Mengenal Hyperdontia, Kondisi Kelebihan Jumlah Gigi di Mulut yang Bisa Ganggu Penampilan

0,0
18 May 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hyperdontia adalah kondisi yang ditandani dengan jumlah gigi di mulut yang berlebihHyperdontia sebabkan jumlah gigi berlebih pada anak-anak dan orang dewasa
Pernahkah Anda mendengar istilah gigi berlebih atau hyperdontia? Hyperdontia adalah kondisi yang ditandai dengan jumlah gigi di mulut yang lebih banyak dari seharusnya.Seseorang dianggap mengidap gangguan ini jika memiliki jumlah gigi anak (gigi sulung) lebih dari 20 dan lebih dari 32 untuk jumlah gigi dewasa (gigi dewasa).Hyperdontia biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Namun, pada beberapa kasus, kondisi kelebihan gigi ini berpotensi menyebabkan komplikasi atau memicu munculnya gejala lain yang mengganggu.Gigi berlebih akibat hyperdontia juga dapat tumbuh di mana pun pada lengkung gigi, yakni area melengkung tempat gigi menempel pada rahang.

Penyebab hyperdontia

Penyebab terjadinya hyperdontia belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik diyakini memainkan peran dalam memengaruhi jumlah gigi anak.Kemungkinan penyebab lainnya adalah faktor lingkungan dan aktivitas lamina gigi yang berlebihan selama perkembangan gigi. Selain itu, ada beberapa kondisi keturunan yang dianggap berkaitan dengan hyperdontia.
  • Sindrom Gardner
  • Sindrom Ehlers Danlos
  • Displasia kleidokranial
  • Penyakit Fabry
  • Bibir sumbing
Kelebihan jumlah gigi anak dapat menyebabkan erupsi (kemunculan gigi ke rongga mulut) tertunda pada gigi yang berdekatan atau gigi tampak berjejal secara mencolok.Kondisi gigi berlebih yang tidak ditangani juga dapat memicu perkembangan kista atau tumor. Perawatan gigi diperlukan untuk mengatasi masalah ini.Dalam kebanyakan kasus, kelebihan gigi sulung tidak perlu dicabut karena bisa ditunggu hingga gigi tanggal secara alami. Kecuali jika gigi berlebih sudah lepas dan berisiko menimbulkan aspirasi karena bisa masuk ke paru-paru.

Gejala hyperdontia

Gejala utama hyperdontia adalah tumbuhnya gigi ekstra di dekat gigi sulung ataupun gigi permanen. Beberapa adalah beberapa karakteristik hyperdontia yang perlu Anda kenali.
  • Jumlah gigi anak atau orang dewasa melebihi normal
  • Lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita dengan perbandingan 2:1
  • Gigi berlebih dapat menekan rahang dan gusi sehingga menyebabkan bengkak dan nyeri
  • Kepadatan gigi yang berlebihan juga bisa membuat gigi permanen terlihat bengkok.
Gigi berlebih atau ekstra pada hyperdontia dapat dikategorikan berdasarkan bentuk dan lokasi pertumbuhannya di mulut. Berikut adalah bentuk-bentuk gigi berlebih ini.:
  • Gigi supernumerary: bentuk gigi tambahan mirip dengan jenis gigi yang tumbuh di dekatnya.
  • Gigi tuberkulat: bentuk gigi tambahan tampak seperti tabung atau tong.
  • Gigi kerucut: bentuk gigi ekstra lebar di pangkal dan menyempit pada bagian atas sehingga terlihat tajam.
  • Odontoma majemuk: bentuknya berupa sejumlah pertumbuhan kecil mirip gigi yang saling berdekatan.
  • Odontoma kompleks: gigi berlebih tumbuh berkelompok secara tidak teratur.
Sementara itu, berikut adalah istilah-istilah yang digunakan untuk menyebut gigi berlebih berdasarkan letak pertumbuhannya.
  • Paramolar: gigi berlebih tumbuh di bagian belakang mulut, di sebelah salah satu gigi geraham.
  • Distomolar: gigi ekstra tumbuh sejajar dengan gigi geraham yang lain, bukan di sekitarnya.
  • Mesiodens: gigi berlebih tumbuh di belakang atau di sekitar gigi seri. Ini adalah jenis gigi ekstra yang paling sering terjadi pada kasus hyperdontia.

Penanganan hyperdontia

Pada anak, sebagian kasus hyperdontia tidak memerlukan penanganan khusus selama kelebihan jumlah gigi anak atau orang dewasa tidak mengganggu.Meski demikian, sebaiknya periksakan kondisi gigi Anda ke dokter sejak awal terjadinya hyperdontia supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat.Jumlah gigi yang berlebih juga berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan pada penampilan atau fungsi gigi dan mulut penderitanya. Pada beberapa kasus, hyperdontia mungkin memerlukan pencabutan gigi apabila memenuhi kriteria ini.
  • Memiliki kondisi genetik yang mendasari.
  • Hyperdontia menyebabkan penderitanya tidak dapat mengunyah dengan benar atau sering menggigit bagian tertentu pada mulut.
  • Kelebihan jumlah gigi anak dan orang dewasa menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman karena letaknya yang berdesakan.
  • Kesulitan membersihkan gigi dengan baik, seperti menyikat gigi atau flossing, sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau penyakit gusi.
  • Merasa tidak nyaman pada area mulut atau rahang dan tidak percaya diri dengan penampilan gigi.
Hyperdontia yang hanya menyebabkan ketidaknyamanan ringan, mungkin dapat ditangani dengan penggunaan obat antiradang nonsteroid (NSAID) melalui resep yang diberikan dokter gigi.Akan tetapi, jika gigi berlebih mulai memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda atau si kecil, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan gigigigi bungsu
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperdontia#treatment
Diakses pada 4 Mei 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/hyperdontia/article.htm
Diakses pada 4 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait