Mengenal Jenis dan Kriteria Hipertensi

(0)
09 Dec 2019|Anita Djie
Ketahui kriteria hipertensi untuk mencegah penyakit lainnyaKenali kriteria hipertensi untuk mencegah penyakit jantung
Diam-diam tetapi mematikan adalah penggambaran yang tepat untuk penyakit hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu kondisi medis yang terkadang tidak menimbulkan gejala dan akhirnya baru diketahui jika sudah terjadi penyakit jantung atau stroke.Jika demikian adanya, maka apa yang kriteria hipertensi? Bagaimana cara mendeteksi hipertensi sebelum menjadi lebih parah? Tahan pertanyaan-pertanyaan Anda karena semuanya akan terjawab dengan membaca artikel ini.

Apa kriteria hipertensi?

Bagaimana seseorang bisa dianggap memiliki penyakit hipertensi? Jawabannya adalah dengan melihat hasil pengukuran tekanan darahnya. Umumnya, pemeriksaan tekanan darah dilakukan di dokter, tetapi Anda juga bisa membeli sendiri alat pengukur tekanan darah di apotek.Secara garis besar, hasil tekanan darah akan memperlihatkan dua angka. Angka yang pertama menujukkan tekanan darah saat jantung berdetak atau sistolik dan angka yang kedua memperlihatkan tekanan darah yang muncul di antara detak jantung atau diastolik.Kedua angka inilah yang akan menentukan apakah seseorang mengidap darah tinggi atau tidak. Angka tekanan darah normal biasanya berkisar di bawah 120/80 mm Hg dan penderita hipertensi memiliki tekanan darah di atas standar tersebut.Terdapat berbagai jenis kriteria hipertensi, tergantung dari hasil tekanan darah yang dimiliki, yaitu:
  • Prehipertensi, tekanan darah naik bila tidak segera diatasi akan menjadi makin parah. Tekanan darah naik ditandai dengan tekanan darah sistolik yang berkisar dari 120 sampai 139 mm Hg dan tekanan darah diastolik 80-89 mm Hg.
  • Hipertensi tahapan 1, penderita hipertensi tahapan 1 akan memiliki tekanan darah sistolik yang berkisar dari 140 sampai 159 mm Hg atau tekanan diastolik 90-99 mm Hg.
  • Hipertensi tahapan 2, penderita hipertensi tahapan 2 akan memiliki tekanan darah sistolik yang berada di ≥160 mm Hg atau lebih, atau memiliki tekanan darah diastolik di 100 mm Hg atau lebih.

Jenis-jenis hipertensi lainnya

Tidak hanya kriteria hipertensi yang beragam, terdapat juga jenis-jenis hipertensi yang bisa dialami dengan penyebab ataupun bentuk yang berbeda. Di antaranya adalah:
  • Hipertensi primer

Hipertensi primer umumnya tidak diketahui penyebabnya dan berkembang menjadi makin parah dari tahun ke tahun. Meskipun tidak diketahui pemicunya, hipertensi primer memenuhi kriteria hipertensi berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah.
  • Hipertensi sekunder

Berbeda dengan hipertensi primer, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Biasanya hipertensi sekunder muncul secara tiba-tiba dan lebih parah dari hipertensi primer.Seseorang bisa mengalami hipertensi sekunder karena kondisi medis, seperti masalah tiroid, gangguan ginjal, penggunaan narkotika, tumor di kelenjar adrenal, obstructive sleep apnea, masalah di pembuluh darah, dan konsumsi obat-obatan tertentu yang memicu hipertensi.
  • Malignant hypertension

Malignant hypertension merupakan kondisi saat tekanan darah naik secara cepat dan mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh. Penderita malignant hypertension biasanya memiliki tekanan darah di atas 180/120 mm Hg.Kondisi ini harus segera ditangani dan masuk ke dalam kategori keadaan gawat darurat. Biasanya, darah tinggi jenis ini dikarenakan lupa mengonsumsi obat tekanan darah tinggi.

Apa gejala dari hipertensi?

Hipertensi memang umumnya tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui setelah pemeriksaan tekanan darah atau ketika tekanan darah tinggi sudah menimbulkan masalah lainnya.Biasanya, penderita darah tinggi bisa mengalami sesak napas, mimisan, atau sakit kepala. Oleh karenanya, tanda-tanda dari tekanan darah tinggi jarang terdeteksi. Anda perlu menjalani pemeriksaan tekanan darah setidaknya dua tahun sekali saat sudah berusia 18 tahun.Ketika Anda berusia lebih dari 40 tahun atau memiliki risiko tinggi terkena tekanan darah tinggi, maka Anda perlu memeriksa tekanan darah setiap hari.Apabila Anda mengalami mempunyai riwayat keluarga dengan hipertensi dan gejala-gejala hipertensi di atas atau melewatkan pemeriksaan tekanan darah, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya dengan dokter.
penyakithipertensitekanan darah tinggi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
Diakses pada 6 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/what-is-malignant-hypertension#1
Diakses pada 6 Desember 2019
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/guidelines/phycard.pdf
Diakses 9 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait