Mengenal Keju Cottage, Sumber Protein Sehat yang Cepat Bikin Kenyang

Keju cottage memiliki tekstur lunak, lembut, creamy, dan berwarna putih
Keju cottage dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan maupun dicampurkan dengan makanan lain

Keju cottage mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Memang, keju yang satu ini masih kalah tenar dibanding jenis keju lain di Indonesia. Namun keju ini sering disebut-sebut sebagai salah satu makanan sehat yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Banyak orang beranggapan bahwa keju penuh lemak dan dapat menyebabkan kenaikan berat. Eits, jangan salah! Justru keju cottage sering dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani program diet.

Apa itu cottage cheese?

Proses pembuatan keju berbeda-beda tergantung jenisnya. Ada keju yang harus melalui proses penuaan atau pematangan untuk memunculkan rasa, ada pula keju segar yang siap dikonsumsi setelah dibuat. 

Keju cottage adalah keju yang dibuat dengan cara mengentalkan susu menggunakan zat yang asam seperti jeruk nipis atau cuka. Saat tingkat keasaman susu meningkat, maka akan terbentuk dadih atau bongkahan seperti mentega yang disebut kasein. Kasein ini akan terpisah dari whey, bagian cair susu yang sering disebut serum susu.

Setelah mengeras, dadih kasein dipotong-potong dan dipanaskan untuk menguapkan sisa kandungan air. Kemudian, dadih dicuci untuk menghilangkan keasaman dan dijemur untuk menghilangkan kelembapan. 

Keju cottage termasuk keju segar dan rasanya sangat ringan bila dibandingkan dengan keju tua seperti parmesan, gruyere, maupun gouda. Keju cottage memiliki tekstur lunak, lembut, creamy, dan berwarna putih. 

Biasanya keju cottage dibuat dari susu sapi yang telah dipasteurisasi, mulai dari susu bebas lemak, rendah lemak, maupun full-cream. Kandungan nutrisinya bergantung pada jenis susu yang digunakan.

Mengenal kandungan nutrisi keju cottage

Menurut Departemen Agrikultur Amerika Serikat (USDA), nutrisi yang biasanya terdapat dalam 100 gram keju cottage adalah:

  • Kalori: 98
  • Energi: 98 kkal
  • Lemak: 4,5 gram
  • Laktosa: 2,6 gram
  • Protein: 11,12 gram
  • Vitamin A
  • Vitamin D

Selain itu, keju cottage juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, potassium, sodium, selenium, dan zinc. 

Orang-orang yang sedang berdiet senang mengonsumsi keju cottage karena jumlah kalori yang relatif rendah. Biasanya mereka memilih keju yang terbuat dari susu bebas lemak atau rendah lemak. 

Manfaat mengonsumsi keju cottage

Setelah mengetahui kandungan nutrisinya, Anda juga perlu mengenal apa saja manfaat keju cottage untuk tubuh. Berikut ini manfaat mengonsumsi keju cottage:

1. Menurunkan berat badan

Karena tinggi protein dan rendah kalori, banyak orang senang memasukkan keju cottage ke dalam menu diet mereka. Sebuah studi meneliti orang-orang yang menjalankan diet dengan mengonsumsi makanan tinggi protein seperti keju cottage selama setahun. Hasilnya menunjukkan bahwa diet tersebut membantu menurunkan berat badan sekitar 2,8 kg pada wanita dan 1,4 kg pada pria. 

Selain itu, kandungan kasein dalam keju cottage terbukti meningkatkan perasaan kenyang, sama seperti ketika mengonsumsi telur. Tentu saja perasaan kenyang ini dapat menyebabkan berkurangnya asupan kalori dan penurunan berat badan. Walaupun demikian, konsumsi keju ini bukan satu-satunya resep diet.

2. Memperkuat tulang dan membentuk otot

Para atlet dan pecinta olahraga menyukai keju cottage karena mengandung protein kasein yang tinggi. Jenis protein ini memang cocok untuk Anda yang ingin membentuk otot. Kasein lebih lambat diserap tubuh sehingga efektif dalam menghambat kerusakan otot.

Selain protein, keju cottage juga mengandung kalsium sebanyak 8% dari jumlah kebutuhan kalsium yang direkomendasikan. Kalsium berfungsi menguatkan tulang. Nutrisi ini dibutuhkan tak hanya oleh anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan orang dewasa.

3. Mencegah resistensi insulin

Resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Namun, mengonsumsi kalsium yang terkandung dalam produk susu seperti keju cottage dipercaya dapat membantu mengurangi resistensi insulin. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi produk susu (dairy product) justru menurunkan risiko resistensi insulin hingga 21 persen. 

Selain itu, keju cottage juga dapat menurunkan kadar gula darah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Meski demikian, mengonsumsi keju cottage tidak dapat menggantikan pengobatan maupun terapi yang tengah dijalani.

4. Mencegah stroke

Selain nutrisi yang telah disebutkan di atas, keju cottage juga mengandung nutrisi lain, yaitu kalium atau potassium. Kalium merupakan nutrisi yang berfungsi untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh dan komponen terpenting dalam aktivitas saraf otot maupun otak. Mengonsumsi kalium secara teratur dapat membantu mencegah stroke karena kalium dapat menurunkan tekanan darah dan juga kontraksi pembuluh darah. Selain itu, kalium juga dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan. 

5. Sumber antioksidan

Keju cottage mengandung selenium yang bermanfaat sebagai antioksidan - pelindung sel dan DNA dari kerusakan. Jumlah selenium yang dibutuhkan oleh tubuh manusia hanya sedikit, sekitar 50-70 mcg pada orang dewasa. 

Bagaimana cara mengonsumsi keju cottage?

Keju cottage memiliki rasa yang cenderung ringan sehingga mudah dipadukan dengan makanan lainnya. Beberapa ide untuk mengonsumsi keju cottage adalah:

  • Dicampurkan dalam salad sebagai tambahan protein
  • Taburkan di atas buah-buahan seperti stroberi, blueberry, atau melon untuk hidangan pencuci mulut yang sehat
  • Dibuat menjadi saus cocolan untuk menemani brokoli atau wortel kukus
  • Ditambahkan sebagai topping roti panggang
  • Dicampur dengan telur untuk membuat scramble egg bertekstur creamy

Meski keju cottage punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, namun Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya, terutama bila memiliki alergi. Bila Anda intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi, sebaiknya jangan mengonsumsi keju cottage sama sekali.

Jika timbul gejala seperti ruam, gatal-gatal, perut kembung, atau bahkan sesak napas setelah mengonsumsi keju cottage, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cottage-cheese-is-super-healthy#weight-loss
Diakses pada 13 Juni 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22642074/
Diakses pada 13 Juni 2020

NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11966382/
Diakses pada 13 Juni 2020

Organic Facts. https://www.organicfacts.net/health-benefits/animal-product/health-benefits-of-cottage-cheese.html
Diakses pada 13 Juni 2020

US Department of Agriculture. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/172179/nutrients;man=
Diakses pada 13 Juni 2020

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/cottage-cheese-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4109409
Diakses pada 13 Juni 2020

Artikel Terkait