Mengenal Kebiasaan Mengigau, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

Mengigau bisa menggangu jam tidur Anda.
Mengigau tergolong dalam kategori parasomnia atau kebiasaan aneh yang terjadi saat tidur.

Mengigau atau sleep talking adalah kondisi medis yang tidak bisa Anda sadari sendiri. Biasanya, orang yang tidur di sebelah Anda lah yang akan memberi tahu di pagi hari.

Mengigau masuk dalam kategori parasomnia atau berperilaku atau berbicara tidak normal saat penderitanya sedang tertidur.

Haruskah mengigau dikhawatirkan? Kenali berbagai jenis dan faktor risiko mengigau, yang mungkin mengganggu tidur Anda selama ini.

Apa itu mengigau?

Mengigau atau sleep talking adalah masalah tidur yang diberi nama medis somniloquy. Para dokter belum mengetahui penyebabnya. Pertanyaan lain yang sampai saat ini belum terjawab adalah, “Apa yang ada di dalam pikiran para penderitanya saat sedang mengigau?”

Masalahnya, orang-orang yang mengigau di malam hari, tidak akan ingat yang mereka katakan saat mengigau. Bahkan, mereka pun tidak bisa ingat telah mengigau semalaman suntuk.

Di saat mengigau, penderitanya cenderung mengucapkan satu kalimat penuh. Lebih dari itu, bahasa yang diucapkan saat mengigau, bisa jadi bukan bahasa sehari-hari penderitanya.

Walau demikian, mengigau dianggap sebagai kondisi medis yang tidak berbahaya. Tapi, bisa saja mengigau mengganggu tidur Anda.

Jenis mengigau dan fasenya

Mengigau
Mengigau juga ada fase dan jenisnya

Jangan salah, mengigau pun ada jenis dan tingkat keparahannya. Biasanya, jenis dan tingkat keparahannya akan ditentukan dari yang diucapkan saat mengigau.

  • Tahap 1 dan 2

Dalam tahap 1 dan 2, kata-kata yang diucapkan saat mengigau akan mudah dimengerti. Biasanya, kata-kata ini akan diucapkan lewat bahasa sehari-hari sang penderita.

Seseorang yang mengigau pada tahap 1 dan 2 akan mengucapkan kata-kata yang masih masuk nalar. Orang yang mendengarkannya pun bisa mengerti apa yang diucapkan.

  • Tahap 3 dan 4

Dalam tahap ini, sang pengigau sudah berada dalam tidur yang sangat nyenyak. Kata-kata yang diucapkan saat sedang mengigau, akan sulit dimengerti. Bahasa yang digunakan pun bukanlah bahasa sehari-hari.

Saat datang ke dokter untuk berkonsultasi, ajaklah seorang “saksi” yang melihat Anda saat mengigau. Keberadaan saksi bisa membantu dokter dalam mendiagnosis jenis mengigau yang Anda idap.

Tingkat keparahan mengigau

Mengigau
Tingkat keparahan mengigau

Tidak hanya jenisnya, tapi tingkat keparahan mengigay juga berbeda. Lagi-lagi, tingkat keparahan dari mengigau ini hanya bisa diketahui oleh saksi mata yang berada di dekat Anda saat sedang mengigau.

  • Ringan. Mengigau dianggap ringan jika terjadi kurang dari sekali dalam sebulan.
  • Sedang. Mengigau dianggap sedang jika terjadi sekali seminggu, tapi tidak setiap malam. Dalam tingkat keparahan sedang, mengigau tidak akan mengganggu tidur Anda ataupun orang di sekitarnya.
  • Parah. Mengigau dianggap parah jika terjadi setiap malam dan bisa mengganggu jam tidur Anda dan orang yang beristirahat di sekelilingnya.

Dengan mengetahui tingkat keparahan mengigau yang Anda rasakan, dokter akan merekomendasikan berbagai macam pengobatan atau terapi yang bisa hilangkan kebiasaan mengigau itu.

Siapa yang berisiko mengigau di malam hari?

Mengigau dapat terjadi pada siapa saja. Namun, kondisi ini lebih sering “menyerang” anak-anak dan pria dewasa. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa mengigau dapat diakibatkan oleh faktor genetik. Jadi, jika Anda punya orangtua yang suka mengigau, ada kemungkinan bahwa Anda akan mengigau juga.

Namun, ada beberapa pemicu yang bisa menyebabkan Anda mengigau di malam hari, yaitu:

  • Penyakit
  • Demam tinggi
  • Konsumsi alkohol
  • Stres
  • Kondisi kesehatan mental seperti depresi
  • Kurang tidur

Para pengidap gangguan tidur seperti sleep anea dan sleep walking (berjalan saat tidur) juga bisa menjadi penyebab mengigau. Bahkan, mimpi buruk di malam hari, juga dapat memicu Anda mengigau.

Kapan harus ke dokter?

Jangan kira mengigau tidak butuh perawatan dokter. Sebab, mengigau yang sudah mengganggu jam tidur pribadi ataupun orang di sekitar Anda, harus segera ditangani. Itulah saat yang tepat untuk Anda datang dokter dan meminta pertolongan.

Bahkan, dalam kasus yang langka, mengigau bisa terjadi dengan kondisi medis mengerikan, seperti gangguan kejiwaan dan kejang di malam hari.

Apalagi kalau kebiasaan mengigau ini baru terjadi setelah Anda berusia 25 tahun. Sebab, mengigau di usia dewasa bisa menjadi penanda adanya penyakit yang sedang diidap.

Pengobatan untuk mengigau

Sejauh ini, tidak ada pengobatan yang bisa menghilangkan kebiasaa mengigau. Sebab, dokter saja belum mengetahui secara pasti penyebabnya.

Namun, dokter bisa memberikan berbagai macam tips supaya Anda tetap bisa mendapatkan jam tidur yang cukup yaitu 7-9 jam per hari.

Jika pasangan atau anggota keluarga terganggu dengan kebiasaan mengigau yang Anda idap, beberapa hal ini bisa dicoba:

  • Tidur di kasur ataupun kamar yang berbeda
  • Meminta orang yang tidur satu kasur dengan Anda untuk menggunakan penutup telinga
  • Menggunakan white noise (penyamar kebisingan)

Tidak hanya itu, biasanya dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup, supaya mengigau tidak lagi terjadi. Perubahan gaya hidup itu meliputi

Jangan sekali-kali meremehkan kebiasaan mengigau. Sebab, tidak hanya Anda yang akan terugikan dari kebiasaan ini. Namun, orang-orang di sekitar juga bisa merasakan dampaknya.

Web MD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/talking-in-your-sleep#1
Diakses pada 2 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep-talking
Diakses pada 2 April 2020

Artikel Terkait