Mengenal Jenis-Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Ada banyak skala nyeri yang bisa digunakan mulai dari yang dinilai menggunakan angka hingga gambar
Skala nyeri digunakan untuk mengukur seberapa parah rasa sakit di tubuh seseorang

Nyeri adalah salah satu gejala yang paling sering terjadi saat seseorang terserang penyakit. Namun, tidak seperti demam yang bisa diukur secara pasti dengan termometer, nyeri sifatnya lebih personal. Tidak semua orang memiliki toleransi yang sama terhadap rasa sakit. Sehingga untuk mengukurnya, dokter menggunakan instrumen yang disebut skala nyeri.

Skala nyeri adalah tingkatan rasa nyeri dari tidak sakit sampai sangat sakit yang terbagi menjadi beberapa angka, umumnya 0-10. Saat menggunakan skala nyeri, pasien akan diminta untuk menilai rasa sakit yang dirasakan menggunakan angka. Dokter akan menjelaskan arti dari masing-masing angka, agar pasien bisa memilih angka yang paling mendekati dengan kondisinya.

Hasil dari pengukuran skala nyeri akan sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang paling efektif untuk pasien.

Jenis-jenis skala nyeri

Saat ini ada beberapa jenis skala nyeri yang bisa digunakan. Selain dengan angka, ada skala nyeri jenis lain yang mengukur menggunakan gambar hingga warna, seperti berikut ini.

1. Numeric rating scale (NRS)

Skala nyeri jenis ini adalah yang paling sering digunakan. Saat mengukur rasa nyeri, dokter akan meminta Anda untuk memilih angka dari 0-10, dengan penjabaran sebagai berikut:

  • Angka 0 artinya tidak nyeri
  • Angka 1-3 nyeri ringan
  • Angka 4-6 nyeri sedang
  • Angka 7-10 sangat nyeri

2. Visual analog scales (VAS score)

Pada skala nyeri jenis ini, pengukuran dilakukan menggunakan gambar garis sepanjang 10 cm. Di masing-masing ujung garis, terdapat tulisan tidak nyeri sebagai titik awal garis dan rasa nyeri paling parah sebagai titik akhir garis.

Lalu, pasien akan diminta untuk memberi tanda di garis tersebut, untuk menggambarkan posisi rasa nyeri. Selanjutnya dokter akan mengukur jarak antara titik awal garis hingga ke tanda yang diberikan pasien.

Semakin pendek jaraknya, maka rasa nyeri yang dirasakan dianggap semakin ringan. Sebaliknya, jika jaraknya semakin besar, maka rasa nyeri yang dirasakan berarti cukup parah.

3. Categorical scales

Pada jenis ini, rasa nyeri yang dirasakan dikelompokkan menjadi beberapa kategori, seperti:

  • Tidak sakit
  • Sakit ringan
  • Sakit sedang
  • Sakit parah
  • Sangat sakit
  • Sangat amat sakit

Apabila pengukuran dilakukan pada anak-anak, maka pembagian kategori bisa diubah menjadi kata-kata yang lebih mudah dicerna dan disertai dengan gambar ekspresi wajah yang sesuai, di masing-masing kategori.

4. Intial pain assessment tool

Skala nyeri ini biasanya digunakan pada saat pemeriksaan awal dan termasuk dalam skala nyeri multidimensional. Artinya, instrumen ini tidak hanya mengukur rasa nyeri dalam angka, tapi juga lokasi dan penjelasan lain yang lebih detail.

Pasien akan mendapatkan kertas berisi gambar tubuh manusia dan diminta untuk menunjuk area yang terasa nyeri. Selain itu, pasien juga akan diminta untuk menilai rasa sakitnya menggunakan angka. Terakhir, pasien akan diminta untuk menuliskan hal lain yang ia rasakan akibat dari nyeri tersebut.

5. Brief pain inventory

Brief pain inventory berbentuk seperti kuesioner yang berisi 15 pertanyaan seputar rasa nyeri dan hal-hal lain yang berhubungan. Contoh pertanyaan yang akan diberikan antara lain:

  • Apakah rasa nyeri mengganggu pekerjaan sehari-hari?
  • Apakah rasa nyeri mengganggu tidur?
  • Apakah rasa nyeri menyebabkan Anda sulit berjalan?

Masing-masing pertanyaan dilengkapi dengan pilihan angka 0-10. Angka 0 berarti tidak mengganggu atau tidak sakit dan angka 10 artinya sangat mengganggu atau sangat sakit.

6. McGill pain questionnaire

Skala nyeri jenis ini juga berbentuk seperti kuesioner. Bedanya, skala ini berisi 78 kata yang menggambarkan dan berhubungan dengan rasa nyeri, seperti dingin, tajam, atau melelahkan. Pasien diminta untuk melingkari kata-kata yang paling dekat dengan yang kondisi yang dirasakan.

Masing-masing kata tersebut memiliki nilai 1. Sehingga jika semua kata dilingkari, nilai maksimalnya adalah 78. Setelah pasien selesai mengisi kuesioner ini, dokter akan menghitung jumlah kata yang dilingkari. Semakin banyak, maka kondisi nyeri yang dirasakan semakin berat.

7. Mankoski pain scale

Pada mankoski pain scale, pengukuran juga dilakukan dengan pasien memilih angka 0-10. Bedanya, setiap angka memiliki penjelasan yang jauh lebih detail.

Misalnya, jika memilih nilai 5, maka artinya rasa nyeri ini tidak bisa ditahan lebih dari 30 menit dan Anda merasa perlu minum obat pereda nyeri. Sementara itu jika memilih nilai 2, maka artinya rasa nyeri yang dirasakan tidak terlalu kuat atau hanya seperti digigit semut dan tidak perlu minum obat pereda nyeri.

8. FLACC Scale

FLACC adalah singkatan dari face (ekspresi wajah), legs (posisi kaki), activity (aktivitas tubuh), crying (tangisan), dan consolability (tenang atau tidaknya pasien). Masing-masing bagian tersebut dinilai dari angka 0-2.

Misalnya, wajah pasien tidak memperlihatkan ekspresi tertentu, maka nilainya adalah 0. Sementara itu, jika ia terlihat cemberut maka diberi nilai 1. Lalu pada tangisan, jika pasien tidak menangis maka diberi nilai 0 dan jika menangis kencang diberi nilai 2.

Pada skala ini, pengukuran nyeri dilakukan oleh dokter dan bukan oleh pasien sendiri. Biasanya, FLACC scale digunakan untuk mengukur nyeri pada bayi atau orang dewasa yang sulit berkomunikasi.

Hasil skala nyeri ini dibagi menjadi empat, yaitu:

  • 0: rileks dan tidak terganggu oleh rasa nyeri
  • 1-3: ada sedikit nyeri dan rasa tidak nyaman
  • 4-6: nyeri sedang
  • 7-10: nyeri yang parah

9. CRIES Scale

CRIES scale menilai skala nyeri dari tangisan, kadar oksigen, tanda-tanda vital, ekspresi wajah, dan kualitas tidur. Skala ini sering digunakan untuk mengukur nyeri pada bayi di bawah enam bulan dan bayi baru lahir. Pengukuran skala nyeri ini biasanya akan dilakukan oleh dokter atau perawat.

10. COMFORT Scale

COMFORT scale adalah skala nyeri yang digunakan apabila pasien tidak bisa menggambarkan rasa sakit yang dialaminya dengan baik. Skala ini menilai 9 aspek, yaitu:

  • Alertness atau kewaspadaan
  • Calmness atau ketenangan
  • Pernapasan
  • Tangisan
  • Gerakan
  • Kekuatan otot
  • Ekspresi wajah
  • Tekanan darah dan detak jantung

Masing-masing aspek dinilai menggunakan angka 1-5. Semakin tinggi jumlahnya, maka rasa sakit yang dirasakan semakin parah.

Tidak perlu bingung untuk memilih salah satu dari sekian banyak jenis skala nyeri. Dokter akan menentukan jenis yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Dengan mengetahui tingkat keparahan nyeri yang dirasakan, maka dokter bisa menilai lebih jauh kondisi kesehatan Anda.

Catatan dari SehatQ

Ada berbagai skala nyeri yang bisa digunakan untuk menilai kondisi pasien sebelum menentukan diagnosis maupun perawatan. Masing-masing jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dokter biasanya akan memilih jenis yang paling tepat sesuai kondisi pasien.

Perlu diingat, skala ini bukanlah satu-satunya instrumen pemeriksaan yang akan dilakukan dokter. Ini hanyalah salah satu pemeriksaan pelengkap selain pemeriksaan fisik dan gejala lain yang lebih menyeluruh.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/pain-scales-assessment-tools-4020329
Diakses pada 23 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-scale
Diakses pada 23 April 2020

Artikel Terkait