Mengenal Guilt Trip yang Menjebak Korbannya Menjadi Merasa Bersalah


Guilt trip adalah teknik atau strategi yang dilakukan untuk membuat orang merasa bersalah. Ciri-cirinya beragam, mulai dari mengungkit kesalahan hingga bersikap pamrih.

0,0
06 Sep 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Guilt trip adalah strategi untuk membuat orang lain merasa bersalah.Pelaku guilt trip dapat menjebak korbannya agar merasa bersalah.
Pernahkah seseorang membuat Anda merasa bersalah atas sesuatu yang pernah Anda lakukan atau tidak pernah melakukannya? Bisa jadi Anda sedang menjadi korban guilt trip.Agar tidak jadi korbannya, mari kita kenali apa itu guilt trip, ciri-cirinya, dan cara mengatasinya berikut ini.

Apa itu guilt trip?

Guilt trip adalah teknik yang dilakukan oleh seseorang untuk membuat korbannya merasa bersalah atau bertanggung jawab.Sebab, perasaan bersalah merupakan senjata yang ampuh untuk mengubah perilaku, perasaan, atau pola pikir seseorang. Tidak hanya itu, guilt trip juga bisa digunakan untuk memanipulasi perasaan dan perilaku korbannya.Jika seseorang pernah membuat Anda merasa bersalah, baik karena sesuatu yang pernah Anda lakukan maupun tidak, kemudian menggunakan perasaan bersalah tersebut untuk memanipulasi Anda, itulah yang dinamakan dengan guilt trip.Waspadalah, guilt trip dapat terjadi di dalam hubungan cinta, persahabatan, hingga keluarga.

Ciri-ciri pelaku guilt trip yang perlu diwaspadai

Guilt trip dapat dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja. Terkadang, ciri-cirinya dapat mudah dilihat. Namun, ciri-ciri guilt trip kadang sulit untuk ditebak.Berikut adalah ciri-ciri pelaku guilt trip yang perlu diwaspadai:
  • Mengungkit-ungkit kesalahan Anda di masa lalu
  • Mengingatkan Anda terhadap hal-hal baik yang dilakukan pelaku di masa lalu (pamrih)
  • Bertingkah seolah-olah pelaku sedang marah, tapi kemudian menyangkal bahwa ada masalah
  • Menunjukkan ketidaksetujuan terhadap apa yang Anda lakukan lewat bahasa tubuh, raut wajah, hingga intonasi suara
  • Menolak untuk berbicara
  • Membuat Anda merasa berhutang tehadap pelaku
  • Melontarkan komentar sarkasme terhadap usaha Anda
  • Mengacuhkan usaha Anda saat sedang ingin menyelesaikan masalah
  • Tidak tertarik untuk menyelesaikan masalah.

Jenis-jenis guilt trip

Terdapat beberapa jenis guilt trip yang memiliki tujuannya masing-masing, di antaranya:
  • Manipulasi

Guilt trip yang satu ini memiliki tujuan untuk memanipulasi korbannya untuk melakukan sesuatu yang ia inginkan.
  • Menghindari konflik

Di dalam beberapa kasus, orang yang melakukan guilt trip memiliki tujuan untuk menghindari konflik. Hal ini membuat pelaku mendapatkan apa yang ia mau tanpa harus berkonflik secara langsung.
  • Edukasi moral

Guilt trip jenis ini bertujuan untuk membuat korbannya melakukan sebuah perilaku yang dianggap benar oleh pelakunya.
  • Memancing simpati

Seseorang juga bisa menggunakan guilt trip untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Pelaku biasanya dapat membuat dirinya terlihat seperti dirugikan agar mendapatkan perhatian dari orang lain.

Beberapa dampak buruk dari guilt trip

Ada beberapa dampak buruk yang disebabkan oleh guilt trip, beberapa yang paling umum di antaranya:

1. Merusak hubungan

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology, guilt trip dapat merusak hubungan dengan pasangan.Studi tersebut lebih jauh menjelaskan, orang-orang yang merasa tersakiti akibat kritikan dari pasangannya dapat menggunakan perasaan tersebut untuk membuat pasangannya merasa bersalah.Guilt trip juga dinilai bisa merusak kepercayaan dan membuat pasangan merasa sedang dimanipulasi.

2. Mengundang rasa benci

Menjadi korban guilt trip berkali-kali dipercaya bisa mengundang rasa benci terhadap seseorang. Menurut sebuah riset berjudul A Qualitative Investigation of a Guilt trip, guilt trip mampu menyebabkan permusuhan beserta perasaan dendam.

3. Mengganggu kesehatan mental

Merasa sering bersalah dapat mengundang dan memperparah kondisi-kondisi psikologis, seperti gangguan kecemasan, depresi, hingga gangguan obsesif kompulsif.Jika seseorang terus-menerus menjadi korban guilt trip, ia bisa merasa malu dan berpotensi menarik diri dari lingkungannya.

Cara menghadapi guilt trip

Dilansir dari Psychology Today, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi guilt trip, meliputi:
  • Jelaskan pada pelaku guilt trip bahwa tindakannya itu dapat membuat Anda merasa marah dan tersinggung.
  • Beri tahu pelaku guilt trip bahwa perasaan marah yang Anda rasakan dapat merusak hubungan kalian berdua.
  • Meminta pelaku guilt trip untuk mengutarakan keinginannya secara langsung tanpa harus membuat Anda merasa bersalah terlebih dahulu.
  • Jelaskan pada pelaku guilt trip bahwa Anda lebih senang dan mau menuruti permintaannya jika ia mengutarakan keinginannya secara langsung.
  • Bersiaplah untuk berdiskusi dan mengingatkan saat pelaku guilt trip berulah lagi di masa yang akan datang.
  • Bersabarlah dalam menghadapi pelaku guilt trip. Dengan kesabaran, pelaku guilt trip dipercaya dapat termovitasi untuk berubah menjadi lebih baik lagi.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
gangguan mentalkesehatan mentalgangguan kecemasan
Healthline. https://www.healthline.com/health/relationships/guilt-trip
Diakses pada 22 Agustus 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-guilt-trip-5192249
Diakses pada 22 Agustus 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201305/7-ways-get-out-guilt-trips
Diakses pada 22 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait