Mengenal Hipervitaminosis, Kondisi Tubuh yang Kelebihan Vitamin A


Kelebihan vitamin A atau hipervitaminosis A bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari mudah marah, sering mengantuk, hingga mual, bisa jadi gejalanya.

(0)
18 Nov 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sariawan adalah dampak kelebihan vitamin ASariawan menjadi salah satu gejala kelebihan vitamin A kronis, yang harus segera Anda tangani.
Anda mungkin ingin terus mengonsumsi asupan sehat untuk menambah jumlah vitamin dalam tubuh. Namun, tidak selamanya memiliki banyak vitamin dalam tubuh, bisa memberikan dampak baik untuk Anda. Salah satunya kelebihan vitamin A.Kelebihan vitamin A, yang dikenal dengan hipervitaminosis A dalam istilah medis, bisa berdampak buruk pada tubuh Anda. Bahkan, salah satu gejala terparahnya ialah koma atau tak sadarkan diri, untuk waktu yang cukup lama. Apa saja dampak buruk dari kelebihan vitamin A?

Kelebihan vitamin A, apa dampak buruknya? 

Terdapat dua kondisi dari kelebihan vitamin A yang perlu diwaspadai, yakni hipervitaminosis A akut dan kronis. Kelebihan vitamin A akut, terjadi jika seseorang mengonsumsi vitamin A dengan jumlah yang banyak, dalam waktu beberapa jam atau hari saja.Sementara itu, kelebihan vitamin A kronis akan terjadi jika vitamin A menumpuk di dalam tubuh, dalam waktu yang lama.Menurut ahli, kondisi ini bisa dengan mudah didiagnosis lewat tes darah. Sebagian orang yang mengidap kondisi kelebihan vitamin A, dapat sembuh hanya dengan mengurangi asupan vitamin A.Walau begitu, Anda harus tetap waspada. Sebab, kelebihan vitamin A dapat memicu datangnya gejala berbahaya, yang bisa mengganggu aktivitas Anda. Apa saja gejalanya?

Gejala hipervitaminosis A akut

Gejala yang ditimbulkan dari kedua jenis hipervitaminosis, tentu saja berbeda. Kelebihan vitamin A akut, memiliki gejala berikut ini:
  • Lebih mudah marah
  • Sering mengantuk
  • Mual-mual
  • Sakit perut
  • Perasaan tertekan di kepala
  • Muntah

Gejala hipervitaminosis A kronis

Seseorang dengan kondisi kelebihan vitamin A kronis, dapat merasakan gejala-gejala serius, seperti di bawah ini:
  • Sariawan
  • Pembengkakan tulang
  • Kuku pecah-pecah
  • Sakit tulang
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penglihatan buram atau gangguan penglihatan
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Bagian putih mata dan kulit menjadi berwarna kuning (ikterus)
  • Rambut rontok
  • Kulit menjadi kasar, kering, mengelupas, atau gatal
  • Infeksi pernapasan
Untuk anak-anak dan bayi, kelebihan vitamin A juga bisa menimbulkan gejala berupa berat badan yang tidak normal, tulang kepala yang melembut, koma, bola mata melotot, hingga munculnya titik lunak menonjol di kepala. Jika dilihat dari gejalanya saja, kelebihan vitamin A akan membawa banyak kerugian untuk kesehatan. Maka dari itu, kenali juga kebutuhan harian vitamin A yang ideal untuk tubuh Anda!

Berapa jumlah ideal vitamin A yang dibutuhkan tubuh?

Jika Anda ingin merasakan manfaat vitamin A, tubuh Anda membutuhkan asupan vitamin A yang cukup. Kelebihan vitamin A malah akan membawa gejala-gejala yang merugikan.Menurut badan kesehatan Amerika Serikat, National Institutes of Health, berikut ini adalah jumlah vitamin A yang dibutuhkan oleh setiap usia:
  • 0 – 6 bulan: 400 mcg
  • 7 – 12 bulan: 500 mcg
  • 1 – 3 tahun: 300 mcg
  • 4 – 8 tahun: 400 mcg
  • 9 – 13 tahun: 600 mcg
  • 14 – 18 tahun: 900 mcg untuk pria, 700 mcg untuk wanita
  • 14 – 18 tahun (wanita hamil): 750 mcg
  • 14 – 18 tahun (wanita menyusui): 1.200 mcg
  • 19 tahun ke atas: 900 mcg untuk pria, 700 mcg untuk wanita
  • 19 tahun ke atas (wanita hamil): 770 mcg
  • 19 tahun ke atas (wanita menyusui): 1.300 mcg
Jumlah di atas dianggap aman jika dikonsumsi per harinya. Jika mengonsumsi vitamin A lebih dari yang sudah dianjurkan, selama beberapa bulan, hipervitaminosis A pun dapat muncul, terutama untuk bayi dan anak-anak.Dengan memahami kebutuhan harian vitamin A ini, Anda diharapkan tidak lagi mengalami kekurangan vitamin A ataupun kelebihan vitamin A. 

Komplikasi dan perawatan untuk kondisi kelebihan vitamin A

Jangan salah, kelebihan vitamin A bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya, misalnya kerusakan hati, osteoporosis (kondisi yang menyebabkan tulang belakang jadi lemah), kelebihan kalsium di dalam tubuh Anda, sampai kerusakan ginjal karena kelebihan kalsium. Itulah sebabnya Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi vitamin A dengan dosis tinggi.Anda bisa mengatasi hipervitaminosis A hanya dengan menghentikan atau mengurangi konsumsi makanan dan suplemen, yang mengandung vitamin A. Jika tidak ada komplikasi, maka biasanya, seseorang bisa cepat sembuh dari hipervitaminosis A.Jika komplikasi di atas terlanjur muncul, maka dokter akan mengobatinya dengan perawatan yang berbeda. Namun, perlu diingat bahwa kerusakan liver karena hipervitamonisis A, tidak selalu dapat disembuhkan.

Makanan yang mengandung vitamin A 

Jika Anda sudah memahami, bahwa kelebihan vitamin A tidak baik bagi tubuh, sekarang saatnya Anda tahu, makanan apa saja yang mengandung vitamin A. Hal ini dilakukan, guna membuat Anda tidak berlebihan, ketika mengonsumsi makanannya.
  • Hati sapi
  • Hati kambing
  • Sosis hati
  • Minyak hati ikan cod
  • Ikan salmon
  • Mentega
  • Keju cheddar
  • Telur rebus
  • Keju biru
  • Krim keju
Sayur dan buah yang mengandung vitamin A tinggi:
  • Kentang
  • Wortel
  • Bayam
  • Mangga
  • Anggur merah
  • Pepaya
  • Jambu
  • Blewah

Risiko keracunan akibat kelebihan vitamin A

Keracunan vitamin A dapat terjadi dari bentuk vitamin A topikal maupun oral. Masing-masing memiliki dampak buruk yang berbeda. Keracunan vitamin A oral dapat bersifat akut atau kronis. Risiko keracunan akut dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi vitamin A berjumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan risiko keracunan kronis, terjadi ketika asupan vitamin A dikonsumsi lebih lama.Efek samping paling umum dari retinoid topikal adalah iritasi kulit, terutama eritema dan pengelupasan. Efek samping paling parah dari retinoid sistemik adalah teratogenisitas.Menurut penelitian, setiap tahunnya Amerika Serikat melaporkan lebih dari 60.000 kasus keracunan Vitamin. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air, vitamin yang larut dalam lemak cenderung menumpuk di dalam tubuh.

Catatan dari SehatQ

Hipervitaminosis A lebih sering terjadi jika seseorang mengonsumsi suplemen vitamin A secara berlebihan. Kondisi kelebihan vitamin A, biasanya jarang terjadi, jika seseorang hanya mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung vitamin A saja.Maka dari itu, selalu konsultasikan ke dokter, mengenai jumlah suplemen atau makanan vitamin A, yang ingin Anda konsumsi. Dokter akan memberi tahu informasi dan panduan, agar jumlah vitamin A yang Anda butuhkan, bisa terpenuhi, tanpa mengalami hipervitaminosis A.
penyakitmakanan sehatvitamin abuah dan sayuran
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypervitaminosis-aDiakses pada 18 November 2019 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322238.php#symptomsDiakses pada 18 November 2019 National Institutes of Health. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/Diakses pada 18 November 2019 Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000350.htmDiakses pada 18 November 2019NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532916/
Diakses 23 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait