Mengenal Jenis-Jenis Gangguan Jiwa pada Manusia

Salah satu gangguan jiwa berupa gangguan kecemasan bisa ditandai dengan sulit tidur
Sulit tidur bisa menandakan gangguan kecemasan, yang termasuk dalam gangguan jiwa

Gangguan jiwa adalah istilah umum yang merujuk pada sekelompok masalah kejiwaan. Pengelompokan ini serupa dengan sebutan gangguan jantung yang terdiri dari banyak jenis.

Ada hampir 300 jenis gangguan jiwa yang tercantum dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Buku ini menjadi panduan bagi para psikolog, psikiater, dan profesional lainnya dalam membantu mengidentifikasi dan mendiagnosis jenis gangguan jiwa.

Jenis-jenis gangguan jiwa yang bisa terjadi

Mengingat begitu banyaknya jenis gangguan jiwa, para pakar mengelompokkannya ke dalam beberapa kategori di bawah ini:

1. Gangguan mood (emosi)

Gangguan jiwa ini bisa ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, periode bahagia dan penuh energi selama beberapa waktu, atau perubahan ekstrem dari perasaan sangat bahagia ke sangat sedih.

Beberapa contoh gangguan mood meliputi:

Data Riskedas tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Sementara terdapat lebih dari 12 juta orang Indonesia di atas 15 tahun yang diperkirakan mengalami depresi.

2. Gangguan kecemasan

Semua orang pasti pernah merasakan cemas, dan hal ini normal. Tapi pada orang dengan gangguan kecemasan, rasa cemas berlangsung konstan dan melumpuhkan fungsi sehari-hari.

Penderita akan merasa sulit berkonsentrasi dan susah tidur karenanya. Selain itu, bisa juga terjadi gejala fisik seperti detak jantung cepat dan keringat berlebihan.

Beberapa contoh gangguan kecemasan adalah sebagai berikut:

3. Gangguan kepribadian

Pada orang dengan gangguan kepribadian, mereka memiliki pola pikir, perilaku, serta emosi yang sangat tidak fleksibel sehingga merugikan dirinya sendiri.

Penderita akan kesulitan untuk mengubah perilaku atau beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain pun biasanya susah.

Contoh gangguan kepribadian meuliputi:

4. Gangguan psikotik

Gangguan psikotik adalah sekelompok penyakit yang membuat seseorang sulit membedakan realitas. Penderita dapat mengalami halusinasi (melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak nyata) dan delusi (meyakini hal-hal yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya).

Berikut beberapa contoh gangguan psikotik:

  • Skizofrenia
  • Gangguan skizoafektif
  • Gangguan delusi
  • Parafrenia

5. Gangguan makan

Gangguan makan paling banyak ditemukan pada remaja perempuan dan wanita muda. Meski demikian, laki-laki juga bisa mengalaminya.

Orang dengan gangguan makan memiliki sikap yang berbeda terhadap makanan, yang membuat mereka mengalami penyimpangan dalam perilaku dan kebiasaan makan.

Contoh gangguan makan yang paling umum, antara lain:

6. Gangguan jiwa terkait trauma

Gangguan jiwa ini dapat timbul dari pengalaman traumatis. Misalnya penganiayaan, pelecehan seksual, perkosaan, bencana alam, kematian orang tercinta, dan banyak lagi.

Penderita dapat memiliki ingatan kilas balik yang berkepanjangan dan mimpi buruk terkait hal-hal mengguncang yang pernah dialaminya. Contoh gangguan jiwa terkait trauma adalah post-traumatic stress disorder (PTSD)

7. Gangguan penyalahgunaan zat

Penggunaan zat-zat tertentu secara berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan gangguan penyalahgunaan zat. Contohnya, kecanduan alkohol, mariyuana, dan nikotin.

Tak hanya membuat kecanduan, zat-zat ini juga bisa mengakibatkan perubahan perilaku serta masalah dalam kehidupan sehari-hari dari penderitanya.

Masih banyak perdebatan mengenai apa yang dapat disebut gangguan jiwa dan apa yang tidak. Hal ini dapat dipengaruhi oleh masyarakat dan budaya. Namun gangguan jiwa merupakan fenomena universal yang dapat terjadi pada siapa saja, tak peduli suku maupun bangsa.

Apa sebenarnya penyebab gangguan jiwa?

Belum diketahui secara pasti mengenai apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa. Para ahli mengatakan bahwa ada sejumlah faktor yang bisa berkontribusi terhadap terjadinya gangguan jiwa. Berikut contohnya:

  • Genetik dan riwayat keluarga
  • Pengalaman hidup yang mengguncang atau trauma pada masa kanak-kanak
  • Ketidakseimbangan kimiawi dalam otak
  • Cedera otak traumatik
  • Penggunaan alkohol dan obat-obatan
  • Terpapar virus atau bahan-bahan kimia berbahaya saat masih janin
  • Mengidap penyakit kritis
  • Merasa kesepian atau terisolasi

Penanganan untuk gangguan jiwa dapat berupa psikoterapi dengan tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau terapis. Dokter juga bisa merepkan obat-obatan jika diperlukan.

Tak hanya penanganan medis, dukungan dari orang-orang tercinta pun sangat diperlukan untuk membantu orang dengan gangguan jiwa menguatkan komitmennya menuju kesembuhan.

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/types-of-mental-illness
Diakses pada 22 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-types-illness#1
Diakses pada 22 Maret 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/mentaldisorders.html
Diakses pada 22 Maret 2020

Kementerian Kesehatan. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20191009/0932024/targetkan-indonesia-sehat-jiwa-kemenkes-fokus-upaya-pencegahan/
Diakses pada 22 Maret 2020

Artikel Terkait