Mengenal Hiperpnea, Napas Lebih Dalam untuk Mendapatkan Oksigen


Hiperpnea adalah kondisi saat napas jadi lebih dalam dan kadang lebih cepat dari biasanya. Hyperpnea merupakan respons normal atas situasi tubuh, seperti saat berolahraga, udara dingin, maupun ketika mengalami serangan panik.

0,0
07 Jul 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Aktivitas fisik adalah situasi yang paling sering menyebabkan hiperpneaTubuh secara otomatis akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam untuk mendapatkan oksigen saat berolahraga
Hiperpnea adalah istilah untuk bernapas lebih dalam dari biasanya dengan tujuan meningkatkan volume udara di paru-paru. Kondisi ini seringkali merupakan respons terhadap peningkatan metabolisme saat tubuh membutuhkan banyak oksigen, seperti saat berolahraga, sakit, atau berada pada ketinggian tertentu.

Apa itu hiperpnea?

Saat Anda mengalami hyperpnea, Anda bernapas lebih dalam dan terkadang lebih cepat. Kondisi ini terjadi karena tubuh merespons sinyal dari otak, pembuluh darah, dan persendian untuk menyesuaikan pernapasan Anda. Napas lebih dalam memberikan peningkatan asupan oksigen. Hiperpnea juga dapat dengan sengaja digunakan sebagai teknik menenangkan diri atau untuk membantu Anda meningkatkan pernapasan jika Anda memiliki penyakit yang berhubungan dengan paru-paru.Jika hiperpnea disebabkan oleh fisiologis, maka tak memerlukan pengobatan. Namun, jika penyebabnya adalah kondisi medis, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

Penyebab hiperpnea

Hiperpnea dapat terjadi sebagai respons normal terhadap aktivitas atau lingkungan, tapi bisa juga karena penyakit. Berikut ini adalah beberapa situasi yang dapat menyebabkan hiperpnea:

1. Olahraga

Aktivitas fisik adalah situasi yang paling sering menyebabkan hiperpnea. Tubuh secara otomatis akan bernapas lebih cepat dan lebih dalam untuk mendapatkan oksigen saat berolahraga.

2. Dataran tinggi

Hiperpnea juga bisa menjadi respons normal terhadap kebutuhan untuk meningkatkan asupan oksigen Anda saat berada di ketinggian. Jika Anda mendaki gunung, atau berada di ketinggian tertentu, Anda membutuhkan lebih banyak oksigen daripada di ketinggian lebih rendah. Hal ini terjadi karena tekanan atmosfer menyebabkan kadar oksigen dalam udara menipis. Beberapa gejala yang mungkin Anda alami saat berada di dataran tinggi adalah: sesak napas, kulit dan bibir tampak kebiruan, kebingungan, sakit  kepala, dan kelelahan. Tubuh biasanya akan mengambil napas lebih dalam untuk menghirup lebih banyak udara dan menyerap lebih banyak oksigen untuk melawan setiap efek yang ada.

3. Anemia

Ketika tubuh mengalami anemia, darah mengalami penurunan kemampuan untuk mengangkut oksigen. Itulah mengapa anemia seringkali dikaitkan dengan hiperpnea. 

4. Udara dingin

Suhu dingin di dalam dan di luar ruangan juga dapat menyebabkan napas lebih cepat dan dalam.

5. Asma

Penderita asma yang mengalami sesak napas biasanya akan mengalami hiperpnea untuk mengambil oksigen lebih banyak. Sebuah penelitian tahun 2016 menemukan bahwa latihan khusus yang melibatkan hiperpnea yang disengaja ternyata dapat membantu memperbaiki masalah pada paru-paru dan saluran napas penderita asma.

6. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)

Studi yang dilakukan tahun 2015 menyarankan bahwa hiperpnea terkontrol dapat membantu melatih otot-otot pernapasan  penderita PPOK.

7. Gangguan panik

Panick attack atau gangguan panik juga dapat menyebabkan hyperpnea.

Perbedaan hiperpnea dan hiperventilasi

Hyperpnea adalah saat Anda bernapas lebih dalam tetapi tidak terlalu cepat. Hal ini terjadi ketika Anda berolahraga atau mengangkat beban berat. Sedangkan, hiperventilasi adalah bernapas sangat cepat, dalam, serta menghembuskan lebih banyak udara daripada yang Anda hirup. Kondisi ini dapat mengurangi tingkat normal karbon dioksida dalam tubuh, sehingga menyebabkan pusing dan gejala lainnya.Pernapasan yang sehat terjadi karena adanya keseimbangan antara menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Hiperventilasi mengganggu keseimbangan ini dengan menghembuskan napas lebih banyak daripada yang Anda hirup. Hal ini menyebabkan pengurangan jumlah karbondioksida dalam tubuh. Berkurangnya karbondioksida memicu penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak.Pengurangan suplai darah ke otak menyebabkan gejala, seperti pusing dan kesemutan pada jari. Hiperventilasi yang parah dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Hiperventilasi dapat terjadi dalam banyak kondisi, yaitu:
  • Stres
  • Panik atau cemas
  • Ketakutan 
  • Fobia
  • Overdosis obat
  • Memiliki penyakit paru-paru
  • Sakit parah
Hiperpnea umumnya merupakan proses pernapasan yang normal dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika Anda marasa bahwa pernapasan Anda tidak normal dan memiliki kekhawatiran tentang masalah mendasar tentang pernapasan, sebaiknya Anda menemui dokter. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika hiperpnea menimbulkan efek negatif, misalnya memengaruhi pola tidur.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang hiperpnea, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan pernapasansesak napassaluran pernapasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-hyperpnea
Diakses pada 20 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/hypernea
Diakses pada 20 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperventilation
Diakses pada 7 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait