Mengenal Jantung Rematik, Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Usia Muda

(0)
19 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jantung rematik dapat sebabkan dada nyeri dan tidak nyamanJantung rematik menyebabkan dada terasa nyeri
Pernahkah Anda mendengar istilah jantung rematik? Penyakit jantung rematik adalah kerusakan katup jantung secara permanen akibat demam rematik. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia di bawah 25 tahun.Jika tidak segera ditangani, penyakit jantung rematik dapat menyebabkan cacat seumur hidup atau kematian. Berdasarkan data WHO, penyakit ini bahkan telah merenggut sekitar 291.000 nyawa setiap tahunnya. Lantas, apa penyebabnya?

Penyebab jantung rematik

Penyebab jantung rematik adalah demam rematik. Pada awalnya, Anda mengalami infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Penularan infeksi ini dapat terjadi melalui percikan liur orang yang terinfeksi atau permukaan yang telah terkontaminasi bakteri tersebut.Infeksi berulang memicu terjadinya demam rematik, yakni reaksi peradangan autoimun yang menyerang banyak jaringan ikat, termasuk jantung. Akibatnya, jantung mengalami peradangan dan pembentukan jaringan parut. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan atau kebocoran katup jantung sehingga membuat jantung Anda tidak berfungsi dengan normal. Lama-kelamaan, penyakit jantung rematik bisa berkembang menjadi gagal jantung. Infeksi tenggorokan yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko Anda terkena rematik jantung. Kondisi ini lebih banyak terjadi pada anak-anak, jadi pastikan anak Anda juga terlindungi.

Gejala demam dan jantung rematik

Penyakit jantung rematik tidak boleh disepelekan. Berikut adalah gejala demam rematik dan gejala jantung rematik yang perlu Anda waspadai.  
  • Gejala demam rematik

 
demam rematik
Demam rematik bisa terasa menyakitkan
Penyakit jantung rematik diawali dengan demam rematik. Berikut adalah sejumlah gejala demam rematik yang bisa Anda identifikasi.
  • Demam.
  • Lesu dan tidak enak badan.
  • Nyeri atau pembengkakan sendi, terutama pada lutut, pergelangan kaki, siku, dan pergelangan tangan.
  • Nyeri yang berpindah-pindah di antara persendian.
  • Gerakan tubuh tidak terkendali yang disebut chorea. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian wajah, tangan, dan kaki.
  • Adanya benjolan yang tidak terasa sakit di bawah kulit dekat persendian.
  • Timbul ruam seperti lingkaran merah yang biasanya terdapat di dada, punggung, atau perut.
  • Bising jantung, yakni suara darah yang mengalir dalam jantung akibat katup jantung yang tidak membuka atau menutup dengan sempurna.
 
  • Gejala jantung rematik

 
sesak napas
Jantung rematik bisa menyebabkan sesak napas
Setelah penyakitnya berkembang, berikut adalah sejumlah gejala jantung rematik yang perlu Anda waspadai.
  • Dada terasa nyeri atau tidak nyaman.
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring.
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur.
  • Pembengkakan pada perut, tangan, atau kaki.
Jika Anda atau anak menunjukkan gejala jantung rematik, segera perisakan diri ke dokter. Ingatlah bahwa kondisi ini perlu mendapat penanganan dengan segera.

Pengobatan penyakit jantung rematik

Untuk mendiagnosisnya dokter akan melakukan tes darah dan tes kultur bakteri dengan metode swab tenggorokan, kemudian dokter akan melakukan pemeriksaanApabila Anda didiagnosis dengan jantung rematik, pengobatan akan disesuaikan dengan seberapa banyak kerusakan yang telah terjadi pada katup jantung.Obat antiradang dapat digunakan untuk mengurangi peradangan dan menurunkan risiko kerusakan jantung. Sementara itu, obat antibiotik dapat membantu melawan bakteri StreptococcusNamun, dalam kasus yang parah, Anda mungkin memerlukan operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak. Obat-obatan pengencer darah juga mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko penggumpalan darah. Jika tidak ditangani dengan segera, penyakit jantung rematik dapat menyebabkan gagal jantung, endokarditis bakteri (infeksi lapisan dalam jantung), hingga pecahnya katup jantung.Pastikan Anda melakukan check-up ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi. Dokter juga dapat menyarankan beberapa pembatasan aktivitas yang bisa membebani kerja jantung, seperti mengangkat beban yang berat atau olahraga berlebihan. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup penderita rematik jantung.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar jantung rematik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit jantungdemam rematikgagal jantungkatup jantungpenyakit katup jantung
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rheumatic-heart-disease
Diakses pada 05 April 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/rheumatic-heart-disease#:~:text=Rheumatic%20heart%20disease%20is%20a,strep%20throat%20or%20scarlet%20fever.
Diakses pada 05 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait