Mengenal Imunoterapi sebagai Terobosan Baru Dalam Penanganan Kanker

(0)
18 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Imunoterapi adalah jenis penanganan kanker yang dilakukan dengan mendorong fungsi sistem imunImunoterapi disebutkan dapat menjadi terobosan yang menjanjikan untuk menangani kanker
Kanker masih menjadi penyakit yang menjadi momok masyarakat. Para ahli pun terus berlomba mencari penanganan kanker yang efektif dengan efek samping yang lebih minimal. Salah satu terobosan medis yang menjanjikan dalam penanganan kanker adalah imunoterapi – terapi kanker yang mengandalkan sistem imun. Ketahui manfaat dan jenis-jenisnya.

Mengenal apa itu imunoterapi

Imunoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang mendorong kerja sistem imun untuk melawan sel kanker. Imunoterapi, atau disebut juga dengan imuno-onkologi, membantu “mengedukasi” sistem imun untuk mengenali dan menyerang sel kanker spesifik, menguatkan performa sel imun untuk menyingkirkan kanker, serta menguatkan respons sistem imun. Imunoterapi merupakan salah satu bentuk terapi biologis. Artinya, terapi ini dilakukan dengan menggunakan komponen dari organisme hidup untuk memerangi kanker. Imunoterapi dapat dilakukan secara intravena, obat minum, obat oles, serta secara intravesikal (melalui kandung kemih).Imunoterapi disebutkan dapat menjadi terobosan yang menjanjikan untuk menangani kanker. Bahkan, pada Desember 2019, Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat telah menyetujui imunoterapi sebagai penanganan untuk hampir 20 jenis kanker di antaranya adalah kanker kandung kemih, otak, payudara, kolorektal, ginjal, paru-paru, prostat, hingga kulit.Pada beberapa kasus, imunoterapi dapat menjadi satu-satunya penanganan untuk jenis kanker tertentu. Namun, beberapa kasus kanker akan membutuhkan kombinasi imunoterapi dengan penanganan lain untuk membasmi kanker.

Manfaat imunoterapi dalam penanganan kanker

Sebagai terobosan medis dalam penanganan kanker, imunoterapi memiliki potensi manfaat berikut ini:
  • Berpotensi efektif untuk tangani kanker tertentu di saat penanganan lain tidak bekerja - seperti pada kanker kulit yang tidak merespons kemoterapi dan terapi radiasi.
  • Dapat bersinergi dengan penanganan kanker lain
  • Memiliki risiko efek samping yang lebih minimal dibanding penanganan lain
  • Menurunkan risiko kanker muncul kembali di kemudian hari karena sistem imun memiliki kemampuan imunomemori untuk mengingat sel kanker sebelumnya.

Jenis-jenis imunoterapi

Terdapat beberapa jenis imunoterapi yang dapat digunakan untuk mengatasi kanker, termasuk:

1. Checkpoint inhibitor

Checkpoint inhibitor adalah obat-obatan yang dapat menghambat pengatur kerja imun yang disebut immune checkpoint. Immune checkpoint pada dasarnya menjadi “rem” bagi sistem imun agar tidak bekerja terlalu kuat. Dengan menghambat rem imun atau immune checkpoint tersebut, obat-obatan imunoterapi ini dapat mendorong sistem imun bekerja lebih optimal untuk memerangi sel kanker.

2. Terapi transfer sel T atau terapi sel adaptif

Terapi transfer sel T mendorong kemampuan alami sel T untuk melawan kanker. Terapi ini dilakukan dengan mengambil sel imun yang ada di tumor pasien, lalu dipilih dan dimodifikasi di laboratorium. Sel yang telah dimodifikasi tersebut diinjeksikan kembali ke tubuh pasien untuk menyerang sel kanker.

3. Antibodi monoklonal

Antibodi monoklonal dilakukan dengan protein yang dibuat di laboratorium untuk menargetkan sel kanker. Terapi ini dapat bermanfaat karena antibodi monoklonal dapat menyerang sel kanker yang sangat spesifik.

4. Vaksin kanker

Vaksin kanker diberikan untuk menguatkan respons sistem imun untuk menyerang kanker. Vaksin kanker biasanya diberikan untuk mengatasi atau menurunkan risiko sel kanker muncul kembali setelah ditangani dengan terapi lain. Namun, vaksin kanker juga berpotensi untuk mencegah jenis kanker tertentu layaknya vaksin biasa.

5. Imunomodulator

Imunomodulator merupakan kelompok obat-obatan yang dapat meningkatkan fungsi imun untuk  mengatasi kanker. Beberapa obat imunomodulator mendorong bagian imun yang spesifik. Sementara itu, beberapa imunomodulator lain dapat mendorong sistem imun secara umum.

6. Sitokin

Imunoterapi ini menggunakan jenis protein kecil pembawa pesan antar sel yang disebut sitokin – untuk merangsang sistem imun agar menyerang sel kanker.

7. Virus onkolitik

Sesuai namanya, imunoterapi ini dilakukan dengan menggunakan virus yang telah dimodifikasi di laboratorium. Virus tersebut kemudian akan menginfeksi dan membunuh sel kanker.

Adakah efek samping imunoterapi?

Ya, seperti penanganan lain, imunoterapi juga memiliki risiko efek samping tertentu. Efek samping imunoterapi dapat bergantung pada jenis imunoterapi, kondisi kesehatan pasien, serta jenis dan lokasi kanker. Namun, secara umum, efek samping imunoterapi dapat berupa:

1. Reaksi kulit 

Reaksi kulit sebagai efek samping imunoterapi berisiko terjadi di area injeksi. Reaksi kulit tersebut dapat berupa:
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Kulit bengkak
  • Kulit kemerahan
  • Rasa gatal
  • Ruam kulit

2. Gejala menyerupai flu

Imunoterapi dapat menimbulkan efek samping menyerupai flu, misalnya:
  • Demam
  • Panas dingin
  • Lesu
  • Pusing
  • Mual atau muntah
  • Nyeri otot atau sendi
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kesulitan bernapas
  • Tekanan darah rendah atau tinggi

3. Efek samping lain

Selain reaksi kulit atau gejala flu, efek samping lain juga berisiko terjadi, termasuk:
  • Pembengkakan area tubuh dan penambahan berat badan karena penumpukan cairan
  • Palpitasi jantung atau jantung berdenyut kencang dan tidak teratur
  • Hidung tersumbat
  • Diare
  • Risiko infeksi
  • Peradangan organ
Beberapa jenis imunoterapi juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan peradangan yang parah atau bahkan fatal. Namun, reaksi ini jarang terjadi. Jika Anda memutuskan untuk menjalani imunoterapi, Anda bisa mendiskusikan dengan dokter mengenai risiko efek samping dari imunoterapi spesifik yang akan Anda jalani.

Catatan dari SehatQ

Imunoterapi adalah jenis penanganan kanker yang dilakukan dengan mendorong fungsi sistem imun. Terapi ini dapat menjadi terobosan baru dan diharapkan akan menjadi jawaban masyarakat dunia agar bisa “pulih” dari kanker.
alergikankerperadanganflumasalah kulitkemoterapi
American Cancer Society. https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/immunotherapy/what-is-immunotherapy.html
Diakses pada 3 September 2020
Cancer Research Institute. https://www.cancerresearch.org/immunotherapy/why-immunotherapy
Diakses pada 3 September 2020
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/types/immunotherapy
Diakses pada 3 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/cancer/immunotherapy-risks-benefits
Diakses pada 3 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/immunotherapy-different-cancers#1
Diakses pada 3 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait