Mengenal Infeksi Nosokomial, Saat Rumah Sakit Jadi Sumber Penyakit


Infeksi nosokomial atau yang dapat juga disebut sebagai hospital-acquired infection adalah infeksi yang didapat di lingkungan rumah sakit akibat bakteri, virus, maupun jamur. Meski steril, rumah sakit rupanya masih bisa menjadi lokasi awal terjadinya penularan penyakit.

(0)
10 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Infkesi nosokomial adalah infeksi yang muncul akibat bakteri, kuman, maupun virus yang terdapat di rumah sakitInfeksi nosokomial adalah infeksi yang penularannya terjadi di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya pada pasien rawat inap yang masuk karena alasan penyakit lain. Sebagai contoh, ada orang yang masuk rumah sakit akibat patah tulang, tapi saat menjalani perawatan di rumah sakit, pasien tersebut justru tertular infeksi saluran kemih.Selain pasien, para pekerja rumah sakit pun bisa mengalami infeksi nosokomial. Suatu infeksi baru bisa dikatakan nosokomial apabila penularan penyakit terjadi di fasilitas kesehatan atau gejala infeksinya muncul beberapa hari setelah pasien pulang dari rumah sakit.Nama lain dari infeksi nosokomial adalah hospital acquired infection atau HAI. Jenis infeksi yang paling sering terjadi adalah infeksi pada luka bekas operasi, infeksi saluran kemih, dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Penyebab infeksi nosokomial

Infeksi nosokomial bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur. Namun, sebagian besar infeksi terjadi akibat kontaminasi bakteri. Saat berada di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, pasien rentan terpapar berbagai penyebab infeksi tersebut.Infeksi bisa terjadi lewat beberapa kondisi berikut ini:
  • Penularan dari satu pasien ke pasien lainnya
  • Peningkatan jumlah bakteri yang secara normal memang sudah ada di tubuh, namun saat bertambah jumlahnya, bisa menyebabkan gangguan kesehatan
  • Penularan dari peralatan medis yang digunakan untuk banyak pasien 
Peningkatan risiko infeksi nosokomial juga bisa terjadi apabila ada bakteri yang telah resisten atau kebal terhadap antibiotik. Rumah sakit menjadi tempat yang rentan terhadap kondisi ini.Sebab di rumah sakit, ada banyak orang yang menerima perawatan antibakteri menggunakan antibiotik sehingga lama-kelamaan bakteri bisa berevolusi jadi lebih kuat.Bakteri-bakteri yang tidak hilang meski telah dibasmi dengan obat, bisa menjadi endemik di rumah sakit dan menyebabkan infeksi ini terjadi.Seseorang bisa jadi lebih rentan terinfeksi kondisi ini apabila memiliki salah satu atau lebih faktor risiko di bawah ini. 
  • Berusia terlalu muda atau tua, seperti pada bayi baru lahir dan lansia
  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, dan leukimia
  • Mengalami gangguan sistem imun, seperti pada penderita HIV/AIDS
  • Mengalami penyakit automimun
  • Sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun atau immunosupresif atau menjalani terapi radiasi
  • Mengalami luka
  • Malnutrisi

Gejala yang muncul pada infeksi nosokomial

Infeksi akan dinyatakan sebagai infeksi nosokomial, apabila muncul:
  • Saat baru masuk rumah sakit atau 48 jam setelah masuk
  • Tiga hari setelah keluar dari rumah sakit
  • Tiga puluh hari setelah operasi di rumah sakit
Gejala yang muncul pada infeksi nosokomial dapat berbeda, tergantung dari jenis infeksi yang diderita. Umumnya, penyakit yang termasuk ke dalam infeksi nosokomial dapat menimbulkan gejala seperti:
  • Infeksi luka operasi, sehingga muncul nanah 
  • Demam
  • Batuk-batuk dan napas tersengal-sengal
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pusing
  • Mual, muntah dan diare
Orang yang mengalami gejala infeksi nosokomial saat masih dirawat di rumah sakit juga dapat mengalami nyeri di lokasi infeksi.

Penanganan infeksi nosokomial

Penanganan untuk infeksi nosokomial akan disesuaikan dengan jenis infeksi yang terjadi. Umumnya, kondisi ini ditangani dengan pemberian antibiotik dan istirahat yang cukup. Selain itu, dokter juga akan segera melepas alat medis yang dipasang pada tubuh pasien, seperti kateter, apabila kondisinya memungkinkan.Dokter juga akan menginstruksikan Anda untuk banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang bergizi.
Sementara itu, penanganan infeksi ini juga akan dilakukan sesuai dengan cara penyebarannya, seperti berikut ini:
  • Apabila penularan terjadi dari satu pasien ke pasien lainnya: isolasi pasien dan pemasangan pembatas untuk mencegah penyebaran lebih lanjut
  • Apabila penularan terjadi dari sentuhan: mensosialisasikan gerakan cuci tangan
  • Apabila penularan terjadi melalui udara: isolasi pasien dengan ventilasi yang tepat
  • Apabila air di rumah sakit menjadi sumber penularan: melakukan pemeriksaan seluruh saluran air dan penggunaan alat kesehatan sekali pakai.
  • Apabila makanan di rumah sakit menjadi sumber penularan: menghentikan pemberian makanan tersebut

Pencegahan infeksi nosokomial yang efektif

Pencegahan infeksi nosokomial, perlu dilakukan oleh seluruh lapisan yang berada di rumah sakit, termasuk pekerja rumah sakit dan pasien. Bagi para pekerja rumah sakit, pencegahan infeksi ini dapat dilakukan dengan cara:
  • Mencuci tangan dengan sabun atau gel pencuci tangan yang mengandung alkohol
  • Menggunakan pelindung tubuh seperti sarung tangan, kacamata, masker, dan baju operasi dengan tepat
  • Memisahkan pasien yang menderita penyakit menular dari pasien lainnya
  • Menjaga alat kesehatan yang digunakan agar tetap steril.
  • Menjaga kebersihan rumah sakit dan memastikan limbah rumah sakit diolah dengan baik
Sementara itu, bagi pasien maupun pengunjung yang sedang berada di rumah sakit, pencegahan infeksi nosokomial dapat dilakukan dengan cara:
  • Selalu mencuci tangan setelah menggunakan toilet
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Mengingatkan petugas rumah sakit yang menangani, untuk rutin mencuci tangan
  • Tidak sembarangan menyentuh alat-alat kesehatan yang ada di rumah sakit.
  • Segera melaporkan ke petugas rumah sakit yang berjaga, apabila muncul pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan di area suntikan
  • Menghentikan kebiasaan merokok sebelum menjalani operasi, karena kebiasaan merokok bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Infeksi nosokomial bisa dicegah, selama semua orang yang berada di lingkungan rumah sakit benar-benar menjaga kebersihan. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala infeksi di atas, beberapa saat setelah keluar dari rumah sakit. Perawatan yang dimulai sejak dini, akan mencegah infeksi agar tidak berkembang semakin parah.
infeksi saluran kemihinfeksi bakteriinfeksi jamurinfeksi virusinfeksiinfeksi paru-paru
WHO. https://www.who.int/csr/resources/publications/drugresist/en/whocdscsreph200212.pdf?ua=1
Diakses pada 9 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hospital-acquired-nosocomial-infections
Diakses pada 9 Desember 2019
Government of South Australia. https://www.sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/Public+Content/SA+Health+Internet/Health+topics/Health+conditions+prevention+and+treatment/Hospital+infections
Diakses pada 9 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait