Mengenal Kondisi Usus Turun, Mengapa Bisa Terjadi dan Apa Gejalanya?

(0)
02 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mengangkat beban yang terlalu berat bisa sebabkan usus turunUsus turun sering juga disebut sebagai hernia atau turun berok
Untuk bisa bertahan di tempatnya, usus di perut kita ditahan oleh suatu otot dan jaringan. Saat otot atau jaringan tersebut ada yang rusak atau melemah, bagian ini jadi tidak lagi kuat menahan usus. Akibatnya, usus bisa turun dan keluar dari tempatnya, menyebabkan benjolan dan rasa sakit. Kondisi usus turun ini juga sering kita sebut sebagai hernia atau turun berok.Benjolan yang muncul akibat usus turun biasanya terjadi di area perut. Namun, pada beberapa kasus, benjolan bisa juga muncul di paha bagian atas dan pangkal paha atau selangkangan.Secara umum kondisi ini tidak membahayakan nyawa. Namun kalau tidak segera diobati, usus yang keluar dari tempatnya tidak akan sembuh dengan sendirinya dan bisa berkembang menjadi suatu komplikasi yang serius.

Mengenal penyebab usus turun

Penyebab usus bisa turun dari tempat yang seharusnya adalah karena otot yang menopangnya lemah atau mengalami gangguan. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menyebabkan otot penopang usus menjadi lemah.Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan dan semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko Anda mengalami usus turun. Terkadang, seorang anak juga terlahir dengan kondisi otot perut yang lemah, sehingga lebih berisiko mengalami turun berok.

Tanda dan gejala usus turun

Munculnya benjolan di area perut, paha, atau selangkangan adalah tanda yang paling terlihat saat usus Anda turun. Benjolan ini tidak keras dan jika ditekan, akan kembali masuk. Benjolan juga akan terlihat menghilang saat Anda berada di posisi terlentang.Lalu saat Anda batuk, tertawa, menangis, atau mengejan, benjolan yang masuk saat ditekan tadi, akan kembali muncul. Selain munculnya benjolan, berikut ini beberapa gejala dan tanda lain yang biasanya akan Anda rasakan saat mengalami usus turun.
  • Nyeri di area benjolan
  • Sakit saat mengangkat barang berat
  • Perut terasa penuh atau begah dan ingin buang air terus-menerus
Pada beberapa kasus, usus turun tidak menyebabkan benjolan yang terlihat atau terasa jelas oleh penderitanya. Saat kondisi ini terjadi, beberapa gejala lain yang bisa dirasakan adalah:

Bagaimana cara mengembalikan posisi usus yang turun?

Apabila Anda sudah merasakan satu atau lebih dari gejala usus turun di atas, segeralah berobat ke dokter. Beberapa kondisi ini ada yang membutuhkan operasi untuk mengatasinya, tapi ada juga yang tidak. Dokter akan menentukan jenis perawatan yang paling tepat setelah pemeriksaan dilakukan.Operasi hernia biasanya dilakukan apabila benjolan yang muncul semakin membesar dan membuat Anda merasa kesakitan. Operasi untuk mengatasi kondisi ini sendiri terdiri dari beberapa jenis, seperti:

1. Operasi terbuka

Pada operasi ini, dokter akan menutup lubang di otot perut menggunakan teknik jahit jaringan biasa atau menjahitkan mesh hernia. Mesh adalah lembaran khusus untuk menutup jaringan yang rusak.Setelah otot yang lemah atau rusak tadi dijahit atau ditutup menggunakan mesh, dokter akan kembali menutup jaringan perut, dengan teknik jahit, staples, atau lem khusus operasi.

2. Operasi laparoskopi

Pada operasi laparoskopi, dokter akan menggunakan kamera kecil dan alat operasi khusus yang berukuran kecil, sehingga tidak perlu dilakukan pembukaan jaringan terlalu banyak. Saat melakukan operasi ini, dokter hanya akan membuat sayatan kecil di perut kemudian usus yang turun dikembalikan ke perut serta memperkuat bagian yang lemah dan sayatan ditutup kembali.Dokter akan menentukan jenis operasi yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Sebab, tidak semua kondisi usus turun bisa dioperasi dengan laparoskopi.

Mencegah usus turun kembali terjadi

Tidak semua hernia atau kondisi usus turun bisa dicegah, misalnya pada hernia yang terjadi karena gangguan otot perut sejak lahir. Namun, jika Anda tidak terlahir dengan kondisi tersebut, beberapa usaha di bawah ini berguna untuk mengurangi risiko kemunculan penyakit ini.
  • Batasi porsi makan agar tidak terlalu banyak. Lebih baik makan dalam porsi kecil namun lebih sering.
  • Jika Anda kelebihan berat badan, maka lakukanlah usaha untuk menurunkannya
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok, jika Anda memiliki kebiasaan merokok
  • Membatasi konsumsi makanan pedas
  • Benar-benar memperhatikan posisi dan cara yang tepat saat mengangkat barang yang berat
Apapun sebutannya, baik itu hernia, usus turun ataupun turun berok, kondisi ini tetaplah perlu diperiksakan ke dokter sesegera mungkin. Jangan tunda kunjungan Anda agar kondisi ini tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih parah.
herniausushernia umbilikalishernia inguinalhernia hiatus
Healthline. https://www.healthline.com/health/hernia
Diakses pada 5 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/142334
Diakses pada 5 Juni 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15757-hernia
Diakses pada 5 Juni 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/hernia/
Diakses pada 5 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait