Mengenal Imunomodulator, Imunosupresan, dan Imunostimulan dalam Sistem Kekebalan Tubuh


Imunomodulator merupakan zat yang membantu mengatur respons sistem imun. Zat ini terdiri atas imunostimulan, yakni meningkatkan sistem imun. Satu lagi, kebalikannya, adalah imunosupresan untuk menekan sistem imun.

0,0
imunomodulator adalah zat yang mengatur respons sistem kekebalan tubuhImunomodulator dapat membantu mengatur respons sistem imun tubuh
Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun memiliki peran penting melindungi tubuh dari penyebab penyakit, seperti virus dan bakteri (patogen). Terdapat beberapa zat yang dapat mengatur, menekan, dan meningkatkan sistem imun tubuh yang disebut dengan imunomodulator.Imunomodulator ini kemudian terbagi menjadi imunosupresan dan imunostimulan, bergantung pada cara kerja yang dihasilkan.Simak penjelasan lengkap terkait imunomodulator, imunosupresan, dan imunostimulan berikut ini. 

Apa itu imunomodulator?

Imunomodulator membantu mengatur respons sistem imun
Imunomodulator membantu mengatur respons sistem imun
Imunomodulator adalah zat yang memiliki kemampuan memodifikasi respons sistem imun tubuh dengan meningkatkan atau menekan produksi antibodi. Tujuannya untuk menangkal patogen berbahaya penyebab penyakit. Zat atau bahan yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh disebut dengan imunostimulan (imunostimulator). Sebaliknya, imunosupresan adalah zat yang berfungsi menekan atau menurunkan sistem imun.Berikut penjelasan terkait keduanya. 

1. Imunosupresan

Imunosupresan adalah zat yang memiliki kemampuan menekan atau mengurangi kekuatan sistem kekebalan tubuh.Mengutip Cleveland Clinic, sistem kekebalan tubuh umumnya membantu melawan patogen berbahaya penyebab penyakit. Namun, pada beberapa kondisi, sistem kekebalan tubuh justru keliru menyerang sel atau jaringan tubuh yang sehat. Itulah sebabnya dibutuhkan obat imunosupresan untuk menekan reaksi tersebut dan mengurangi dampaknya. Obat yang memiliki sifat imunosupresan disebut obat imunosupresif. Obat imunosupresan biasanya digunakan untuk mengatasi:Obat imunosupresan tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, cairan, dan injeksi. Dokter akan menentukan jenis obat dan dosis yang sesuai dengan kondisi Anda. Beberapa jenis obat imunosupresan untuk menekan sistem imun, antara lain:
  • Kortikosteroid: prednisone, budesonide, prednisolone
  • Janus kinase inhibitor: tofacitinib
  • Calcineurin inhibitors: cyclosporine, tacrolimus
  • mTOR inhibitors: sirolimus, everolimus
  • IMDH inhibitors: azathioprine, leflunomide, mycophenolate
  • Biologics: abatacept, infliximab
  • Monoclonal antibodies: basiliximab, daclizumab

2. Imunostimulan

Imunostimulan adalah zat yang memiliki kemampuan merangsang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Imunostimulan terdiri dari dua jenis, yaitu imunostimulan spesifik dan non-spesifik. Imunostimulan spesifik, seperti vaksin, dapat merangsang respons imun terhadap tipe antigen spesifik. Artinya, imunostimulan ini khusus digunakan untuk penyakit atau penyebab penyakit tertentu.Sementara itu, imunostimulan non-spesifik tidak memiliki spesifikasi terhadap antigen atau penyakit tertentu.Beberapa imunostimulan non-spesifik digunakan untuk mengatasi:
  • Infeksi kronis
  • Defisiensi imun (imunodefisiensi), seperti pada AIDS
  • Autoimunitas
  • Penyakit neoplastik
  • Kanker
Beberapa contoh imunostimulan untuk meningkatkan sistem imun, antara lain:
  • Vaksin untuk bakteri: vaksin tifoid (Vivotif Berna), vaksin pneumonia (meningococcal conjugate vaccine)
  • Vaksin untuk virus: vaksin cacar, vaksin Covid-19
  • Interferon: interferon beta-1a (Avonex), interferon alfacon-1 (Infergen)
  • Colony stimulating factors: filgrastim (Zarxio), pegfilgrastim (Neulasta)
  • Interleukins: aldesleukin (Proleukin)

Adakah imunomodulator alami dalam bentuk herbal?

Terdapat beberapa bahan herbal yang punya sifat imunomodulator
Terdapat beberapa bahan herbal yang punya sifat imunomodulator
Tanaman herbal sejak lama dipercaya memiliki khasiat kesehatan. Ini pulalah yang menarik perhatian peneliti untuk menguak potensi di dalamnya, termasuk efek imunomodulator dalam tanaman herbal. Berikut ini beberapa tanaman herbal yang memiliki sifat imunomodulator alami yang telah teruji klinis.

1. Kunyit 

Kunyit atau Curcuma longa merupakan salah satu jenis rimpang yang memiliki kandungan kurkumin. Kurkumin merupakan senyawa diarylheptanoid alami yang memiliki sifat biologis dan farmakologis yang baik untuk kesehatan.Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kurkumin memiliki sifat anti kanker, antiangiogenik, antioksidan, antiproliferasi, dan bersifat imunomodulator. 

2. Teh

Teh atau Camellia sinensis memiliki kandungan epigallocatechin-3-gallate (EGCG), termasuk pada teh hijau. EGCG merupakan salah satu imunomodulator alami yang juga memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, antiangiogenik, dan antiproliferasi untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, termasuk sindrom metabolik, seperti diabetes.

3. Buah dan sayur 

Buah dan sayur, seperti buah beri, anggur, apel, dan brokoli diketahui memiliki kandungan quercetin yang bersifat imunomodulator. Quercetin sendiri merupakan senyawa antioksidan berupa flavonoid yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan. Quercetin juga diketahui memiliki aktivitas anti-inflamasi, anti kanker, anti hipertensi, anti-mutagenik, dan berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah. 

4. Sambiloto

Sambiloto atau Andrographis paniculata merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan andrographolide. Andrographolide diketahui sebagai imunomodulator yang baik dalam mengatasi berbagai penyakit, termasuk rheumatoid arthritis, bahkan mampu menghambat pertumbuhan tumor.

5. Kedelai

Kedelai merupakan salah satu produk pangan yang mengandung genistein yang diketahui memiliki sifat imunomodulator. Genistein mampu memberikan efek potensial pada pengobatan kanker, osteoporosis, hiperkolesterolemia, dan penyakit Alzheimer.Itulah beberapa hal tentang imunomodulator yang wajib Anda ketahui. Sebelum mengonsumsi obat atau herbal yang bersifat imunomodulator, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kondisi kesehatan Anda pada dokter.Jika masih ada pertanyaan seputar imunomodulator, imunosupresan, dan imunostimulan, Anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
autoimunhidup sehatimunitas turun
InformedHealth.org. ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279364/
Diakses tanggal 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/immunosuppressant-drugs#drug-list
Diakses tanggal 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/crohns-disease/immune-system-suppressors#takeaway
Diakses tanggal 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait