Mengenal Hipertensi Maligna, Kondisi Darurat Medis yang Mengancam Jiwa

(0)
26 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hipertensi maligna bisa menyebabkan berbagai masalah yang seriusHipertensi maligna terjadi ketika tekanan darah naik secara drastis
Menurut WHO satu dari 4 pria dan satu dari 5 wanita di dunia menderita hipertensi. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah hipertensi maligna? Hipertensi maligna adalah suatu kondisi darurat medis yang terjadi ketika tekanan darah meningkat secara drastis ke angka 180/120 mmHg atau lebih tinggi. Jika tak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, bahkan kematian. Penyakit hipertensi maligna bisa muncul secara cepat dan tiba-tiba. Namun, tidak seperti kasus tekanan darah tinggi umumnya yang tak selalu memiliki tanda, keadaan darurat hipertensi ini memiliki gejala yang mencolok. 

Gejala hipertensi maligna

Gejala utama hipertensi maligna adalah adanya tanda-tanda kerusakan organ, biasanya pada ginjal atau mata. Beberapa gejala hipertensi maligna, antara lain:Pada kasus yang jarang terjadi, hipertensi maligna bisa menyebabkan pembengkakan otak yang memicu pada ensefalopati hipertensi yang berbahaya. Kondisi tersebut ditandai dengan beberapa hal berikut:
  • Sakit kepala parah
  • Mual dan muntah
  • Lesu
  • Kejang
  • Terganggunya fungsi tubuh
  • Kebutaan
  • Koma.
Secara umum, tekanan darah tinggi membuat ginjal kesulitan menyaring limbah dan racun dari darah. Hal inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya gagal ginjal. Hipertensi maligna pun bisa menyebabkan ginjal tiba-tiba berhenti bekerja hingga berujung pada kematian.

Penyebab hipertensi maligna

Hipertensi maligna umumnya terjadi pada orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, di mana tekanan darahnya sudah di atas 140/90 mmHg. Menurut tinjauan klinis pada tahun 2012, sekitar 1-2 persen penderita tekanan darah tinggi mengalami hipertensi maligna. Selain itu, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan kemungkinan Anda terkena hipertensi maligna, di antaranya:
  • Tidak mengonsumsi obat antihipertensi
  • Penyakit ginjal
  • Penggunaan obat-obatan, seperti kokain, amfetamin, pil KB, atau penghambat oksidase moamine
  • Kehamilan
  • Preeklampsia
  • Penyakit autoimun
  • Cedera sumsum tulang belakang yang menyebabkan bagian dari sistem saraf menjadi terlalu aktif
  • Tumor kelenjar adrenal
  • Penyempitan pembuluh darah pada ginjal (stenosis ginjal)
  • Penyempitan aorta (pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh).
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami gejala-gejala tak biasa, sebaiknya segera cari bantuan medis. Pertolongan darurat sangat diperlukan agar hipertensi maligna tidak semakin memburuk.

Pengobatan hipertensi maligna

Apabila hipertensi maligna tidak mendapat pengobatan, maka bisa terjadi komplikasi berupa pecahnya pembuluh darah aorta, edema paru, serangan jantung, stroke, gagal jantung, gagal ginjal, hingga kematian. Pengobatan kondisi ini dilakukan untuk menurunkan tekanan darah dengan hati-hati dalam hitungan menit.Dokter akan mempertimbangkan gejala dan kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh saat memutuskan rencana perawatan. Umumnya, pasien akan menerima obat antihipertensi melalui infus yang merupakan cara tercepat dalam mengobati tekanan darah yang sangat tinggi.Setelah tekanan darah berada pada kisaran yang aman, pemberian obat-obatan dialihkan pada bentuk oral. Akan tetapi, jika Anda mengalami gagal ginjal maka prosedur cuci darah mungkin diperlukan. Sementara, perawatan lain bergantung pada gejala spesifik dan kemungkinan penyebab hipertensi maligna yang Anda alami.Jika kondisi sudah pulih, Anda harus melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau tekanan darah dan terus minum obat secara teratur. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mengendalikan tekanan darah, seperti:
  • Menerapkan diet DASH dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, makanan tinggi kalium, dan biji-bijian. Hindari atau batasi pula asupan yang tinggi lemak jenuh
  • Batasi asupan garam hingga 1.500 mg per hari. Ingatlah bahwa makanan olahan juga tinggi akan sodium sehingga Anda harus menghindarinya
  • Berolahraga secara rutin minimal 30 menit per hari
  • Menurunkan berat badan apabila Anda kelebihan berat badan atau obesitas
  • Batasi mengonsumsi minuman beralkohol. Pria tidak boleh lebih dari dua gelas per hari, sementara wanita hanya satu gelas
  • Berhenti merokok
  • Kendalikan stres dengan teknik relaksasi atau yoga.
Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter mengenai tekanan darah tinggi yang Anda miliki supaya mendapat arahan yang tepat.
penyakithipertensitekanan darah tinggi
P2PTM Kemkes. http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2018/05/Diagnosis_Klasifikasi_Hipertensi_Yuda_Turana_Indonesian_Society_of_Hypertension_FK_Unika_Atmajaya.pdf
Diakses pada 12 Agustus 2020
WHO. https://www.who.int/health-topics/hypertension/#tab=tab_1
Diakses pada 12 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/malignant-hypertension#prevention
Diakses pada 12 Agustus 2020
Web MD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/what-is-malignant-hypertension#1
Diakses pada 12 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait