Mengenal Hydrops Fetalis, Kondisi Penumpukan Cairan di Tubuh Bayi yang Berbahaya

(0)
04 Jun 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hydrops fetalis adalah penyakit langka yang bisa dirasakan 1 dari 1000 bayi.Hydrops fetalis dapat membuat bayi terlahir dengan kulit pucat, bengkak, dan memar di tubuhnya.
Saat bayi terlahir dengan kondisi kulit yang pucat dan bengkak atau memar di sekujur tubuhnya, bisa jadi masalah ini disebabkan oleh hydrops fetalis.Hydrops fetalis adalah penyakit langka yang dapat mengancam nyawa bayi. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan cairan di jaringan sekitar perut, jantung, paru-paru, hingga di bawah kulit.Hydrops fetalis merupakan komplikasi dari penyakit lain yang berdampak pada pengaturan cairan di dalam tubuh. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah penyebab, gejala, dan cara mengobati hydrops fetalis yang dapat Anda ketahui.

Penyebab hydrops fetalis sesuai jenisnya

Menurut sebuah studi, 1 dan 1000 bayi terlahir dengan hydrops fetalis. Kondisi ini terbagi dalam dua jenis, yaitu hydrops fetalis nonimun dan hydrops fetalis imun. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Hydrops fetalis non-imun

Menurut sebuah riset, hydrops fetalis nonimun adalah jenis hydrops fetalis yang paling umum. Kondisi ini terjadi saat ada penyakit yang mengganggu kemampuan tubuh bayi dalam mengatur cairan.Terdapat beberapa penyakit yang bisa mengganggu fungsi tubuh bayi ini, di antaranya:
  • Anemia yang parah, termasuk thalasemia
  • Perdarahan janin
  • Kelainan jantung atau paru-paru
  • Kelainan genetik dan metabolisme, seperti sindrom Turner dan penyakit Gaucher
  • Infeksi virus dan bakteri, seperti penyakit Chagas, parvovirus B19, cytomegalovirus (CMV), toksoplasmosis, sifilis, dan herpes
  • Malformasi vaskuler (kelainan pada pembuluh darah)
  • Tumor.
Pada beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, penyebab hydrops fetalis mungkin tidak dapat diketahui.

Hydrops fetalis imun

Hydrops fetalis imun umumnya terjadi saat golongan darah ibu dan janin tidak sama. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan Rh incompatibility atau ketidakcocokan Rh.Ketidakcocokan Rh dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh ibu menyerang dan menghancurkan sel darah merah bayi. Jika kasusnya sudah parah, ketidakcocokan Rh dapat menyebabkan hydrops fetalis.Hydrops fetalis imun cukup jarang terjadi karena sudah ada obatnya, yakni Rh immunoglobulin (RhoGAM). Obat ini dapat diberikan pada wanita yang memiliki risiko ketidakcocokan Rh.

Gejala hydrops fetalis

Gejala hydrops fetalis perlu diwaspadai karena sudah bisa diidentifikasi sejak janin masih di dalam kandungan. Ibu hamil yang janinnya terdampak dari hydrops fetalis dapat mengalami berbagai hal ini:
  • Air ketuban yang berlebihan (polihidramnion)
  • Plasenta yang terlalu tebal atau besar.
Selain itu, janin yang menderita hydrops fetalis dapat mengalami pembesaran limpa, jantung, hati, dan mengalami penumpukan cairan di sekitar jantung atau paru-paru. Kondisi ini dapat diamati lewat prosedur ultrasonografi (USG).Bayi yang terlahir dengan kondisi hydrops fetalis bisa menunjukkan berbagai gejala di bawah ini:
  • Kulit yang pucat
  • Memar
  • Pembengkakan yang parah, terutama di bagian perut
  • Pembesaran organ hati dan limpa
  • Sesak napas
  • Penyakit kuning yang parah.

Cara mendiagnosis hydrops fetalis

Berikut adalah beberapa cara untuk mendiagnosis hydrops fetalis sebelum bayi dilahirkan.
  • USG

Saat bayi masih berada di dalam kandungan, dokter dapat melakukan prosedur USG untuk melihat fungsi organ dalam dari sang janin. Nantinya, dokter juga bisa melihat aliran darah dari berbagai pembuluh darah.
  • Amniosintesis

Dalam prosedur amniosintesis, dokter akan mengambil sedikit air ketuban di sekitar janin untuk mendiagnosis hydrops fetalis.
  • Pengambilan darah janin

Prosedur pengambilan darah janin dilakukan dengan cara memasukkan jarum lewat rahim dan mengambil darah janin dari pembuluh darah atau tali pusarnya.

Apakah hydrops fetalis dapat diobati?

Hydrops fetalis biasanya tidak bisa diobati saat janin masih di dalam rahim. Namun, dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan transfusi darah kepada janin untuk memperbesar peluang hidupnya sampai dilahirkan.Dalam sebagian besar kasus, dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan persalinan dini agar janin dapat bertahan hidup. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan yang merangsang persalinan dini atau dengan operasi Caesar.Berikut adalah beberapa cara menangani hydrops fetalis saat bayi telah dilahirkan.
  • Menggunakan jarum untuk mengambil cairan berlebih di paru-paru, jantung, atau perut
  • Menggunakan alat bantu pernapasan seperti ventilator
  • Pemberian obat-obatan untuk mencegah gagal jantung
  • Pemberian obat-obatan untuk membantu ginjal mengeluarkan cairan berlebih.
Untuk hydrops fetalis imun, bayi dapat menerima transfusi darah yang sesuai dengan golongan darahnya. Jika hydrops fetalis imunnya disebabkan oleh penyakit lain, maka dokter akan fokus terhadap penyembuhan penyakit tersebut.

Catatan dari SehatQ

Hydrops fetalis adalah penyakit langka yang dapat mengancam nyawa bayi. Meski sudah mendapatkan perawatan dari dokter, angka kehidupan penderitanya cukup rendah.Menurut riset, hanya sekitar 20 persen bayi yang menderita hydrops fetalis dapat hidup sampai dilahirkan. Selain itu, hanya setengahnya yang bisa bertahan hidup setelah dilahirkan.Risiko kematian paling tinggi dapat terjadi pada janin yang terdiagnosis hydrops fetalis di bawah usia 24 minggu atau memiliki kelainan struktural.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
bayi & menyusuitumbuh kembang bayimerawat bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrops-fetalis
Diakses pada 21 Mei 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/interventional-radiology/conditions/malformations/
Diakses pada 21 Mei 2021
Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hydrops-fetalis-90-P02374
Diakses pada 21 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait