Mengenal KB Steril, Metode Kontrasepsi Permanen untuk Mencegah Kehamilan


KB steril (sterilisasi) memberikan efek yang permanen. Artinya, Anda mungkin tidak bisa lagi memiliki anak setelah melakukannya. Ada 2 metode yang dapat dilakukan, yakni vasektomi dan tubektomi. Perbedaan keduanya adalah vasektomi dilakukan pada laki-laki, sedangkan tubektomi dilakukan pada perempuan.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
perbedaan kb steril tubektomi dan vasektomiKB steril (sterilisasi) bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu tubektomi dan vasektomi
Ada beberapa pilihan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi oral atau vaginal biasanya banyak dipilih dan dapat memberikan efek sementara. Sedangkan, beberapa pasangan yang telah memutuskan untuk tidak lagi menambah anak memilih jalan KB steril.
Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang KB steril dan metode yang dilakukan.

Apa itu KB steril?

KB steril, disebut juga sterilisasi, adalah metode kontrasepsi permanen atau jangka panjang untuk mencegah kehamilan. Sterilisasi biasanya dilakukan oleh pasangan yang sudah bertekad untuk tidak lagi memiliki keturunan. Sterilisasi merupakan proses pembedahan yang bisa dilakukan baik pada wanita maupun pria. Terdapat dua metode sterilisasi, yaitu tubektomi pada wanita dan vasektomi pada pria. Menurut FDA, sterilisasi menjadi metode kontrasepsi populer kedua di Amerika Serikat setelah pil KB. Meski masih terbilang jarang, sterilisasi di Indonesia termasuk pilihan metode kontrasepsi jangka panjang yang biasa dilakukan untuk mencegah kehamilan risiko tinggi.BACA JUGA: Apakah KB Steril Bisa Hamil Lagi? 

Apakah perbedaan antara tubektomi dan vasektomi?

Terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara tubektomi dan vasektomi berikut ini. 

1. Prosedur tubektomi dan vasektomi

Tubektomi adalah metode sterilisasi permanen pada wanita. Tubektomi atau ligasi tuba dilakukan melalui pembedahan dengan cara memotong dan menutup tuba falopi. Tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dan rahim. Hal ini bertujuan mencegah keluarnya sel telur agar tidak terjadi pembuahan. Sementara itu, vasektomi adalah metode sterilisasi permanen pada pria. Vasektomi dilakukan melalui pembedahan dengan cara memotong saluran sperma (vas deferens) yang berasal dari testis ke uretra. Hal ini bertujuan mencegah pelepasan sperma saat ejakulasi.  Kedua metode sterilisasi ini bersifat permanen atau tidak bisa dikembalikan 100% seperti semula. Artinya, jika prosedur ini berhasil, besar kemungkinan Anda tidak akan mendapat keturunan di kemudian hari. Pada beberapa kasus, pembalikan tindakan sterilisasi justru melibatkan operasi yang lebih besar, dengan biaya yang lebih tinggi, risiko gangguan kesehatan yang tinggi, dan tingkat keberhasilan akan kehamilan yang rendah. BACA JUGA: Pengaruh Vasektomi Terhadap Kehidupan Seksual Pria

2. Efek samping

Sebagaimana prosedur medis lainnya, efek samping atau risiko dari tindakan sterilisasi pasti ada. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin timbul pada tindakan tubektomi:
  • Reaksi alergi terhadap anestesi
  • Kerusakan organ di sekitar tuba falopi, seperti usus atau ureter
  • Infeksi, peradangan, atau nyeri berkelanjutan
  • Perdarahan
  • Kehamilan
  • Kehamilan ektopik atau luar rahim 
Sementara itu, efek samping yang mungkin muncul pada tindakan vasektomi antara lain:
  • Memar 
  • Benjolan di sekitar luka
  • Rasa sakit dalam beberapa hari hingga beberapa minggu
  • Jaringan parut di lokasi luka

Mana lebih baik, tubektomi atau vasektomi?

Metode sterilisasi biasanya cukup dilakukan oleh salah satu pasangan dengan pertimbangan tertentu. Diskusikan hal ini dengan pasangan Anda dan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan.Baik tubektomi maupun vasektomi memiliki efektivitas dan angka keberhasilan yang tinggi dalam mencegah kehamilan. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa vasektomi lebih baik dilakukan karena prosedurnya lebih mudah dan risikonya lebih kecil. Berikut ini beberapa pertimbangan vasektomi lebih baik dilakukan daripada tubektomi:
  • Prosedur lebih mudah dengan sayatan kecil dan bius lokal
  • Harga lebih terjangkau
  • Minim efek samping
  • Tidak meningkatkan risiko kehamilan ektopik

Catatan dari SehatQ

Tubektomi dan vasektomi adalah metode sterilisasi atau KB steril yang sama-sama bertujuan mencegah kehamilan secara permanen. Kedua metode ini terbilang efektif dan aman dalam mencegah kehamilan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, bahkan mencapai 99%. Mengingat sterilisasi memberikan efek permanen, Anda dan pasangan perlu mendiskusikannya matang-matang dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang KB steril atau metode yang cocok untuk Anda dan pasangan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
vasektomipenggunaan kbmerencanakan kehamilankontrasepsi
Betterhealth Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-female-sterilisation
Diakses pada 25 Oktober 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/permanent-birth-control-methods-906907#citation-7
Diakses pada 25 Oktober 2021
FDA. https://www.fda.gov/medical-devices/implants-and-prosthetics/essure-permanent-birth-control
Diakses pada 25 Oktober 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-kespro.pdf
Diakses pada 25 Oktober 2021
Marie Stopes Vasectomy. https://www.vasectomy.org.au/faqs/vasectomy-vs-tubal-ligation/
Diakses pada 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait