Mengenal Injeksi Intravena (IV) dalam Pengobatan

(0)
01 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Injeksi intravena adalah pemberian obat langsung ke pembuluh darahInjeksi intravena adalah jenis administrasi obat yang langsung diberikan ke pembuluh darah
Tidak hanya dioleskan maupun ditelan, beberapa jenis obat juga bisa dimasukkan ke tubuh melalui suntikan atau injeski intravena. Intra artinya dalam dan vena adalah pembuluh darah. Jadi, injeksi intravena adalah prosedur pemberian obat langsung ke pembuluh vena.Karena prosesnya cukup rumit, pemberian obat dengan metode ini biasanya hanya dilakukan oleh petugas kesehatan. Sebab, selain menebak lokasi pembuluh darah yang tidak mudah, efek samping yang mungkin muncul juga harus dihindari.

Kapan injeksi intravena perlu diberikan?

Pemberian obat dengan injeksi intravena biasanya dilakukan saat kondisi-kondisi di bawah ini muncul.

1. Kondisi gawat darurat

Pemberian obat lewat jalur intravena sering dilakukan pada para pasien yang harus segera menerima pengobatan, seperti pada kasus-kasus gawat darurat di bawah ini:Pada kasus gawat darurat, pemberian obat lewat mulut biasanya dihindari karena obat membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa terserap ke aliran darah. Hal ini menunda kemunculan khasiat obat.Sementara itu jika diberikan melalui suntikan, obat tersebut akan langsung masuk ke aliran darah dan memberikan khasiat secara cepat.

2. Obat bisa hancur di lambung

Injeksi intravena juga dilakukan untuk memberikan obat-obatan yang tidak akan efektif jika diberikan dengan jalur oral. Beberapa jenis obat bisa hancur oleh enzim yang ada di lambung maupun jalur pencernaan lain, sehingga khasiatnya berkurang.

3. Obat harus diberikan secara bertahap

Beberapa jenis obat perlu diberikan lebih dari satu kali dengan dosis konstan. Sehingga, untuk mempermudah pemberian dan ketepatan dosis, pemberian lewat injeksi intravena bisa menjadi pilihan.Hal ini biasanya diterapkan pada yang pasien tidak sadar atau sulit menerima obat minum. Penyuntikan obat akan dilakukan melalui selang infus, yang bisa dihubungkan ke pembuluh darah untuk beberapa lama.

4. Pasien mengalami dehidrasi berat

Tidak hanya obat, prosedur injeksi intavena juga bisa dilakukan untuk memberikan cairan tubuh tambahan. Langkah ini biasanya dilakukan untuk mengatasi pasien yang mengalami dehidrasi berat.Cairan inilah yang biasanya disebut sebagai cairan infus. Cairan infus yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi terdiri dari air, dengan sedikit tambahan gula dan garam sebagai elektrolit tubuh.

Jenis-jenis injeksi intravena

Metode injeksi intravena secara umum bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu injeksi intravena standar dan injeksi intravena menggunakan kateter vena sentral.

1. Injeksi intravena standar

Injeksi intravena standar biasanya digunakan untuk perawatan jangka pendek, melalui metode suntikan intravena dan infus intravena.

• Suntikan intravena

Pada metode ini, obat hanya diberikan dalam satu dosis untuk setiap suntikan. Biasanya, cara ini digunakan untuk memberikan obat bius sebelum operasi, obat antihistamin pada reaksi alergi yang parah, vaksin, ataupun obat-obatan lain.

• Infus intravena

Sementara itu pada pasien-pasien rawat inap yang membutuhkan obat dengan dosis beruntun, metode infus biasanya lebih dipilih. Jenis infus sendiri pun bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu infus pompa dan infus tetes.

2. Injeksi intravena menggunakan kateter vena sentral

Injeksi intravena ini digunakan untuk pengobatan jangka panjang, seperti kemoterapi atau selang nutrisi pada pasien yang tidak bisa makan melalui jalur biasa. Pada metode ini, kateter vena sentral (CVC) akan dimasukkan ke pembuluh darah di leher, dada, lengan, atau area pangkal paha. Kateter ini bisa terus terpasang hingga beberapa minggu bahkan bulan, tergantung dari kondisi pasien.CVC sendiri memiliki tiga jenis utama, sebagai beirkut ini.

• Peripherally inserted central catheter (PICC)

Pada metode injeksi intravena menggunakan PICC, obat yang diberikan akan diteruskan hingga ke pembuluh darah yang ada di dekat jantung. Alat ini biasanya dimasukkan di pembuluh darah yang terletak di lengan atas.

• Tunneled catheter

Pada tunneled catheter, alat akan dipasang pada pembuluh darah di leher atau dada. Dengan metode ini, obat yang diberikan bisa diteruskan langsung ke pembuluh darah jantung.

• Implanted port

Sesuai namanya, implanted port ditanamkan atau diimplan di bawah permukaan kulit. Lalu, obat akan dimasukkan melalui alat tersebut yang kemudian mengalir ke pembuluh darah.

Efek samping injeksi intravena

Pemerian obat dengan metode injeksi intravena secara umum aman dilakukan. Namun pada beberapa kasus, ada risiko-risiko yang harus diwaspadai seperti reaksi alergi, infeksi, kerusakan pembuluh darah, hingga penggumpalan darah. Infeksi biasanya terjadi di area penyuntikan, apabila alat yang digunakan atau permukaan kulit yang akan disuntik tidak disterilkan terlebih dahulu. Sementara itu, reaksi alergi dari obat yang diberikan lewat suntikan, juga bisa muncul secara cepat.Pada kondisi yang parah, beberapa obat yang diberikan langsung ke pembuluh darah bisa menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan ini bisa menyumbat aliran darah sehingga jaringan yang kekurangan darah berisiko rusak dan menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.
pembuluh darahminum obatobat bebas terbatas
Healthline. https://www.healthline.com/health/intravenous-rehydration
Diakses pada 19 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/intravenous-medication-administration-what-to-know
Diakses pada 19 Agutus 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/002383.htm
Diakses pada 19 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait