Mengenal Kretinisme, Penyakit Kegagalan Pertumbuhan pada Anak


Kretinisme adalah penyakit kekurangan hormon tiroid parah yang muncul pada bayi baru lahir. Kondisi ini bisa terjadi karena ibu kurang mengonsumsi yodium selama kehamilan atau memang ada gangguan pertumbuhan kelenjar tiroid di tubuh bayi.

0,0
22 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kretinisme adalah penyakit kekurangan hormon tiroid parah yang terjadi pada bayi baru lahir. Saat ini, istilah kretinisme sudah berganti nama menjadi hipotiroidisme kongenital. Bayi dengan penyakit ini akan terganggu pertumbuhannya, mengalami stunting, kelainan bentuk fisik, dan masalah fungsi saraf.Kretinisme ada dua jenis, yaitu endemik dan sporadik. Kretinisme endemik terjadi akibat ibu tidak mengonsumsi cukup yodium selama masa kehamilan. Sementara itu, kretinisme sporadik terjadi saat kelenjar tiroid tidak terbentuk dengan baik saat pembentukan janin.Istilah kretinisme hanya bisa digunakan pada bayi. Sementara itu, kondisi pada orang dewasa dengan gangguan kelenjar tiroid yang mirip dengan ini, disebut sebagai myxedema.

Tanda dan gejala kretinisme

Menurut Kementerian Kesehatan RI, 95% anak yang memiliki penyakit kretinisme, tidak langsung menunjukkan tanda-tanda gangguan tersebut saat dilahirkan. Kalaupun ada, biasanya gejala tersebut samar dan sulit dikenali.Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, lama-kelamaan gejala akan semakin jelas. Berikut ini gejala kretinisme yang bisa diamati pada Si Kecil.
  • Kulit berwarna kuning
  • Lemas
  • Lidah berukuran lebih besar dari kondisi normal atau makroglosi
  • Hidung pesek
  • Pusarnya bodong
  • Kulit kering
  • Sulit buang air besar atau sembelit
  • Muncul banyak luka di kulit
  • Suara serak
  • Saat makan mudah tersedak
  • Perut buncit
  • Ubun-ubunnya melebar
  • Ototnya tidak kuat menopang tubuh (hipotonia)
  • Mudah kedinginan
  • Wajahnya terlihat sembap
Kemunculan tanda-tanda fisik kretinisme sekaligus menandakan gejala lain seperti gangguan perkembangan dan retardasi mental. Pada anak yang menderita kondisi ini, hambatan pertumbuhan dan perkembangan biasanya mulai tampak di usia 3-6 bulan.Kretinisme akan membuat anak yang mengidapnya mengalami kesulitan saat belajar duduk, berdiri, bicara, maupun pencapaian lain yang sudah bisa dilakukan oleh teman seusianya. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan sangat merugikan kehidupannya.

Cara mendeteksi kretinisme

Karena deteksi dini adalah tahap yang paling penting dalam penyembuhan kretinisme, maka setiap bayi yang baru lahir wajib menjalani pemeriksaan tiroid sebagai pemeriksaan rutin normal.Dokter atau petugas kesehatan lain akan melakukan tes dengan menusukkan jarum kecil ke telapak kaki bayi untuk mengambil sampel darahnya.Sampel tersebut akan digunakan untuk melihat dua hal, yaitu:
  • Hormon tiroksin atau hormon T4. Hormon ini adalah hormon yang dibuat oleh kelenjar tiroid untuk membantu mengontrol metabolisme dan pertumbuhan.
  • Hormon tiroid stimulasi atau TSH. Hormon ini dibuat oleh kelenjar pituitari untuk menstimulasi kelenjar tiroid agar memproduksi lebih banyak hormon.
Jika kedua kadar tersebut tidak normal, maka dokter akan merujuk buah hati Anda untuk menjalani pemeriksaan lain, seperti pemeriksaan darah tambahan dan pemeriksaan radiologi.

Perawatan untuk anak dengan kretinisme

Perawatan untuk mengatasi kretinisme yang utama adalah dengan memenuhi kebutuhan hormon tiroid di tubuh anak menggunakan hormon tiruan. Saat ini, hormon tiruan yang tersedia hanyalah levothyroxine, sebagai hormon tiroid sintetis.Obat ini hanya tersedia dalam bentuk tablet. Oleh karena itu sebelum memberikannya pada anak, orang tua harus menghancurkan obat itu terlebih dahulu dan mencampurkannya ke dalam ASI, air, maupun susu formula.Perlu diingat bahwa obat ini tidak boleh dicampur dengan susu soya maupun olahan lain yang terbuat dari kacang kedelai. Sebab jika dikonsumsi secara bersamaan, kandungan yang ada di dalam kedelai akan menghambat penyerapan obat tersebut.Campuran obat dan cairan tersebut bisa diberikan ke anak lewat botol, sendok, atau apapun yang bisa diterima anak dengan mudah. Levothyroxine harus dikonsumsi secara teratur setiap hari, agar kadar hormon tiroid dalam tubuhnya bisa terus seimbang.Anda juga perlu membawa anak untuk menjalani pemeriksaan darah setiap 1-2 bulan sekali hingga ia berusia 6 bulan. Setelah masuk 6 bulan, anak bisa diperiksakan setiap 2-3 bulan sekali.Pada bayak kasus yang pernah terjadi, perawatan harus terus dilakukan seumur hidup agar fungsi organ serta pertumbuhannya bisa berlangsung normal. Namun bagi sebagian kasus lagi, kretinisme hanya bersifat sementara.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kretinisem maupun pengobatan serta pencegahannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kelenjar tiroidhormon tiroidhipotiroid kongenitalhipotiroidisme
American Thyroid Association. https://www.thyroid.org/congenital-hypothyroidism/
Diakses pada 9 November 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/PMK%20No.%2078%20ttg%20Skrinning%20Hipotiroid%20Kongenital.pdf
Diakses pada 9 November 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/congenital-hypothyroidism.html
Diakses pada 9 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/congenital-hypothyroidism#congenital-hypothyroidism-vs.-myxedema
Diakses pada 9 November 2020
Jurnal Balitbankes RI. http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/mgmi/article/download/2851/1827
Diakses pada 9 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait