Mengenal Kanker Leher dan Kepala, di Bagian Mana Saja Sel Kanker Bisa Muncul?

(0)
30 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kanker leher dan kepala merujuk pada kanker yang muncul di leher atau kepala, seperti di sinus, rongga mulut, tenggorokan, atau hidungDua faktor risiko utama kanker leher dan kepala adalah rokok dan alkohol
Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkontrol. Sel kanker tersebut dapat muncul di berbagai area di dalam tubuh. Apabila kanker berkembang dari area di dalam rongga kepala dan leher, maka kanker ini dirujuk sebagai kanker leher dan kepala. Bagian apa saja yang bisa muncul sel kanker leher dan kepala?

Kanker leher dan kepala, seperti apa?

Sesuai namanya, kanker leher dan kepala adalah kanker yang tumbuh di area leher dan kepala. Secara spesifik, kanker tersebut dapat muncul di area berikut ini:
  • Di sinus, yakni ruang di sekitar hidung di bagian dalam tulang tengkorak
  • Di dalam dan di belakang hidung.
  • Di dalam mulut, termasuk lidah, gusi, dan langit-langit mulut
  • Di bagian belakang mulut dan tenggorokan (faring) yang meliputi tiga bagian, yaitu nasofaring, orofaring, dan hipofaring
  • Di laring atau kotak suara
  • Di bibir, meski kanker di bibir juga menjadi jenis kanker kulit
  • Di kelenjar air liur, namun relatif jarang terjadi
Kanker yang muncul dari leher dan kepala juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain – disebut dengan metastasis. Misalnya, kanker dapat menyebar ke paru-paru dan kemudian tumbuh di organ pernapasan tersebut. 

Gejala kanker leher dan kepala yang perlu dicermati

Kanker leher dan kepala dapat menimbulkan gejala sesuai dengan area tempat munculnya kanker:

1. Gejala kanker di area mulut

  • Luka putih atau merah yang tidak sembuh-sembuh di gusi, lidah, atau dinding rongga mulut
  • Pembengkakan di rahang
  • Perdarahan atau nyeri yang tidak biasa di mulut
  • Adanya benjolan atau penebalan di mulut
  • Masalah dengan gigi palsu untuk pasien yang menggunakan gigi palsu

2. Gejala kanker di area faring atau tenggorokan

  • Kesulitan bernapas atau berbicara
  • Adanya benjolan atau penebalan di tenggorokan
  • Kesulitan mengunyah atau menelan makanan
  • Perasaan adanya sesuatu yang tersangkut di tenggorokan
  • Sakit di tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
  • Nyeri, telinga berdenging, atau kesulitan mendengar

3. Gejala kanker di area laring atau kotak suara

  • Nyeri saat menelan
  • Perubahan suara, seperti suara serak
  • Benjolan atau pembengkakan di leher
  • Sakit tenggorokan atau telinga yang terjadi secara terus-menerus

4. Gejala kanker di area sinus dan rongga hidung

  • Sinus tersumbat yang tidak kunjung pulih
  • Infeksi sinus yang tidak pulih walau diobati dengan antibiotik
  • Perdarahan melalui hidung
  • Sakit kepala
  • Nyeri dan bengkak di sekitar mata
  • Nyeri di gigi bagian atas
  • Masalah dengan gigi palsu untuk pasien yang menggunakan gigi palsu

Faktor risiko kanker leher dan kepala

Dua faktor risiko utama kanker leher dan kepala adalah rokok dan alkohol. Rokok, apa pun jenisnya, harus Anda hindari karena sejatinya tidak memiliki manfaat bagi tubuh. Untuk alkohol, Anda harus membatasi konsumsinya demi turunkan risiko kanker dan penyakit lain.Sekitar 70% kasus kanker di bagian orofaring (faring bagian tengah) dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), infeksi yang bisa terjadi karena hubungan seks berisiko. Beberapa faktor risiko lain termasuk paparan sinar matahari dan sinar UV buatan untuk kanker di bibir, mulut yang tidak terjaga kebersihannya untuk kanker mulut, serta paparan zat tertentu seperti debu kayu, asbestos, nikel, dan formalin untuk kanker di faring.

Penanganan kanker leher dan kepala

Ada beberapa pilihan strategi untuk menangani kanker leher dan kepala, namun yang beberapa yang utama yakni operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi tertarget, dan imunoterapi.

1. Operasi

Tindakan bedah atau operasi merupakan penanganan lokal untuk kanker leher dan kepala. Tindakan bedah dilakukan untuk menyingkirkan kanker dan ujung jaringan sehat di sekitarnya. Pada beberapa kasus, dokter mungkin juga mengangkat semua jaringan lidah, tenggorokan, kotak suara, trakea, tulang rahang, atau bahkan nodus limfa di leher. Operasi atau bedah juga dilakukan untuk tujuan lain. Misalnya, jika pasien tidak bisa menelan makanan karena adanya tumor, tindakan bedah akan dilakukan untuk menempatkan selang makanan.

2. Terapi radiasi

Sesuai namanya, terapi radiasi merupakan tindakan menggunakan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk membunuh sel kanker. Terdapat dua jenis terapi radiasi, yakni dengan menggunakan mesin dari luar tubuh (external beam radiation) atau dengan biji partikel radioaktif yang diletakkan di dalam tubuh di sekitar area munculnya kanker (brachytherapy).

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah tindakan dengan menggunakan obat-obatan untuk melawan kanker. Obat-obatan dalam terapi kemo dapat dikonsumsi secara oral atau diberikan secara intravena selama waktu tertentu. Penanganan ini dapat berlangsung selama beberapa bulan.Hanya saja, selain menyerang sel kanker, kemoterapi berisiko pula menyerang sel-sel tubuh yang sehat. 

4. Terapi tertarget

Terapi tertarget juga menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Namun, bedanya dan kemoterapi, terapi tertarget bisa lebih fokus pada sel kanker dan cenderung tidak merusak sel-sel sehat. Terapi tertarget juga dapat mencegah sel kanker membelah diri dan membuat sel baru – berbeda dengan terapi kemo yang fokus pada sel kanker yang sudah ada. 

5. Imunoterapi

Imunoterapi menjadi tindakan yang cenderung lebih baru untuk menangani kanker, termasuk kanker leher dan kepala. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan agar sel imun tubuh dapat menyerang sel kanker. Terapi ini cenderung memiliki efek samping yang lebih sedikit walau terkadang bisa bersifat serius.

Catatan dari SehatQ

Kanker leher dan kepala merujuk pada kanker yang muncul di leher atau kepala, seperti di sinus, rongga mulut, tenggorokan, atau hidung. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kanker leher dan kepala, termasuk merokok, alkohol, bahkan oral seks. 
kankerkanker nasofaringkanker laringkanker kelenjar air liur
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/oral-cavity-and-oropharyngeal-cancer/if-you-have-head-or-neck-cancer.html
Diakses pada 18 Agustus 2020
Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/cancer/headneck
Diakses pada 18 Agustus 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/head-and-neck/head-neck-fact-sheet
Diakses pada 18 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/laryngeal-cancer/
Diakses pada 19 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait