Mengenal Kalsium Laktat, Zat Aditif Makanan yang Juga Dikonsumsi Sebagai Suplemen


Kalsium laktat adalah zat aditif yang dicampurkan ke dalam makanan olahan maupun makanan segar. Kalsium laktat juga digunakan sebagai suplemen walau kalah populer dibandingkan kalsium karbonat.

(0)
06 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kalsium laktat adalah zat aditif yang dicampurkan ke dalam suplemen kalsiumWalau diakui aman, penting untuk diingat bahwa asupan kalsium laktat yang berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia
Kalsium merupakan mineral yang berperan penting bagi tubuh. Ternyata, kalsium pun dicampurkan dalam suplemen kalsium serta digunakan sebagai zat aditif dalam bentuk kalsium laktat. Amankah penggunaan kalsium laktat sebagai zat aditif dan suplemen?

Apa itu kalsium laktat?

Kalsium laktat adalah zat aditif makanan yang digunakan untuk menstabilkan, mengentalkan, memberi rasa, mengeraskan, hingga menggembungkan makanan. Zat aditif ini dibuat dengan menetralkan asam laktat dengan kalsium karbonat atau kalsium hidroksida, menghasilkan kalsium laktat yang berwarna putih atau krem serta hampir tidak berbau.Selain dicampurkan ke makanan, kalsium laktat juga dapat dimasukkan ke produk suplemen kalsium atau obat tertentu. Obat yang mengandung kalsium laktat termasuk obat untuk mengatasi refluks asam lambung, pengeroposan tulang, gangguan pada kelenjar paratiroid, atau masalah otot tertentu. Tak sampai di situ, kalsium laktat turut digunakan oleh produsen pakan ternak serta dimanfaatkan untuk mengolah air agar bisa dikonsumsi manusia.Meski namanya mirip, kalsium laktat tidak mengandung laktosa. Kalsium laktat yang memiliki kode E-E327 ini dilaporkan aman untuk individu yang memiliki intoleransi laktosa.

Ragam makanan yang mengandung aditif kalsium laktat

Kalsium laktat biasanya digunakan sebagai zat aditif untuk produk-produk makanan kemasan, termasuk:
  • Selai
  • Jeli
  • Mentega, margarin, dan jenis produk berlemak lain yang digunakan untuk memasak atau menggoreng
  • Buah dan sayuran kalengan
  • Bir
Selain untuk produk makanan olahan, kalsium laktat terkadang juga dicampurkan ke makanan segar, seperti keju mozzarella, pasta segar, atau buah “kemasan” yang sudah dipotong-potong. Penambahan kalsium laktat tersebut bertujuan untuk membantu mempertahankan tekstur atau memperpanjang umur makanan.Konsumen dapat mengetahui apakah suatu makanan mengandung kalsium laktat dengan mencarinya di daftar bahan (ingredients). Kalsium laktat juga terkadang tercantum dalam bentuk kodenya yaitu E327.

Kalsium laktat sebagai suplemen

Selain dicampurkan sebagai zat aditif, kalsium laktat juga dicampurkan dalam suplemen kalsium. Riset yang yang mengkaji manfaat kalsium laktat bagi kesehatan masih sangat sedikit. Namun, dilaporkan bahwa kalsium laktat dapat menjadi sumber utama kalsium dalam produk suplemen. Kalsium laktat cenderung memberikan kadar kalsium yang lebih kecil daripada bentuk kalsium lain yang lebih populer, seperti kalsium karbonat dan kalsium sitrat. Dengan demikian, butiran suplemen kalsium laktat biasanya berukuran lebih besar untuk menghasilkan dosis yang setara dengan bentuk kalsium lain di atas. Konsumen biasanya juga lebih sulit untuk menelan tablet suplemen kalsium laktat.Kalsium laktat tidak memberikan manfaat tambahan apa pun selain manfaat dari kalsium sitrat. Itulah mengapa kalsium laktat cenderung jarang dicampurkan sebagai bahan utama dalam suplemen kalsium.

Potensi manfaat suplemen kalsium laktat untuk kesehatan

Jika dikonsumsi sebagai suplemen, kalsium laktat berpotensi dapat memberikan manfaat yang serupa dengan manfaat yang ditawarkan suplemen kalsium lainnya. Manfaat tersebut, termasuk:

1. Menguatkan tulang

Suplemen kalsium dilaporkan dapat membantu pengembangan dan pemeliharaan tulang yang kuat dan sehat. Efek ini bisa diberikan suplemen kalsium jika dikombinasikan suplemen vitamin D. 

2. Menurunkan tekanan darah

Pola makan yang kaya kalsium dilaporkan dapat sedikit membantu menurunkan tekanan darah sistolik pada orang dengan tekanan darah tinggi. Namun, pada orang dengan tingkat tekanan darah yang normal, manfaat tersebut cenderung tidak signifikan. 

3. Menurunkan risiko preeklampsia

Asupan kalsium yang cukup selama kehamilan dapat menurunkan risiko preeklampsia. Preeklampsia merupakan komplikasi serius yang memengaruhi hingga 14% kehamilan di seluruh dunia.

4. Menurunkan risiko kanker usus besar

Asupan kalsium yang tinggi dari makanan atau suplemen dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Namun, walau menarik, dibutuhkan lebih banyak riset untuk mengonfirmasikan temuan ini.

Amankah penggunaan dan konsumsi kalsium laktat?

Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat mengkategorikan kalsium laktat sebagai produk yang umumnya diakui aman atau generally recognized as safe (GRAS). Kalsium laktat dapat ditambahkan ke semua makanan, kecuali produk makanan bayi dan susu formula.Kalsium laktat juga dilaporkan sebagai sumber kalsium yang aman dalam suplemen kalsium. Selain itu, karena mengandung lebih sedikit mineral kalsium daripada bentuk lain, kalsium laktat cenderung tidak menyebabkan sembelit atau sakit perut – efek samping yang dikaitkan dengan suplemen kalsium karbonat.

Perhatian dalam penggunaan suplemen kalsium laktat

Walau diakui aman, penting untuk diingat bahwa asupan kalsium laktat yang berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia. Kondisi ini ditandai dengan kadar kalsium yang sangat tinggi di dalam darah dan berisiko memicu masalah jantung atau ginjal.Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen kalsium, termasuk yang mengandung kalsium laktat. Dokter dapat menganjurkan pemberian dosis yang aman. Dosis aman asupan kalsium, yaitu:
  • Maksimal 2.500 mg per hari untuk orang dewasa di bawah 50 tahun dan ibu hamil atau menyusui
  • Maksimal 2.000 mg per hari untuk individu berusia 51 tahun atau lebih
  • Maksimal 3.000 mg per hari untuk ibu hamil atau menyusui pada individu di bawah 19 tahun.
Suplemen kalsium laktat juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk diuretik, antibiotik, dan obat antikejang.

Catatan dari SehatQ

Kalsium laktat adalah zat aditif yang dicampurkan ke dalam suplemen kalsium. Kalsium laktat umumnya dianggap aman dikonsumsi walau Anda sebaiknya mengonsumsi kalsium dari makanan sehat. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait kalsium laktat, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan terpercaya.
suplemenmakanan peningkat kalsiumnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/calcium-lactate
Diakses pada 23 Desember 2020
Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3709/calcium-lactate-oral/details
Diakses pada 23 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait