dalam bentuk suplemen. Sebagai zat aditif dan suplemen, amankah penggunaan lesitin kedelai?

Berkenalan dengan lesitin kedelai

Lesitin kedelai adalah zat aditif dari kelompok lesitin yang dibuat dari kedelai. Sebagai zat aditif, lesitin kedelai umumnya digunakan sebagai pengemulsi, yakni agen untuk menyatukan zat-zat lain. Lesitin kedelai juga dimanfaatkan sebagai pemberi efek antioksidan dan pelindung rasa. Lesitin kedelai digunakan sebagai zat aditif dalam makanan yang mungkin sering dikonsumsi masyarakat, misalnya:
  • Es krim
  • Produk susu sapi
  • Roti
  • Margarin
  • Pasta
  • Sereal
  • Produk susu kedelai
  • Susu formula
Layaknya banyak jenis zat aditif lain, lesitin kedelai juga tak luput dari kontroversi. Beberapa orang meyakini bahwa pengemulsi ini dapat memicu masalah kesehatan, walau klaim tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.Menariknya, selain dicampurkan dalam kadar yang sedikit dalam makanan, lesitin kedelai juga tersedia sebagai suplemen. Alasan masyarakat mengonsumsi lesitin kedelai yakni potensi manfaatnya untuk menurunkan kolesterol dan memberikan asupan kolin.Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi lesitin kedelai dalam bentuk suplemen. 

Apakah lesitin kedelai aman dikonsumsi?

Lesitin kedelai sebagai zat aditif cenderung dikonsumsi dalam kadar yang sedikit. Dengan demikian, lesitin kedelai umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi. Walau begitu, produk olahan yang sering dikonsumsi juga mungkin mengandung aditif lain. Anda disarankan untuk membatasi asupan makanan olahan dan lebih banyak meningkatkan konsumsi makanan utuh. Makanan utuh seperti sayur dan buah-buahan mengandung nutrisi serta mineral yang tentunya tanpa zat aditif. 

Potensi manfaat lesitin kedelai untuk kesehatan

Lesitin kedelai juga tersedia dalam bentuk suplemen dan berpotensi untuk menawarkan manfaat tertentu. Namun, penting untuk diingat bahwa bukti medis terkait suplemen lesitin kedelai masih terbatas. Beberapa potensi manfaat dari suplemen lesitin kedelai, yaitu:
  • Menurunkan kolesterol

Salah satu alasan orang-orang mengonsumsi lesitin kedelai adalah potensinya untuk menurunkan kolesterol. Riset terkait efektivitas ini sebenarnya masih terbatas. Menurut sebuah studi pada hewan, hewan yang diberikan lesitin kedelai mengalami penurunan kolesterol jahat atau LDL tanpa menurunkan kolesterol baik atau HDL. Riset pada manusia pun menemukan temuan serupa terkait potensi lesitin kedelai untuk menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat.
  • Mengandung kolin

Kolin merupakan senyawa esensial yang berperan penting untuk tubuh. Kolin juga menjadi komponen dari neurotransmitter asetilkolin dan terkandung dalam berbagai makanan, termasuk lesitin kedelai, dalam bentuk senyawa yang disebut fosfatidilkolin.Seseorang yang tubuhnya kekurangan kolin berisiko mengalami masalah tertentu, seperti disfungsi organ, perlemakan hati, serta kerusakan otot. Beberapa individu mungkin mengonsumsi suplemen lesitin kedelai untuk mencukupkan kebutuhan kolin. 

Bisakah lesitin kedelai menimbulkan reaksi alergi?

Dalam proses produksi lesitin kedelai, banyak alergen dalam kedelai berhasil tersingkirkan. Dengan begitu, lesitin kedelai memiliki risiko yang kecil untuk menimbulkan reaksi alergi. Bahkan, manfaat ini berpeluang juga dirasakan oleh orang yang alergi terhadap kedelai sekalipun. Walau begitu, pada individu yang memiliki alergi kedelai pada level ekstrem, risiko reaksi alergi tetap ada. Pastikan Anda berhati-hati dalam mengonsumsi lesitin kedelai bila memiliki alergi terhadap kedelai. Untuk menghindari reaksi atau efek yang tidak diinginkan, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi suplemen lesitin kedelai. 

Catatan dari SehatQ

Pengemulsi lesitin kedelai cukup umum dicampurkan dalam makanan. Lesitin kedelai juga tersedia dalam bentuk suplemen karena diyakini dapat menurunkan kolesterol dan memberikan asupan kolin. Jika masih memiliki pertanyaan terkait lesitin kedelai, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
suplemennutrisisusu formulasusu kedelai
European Lecithin Manufacturers Association. http://www.elma-eu.org/what-is-lecithin
Diakses pada 22 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/is-soy-lecithin-good-or-bad-for-me
Diakses pada 22 Desember 2020
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/524606-what-are-the-dangers-of-soy-lecithin-ingestion
Diakses pada 22 Desember 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9733225
Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait