Mengenal Kondiloma, Si Kutil Kelamin yang Disebabkan Infeksi Virus

Kondiloma rentan untuk dialami oleh orang-orang yang terinfeksi penyakit menular seksual
Kondiloma alias kutil kelamin muncul akibat infeksi virus HPV.

Istilah kondiloma merupakan istilah yang masih cukup asing bagi masyarakat, tetapi kondiloma cukup dikenal dengan nama lainnya, yaitu kutil kelamin.

Umumnya kondiloma dapat disebabkan oleh infeksi virus HPV yang menyebabkan munculnya kutil dalam bentuk benjolan-benjolan yang serupa dengan kembang kol. Pada kebanyakan kasus, sistem imun tubuh berhasil membunuh virus Human Papilloma Virus (HPV).

Mengenal jenis-jenis kondiloma

Kondiloma terdiri dari dua jenis dengan penyebab yang berbeda, yaitu:

1. Kondiloma akuminata

Kondiloma akuminata merupakan kutil kelamin yang muncul karena infeksi virus HPV tipe 6 dan 11. Terkadang kutil kelamin tersebut muncul berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah terinfeksi virus HPV.

Kondiloma akuminata dapat muncul di vulva (bagian luar vagina), vagina, penis, serviks, kulit di antara alat kelamin dan anus (perineum), dan di sekitar anus (perianal).

2. Kondiloma Lata

Kondiloma lata merupakan salah satu kondisi kulit yang muncul saat infeksi sifilis pada tahapan sekunder.

Kondiloma lata biasanya berbentuk luka yang seperti kulit berwarna putih keabuan serta tidak terasa sakit dan muncul di daerah yang lembab hangat. Kondiloma lata biasanya muncul di sekitar alat kelamin dan anus serta sangat menular.

Potensi munculnya Kondiloma

Kondiloma rentan untuk dialami oleh orang-orang yang terinfeksi penyakit menular seksual yang melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak diketahui latar belakangnya dan yang melakukan hubungan seksual dengan banyak orang.

Sistem imun yang rendah, melakukan kontak kulit dengan kutil penderita kondiloma, dan memiliki luka pada kulit dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondiloma.

Kondiloma dan kanker

Kondiloma yang disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe tertentu bisa berpotensi untuk memicu kanker. Beberapa kanker yang dapat dialami karena infeksi virus HPV adalah kanker pada vulva, kanker penis, kanker anus, kanker serviks, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Kondiloma dan kehamilan

Saat hamil, kutil kelamin dapat membesar atau bertambah banyak dan berdarah. Kutil kelamin dapat membesar dapat membuat penderita kesulitan untuk buang air kecil dan menghalangi vagina.

Selain itu, kutil kelamin dapat mengurangi kemampuan jaringan vagina untuk meregang saat melahirkan. Kutil kelamin yang besar di vulva atau di dalam vagina dapat berdarah saat proses melahirkan anak.

Pada beberapa kasus khusus, bayi dapat terinfeksi dengan kondiloma pada tenggorokannya dan dapat menyebabkan terhalangnya pernapasan bayi. Jika hal itu terjadi, bayi perlu dioperasi untuk mengangkat kutil dalam tenggorokannya.

Biasanya, dokter akan mengoperasi kutil kelamin pada ibu hamil atau merekomendasikan operasi caesar atau bedah sesar saat kelahiran bayi.

Pencegahan kondiloma

Kondiloma atau kutil kelamin dapat dicegah dengan penggunaan kondom. Meskipun tidak 100 persen dapat melindungi, tetapi kondom dapat mencegah Anda mengalami kondiloma.

Selain penggunaan kondom, Anda juga dapat mencegah kondiloma dengan melakukan imunisasi HPV Gardasil 9 yang dapat melindungi Anda dari sembilan jenis virus HPV.

Namun, terdapat beberapa efek samping dari vaksin Gardasil 9. Anda dapat mengalami efek samping berupa sakit kepala, demam ringan atau gejala seperti flu, rasa pegal pada daerah tubuh yang diberikan injeksi vaksin Gardasil 9, pusing, dan pingsan.

Bagi para wanita, pemeriksaan pap smear dapat mendeteksi ada tidaknya kondiloma yang terjadi akibat dari infeksi HPV. Selain itu, pap smear juga dapat membantu untuk mendeteksi kanker serviks.

Pengobatan kondiloma

Kondiloma memang terlihat mengganggu dan berpotensi menimbulkan kanker, tetapi tidak berarti kondiloma tidak dapat diobati. Bila Anda memiliki kondiloma, umumnya dokter akan memberikan salep atau krim yang digunakan untuk meningkatkan imun tubuh dalam melawan kondiloma (imiquimod) atau menghilangkan kondiloma (podophylin, sinecathechin, asam trikloroasetik, podofilox)

Namun, pada kasus tertentu, apabila Anda sedang hamil atau tidak mengalami perkembangan setelah diberikan salep atau krim, maka Anda dapat melakukan operasi bedah, seperti:

  • Pemotongan kondiloma dengan alat khusus dan penggunaan obat bius untuk mengatasi rasa sait saat bedah
  • Pembekuan dengan cairan nitrogen di daerah sekitar kondiloma untuk menimbulkan lepuhan yang dapat membuat kondiloma lepas (cryotheraphy)
  • Terapi laser dengan pancaran sinar yang intens ke kondiloma
  • Penggunaan aliran listrik untuk membakan kondiloma (electrocautery)

Konsultasikan ke dokter

Jika Anda mengalami kutil kelamin, segera berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penanganan sebelum kondiloma yang dialami makin parah.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/infections-prevention-genital-warts
Diakses pada 16 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-warts/symptoms-causes/syc-20355234
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596
Diakses pada 16 April 2019

Melbourne Sexual Health Care. https://www.mshc.org.au/HealthProfessional/OnlineEducation/CondylomataLata/tabid/328/Default.aspx#.XLVGZugzbIU
Diakses pada 16 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-pregnancy#1
Diakses pada 16 April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/781735-overview#a1
https://emedicine.medscape.com/article/229461-overview#a1
Diakses pada 16 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed