logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Good Girl Syndrome dan Bahaya yang Bisa Ditimbulkan

open-summary

Good girl syndrome adalah kondisi yang membuat perempuan selalu bersikap baik kepada semua orang untuk menyenangkan hati orang lain.


close-summary

5

(1)

25 Mar 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Good girl syndrome

Good girl syndrome justru membahayakan bagi mental perempuan

Table of Content

  • Penyebab munculnya good girl syndrome
  • Ciri-ciri good girl syndrome
  • Bahaya good girl syndrome
  • Cara mengatasi good girl syndrome
  • Catatan dari SehatQ

Di penjuru dunia, bias gender terjadi bahkan sejak anak masih sangat kecil. Perempuan dituntut menjadi sosok yang matang emosional, pintar akademik, hingga loyal. Semua ciri tersebut justru bisa menjebak ke dalam good girl syndrome. Ciri-ciri good girl syndrome yang paling terlihat adalah sulit berkata tidak untuk menyenangkan hati orang lain.

Advertisement

Biarpun terlihat baik, simdrom ini bisa berakibat buruk untuk para perempuan. Lalu, bagaimaca cara mengatasinya? Simak informasinya di bawah ini.

Penyebab munculnya good girl syndrome

Sayangnya, penyebab seseorang terjebak dalam sindrom good girl ini bisa jadi karena lingkaran terdekatnya yaitu keluarga. Sejak kecil, prinsip demi prinsip ditanamkan yang membuat mereka menganggap perempuan baru dianggap baik apabila mengikuti aturan.

Lebih jauh lagi, kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan perempuan baik adalah:

  • Penyayang
  • Hangat
  • Ceria
  • Berbicara lemah lembut
  • Loyal

Sementara, kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan laki-laki adalah:

  • Mandiri
  • Dominan
  • Percaya diri
  • Berani mengambil keputusan

Artinya, perempuan lebih dianggap good girl ketika mereka bersikap lemah lembut. Di sisi lain, laki-laki disukai apabila karakternya kuat. Dominasi laki-laki terhadap perempuan ini mengakar begitu kuat. Lihat saja bagaimana patriarki sudah tertanam.

Kembali ke lingkaran terdekat yaitu keluarga. Tidak sedikit yang menanamkan anggapan bahwa anak perempuan lebih matang secara emosional ketimbang anak laki-laki. Ketika sudah duduk di bangku sekolah, mereka juga dituntut lebih matang secara akademis.

Saat sudah bekerja pun, perempuan dianggap baik ketika bersikap menyenangkan kepada orang lain. Sayangnya, seluruh good girl syndrome ini justru bisa berakibat buruk bagi kesehatan mental.

Ciri-ciri good girl syndrome

Sindrom juga sering disebut people pleasure atau sosok yang diharapkan membuat semua orang senang. Berikut ciri-ciri seseorang yang memiliki good girl syndrome di bawah ini:

  • Selalu mengatakan "iya" supaya orang senang
  • Tidak mau mengganggu orang lain
  • Selalu memerhatikan pendapat buruk dari orang lain
  • Perfeksionis dan memaksa diri untuk selalu berprestasi
  • Cenderung menghindari konflik
  • Taat terhadap peraturan
  • Lebih suka memberi ketimbang menerima
  • Rela mengorbankan diri untuk kesenangan orang lain

Bahaya good girl syndrome

Bagi yang terjebak dalam good girl syndrome, segera hentikan sebelum terlambat. Sebelum mencari tahu bagaimana caranya, kenali dulu bahaya-bahaya dari sindrom ini seperti:

1. Tidak berani berkata tidak

Kerap kali karena tuntutan menjadi perempuan yang menyenangkan dan lemah lembut, batasan antara diri sendiri dan orang lain menjadi kabur. Bisa saja, sindrom ini membuat seorang individu tidak berani berkata tidak meski kondisinya tidak memungkinkan.

Lama kelamaan, kebiasaan ini bukan hanya membuat kewalahan tapi juga membuat perencanaan menjadi kacau. Waktu, energi, dan sumber daya lain yang seharusnya dialokasikan untuk diri sendiri justru tidak terselesaikan karena harus menyanggupi permintaan orang lain.

2. Dibelenggu ketakutan

Tak salah lagi, bahaya paling utama dari good girl syndrome adalah terbelenggu dalam ketakutan. Segalanya bisa menjadi sumber ketakutan sekaligus kekhawatiran karena pemahaman yang ditanamkan sejak dulu. Padahal, belum tentu ketakutan itu terbukti.

Lebih jauh lagi, ketakutan ini akan membuat seorang individu merasa terintimidasi terhadap orang yang lebih kuat. Sangat mungkin ketakutan ini sudah tertanam di alam bawah sadar dan menjadi hal yang tak terhindarkan.

3. Menjadi sosok yang lemah

Seharusnya, konsep good girl tidak melulu seputar sosok lemah lembut. Justru, perempuan kuat adalah hal yang lebih baik. Ketika merasa lemah, seorang perempuan bisa saja tidak berani menyuarakan apa yang ada di benak mereka.

Bukan hanya itu, hal ini juga berlaku dalam konteks kekerasan baik verbal, fisik, maupun seksual. Terjebak dalam good girl syndrome dapat membuat perempuan sulit untuk menolak atau angkat bicara.

4. Rentan dimanipulasi

Berbuat baik dan menolong orang lain adalah hal positif, itu betul. Namun, bedakan dengan taktik manipulasi yang bisa dilakukan orang lain kepada mereka yang tampak seperti good girl. Mengingat mereka sangat jarang – atau bahkan tidak pernah – berkata tidak, ini justru bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak punya empati.

Bahkan, siklus ini bisa terus terjadi dan berulang. Mungkin, individu yang dimanipulasi sebenarnya tahu bahwa kondisi ini tidak sehat. Namun, lagi-lagi tidak ada keberanian untuk menolak.

5. Menjadi terlalu naif

Orang yang dibesarkan dengan segala konsep tentang good girl bisa jadi memandang dunia dengan kacamata terlalu naif. Semua orang dianggap memiliki karakter yang sama. Padahal, di dunia ini ada beragam karakter orang, baik yang baik maupun tidak.

Sayangnya kenaifan ini bisa membuat seorang individu tidak bisa bisa beradaptasi dengan cepat ketika masuk ke lingkungan yang di luar ekspektasi. Mereka bisa jadi mengalami culture shock dan tidak tahu bagaimana harus bersikap.

Baca juga: Dampak Psikologis Kekerasan Terhadap Perempuan

Cara mengatasi good girl syndrome

Tidak ada kata terlambat untuk keluar dari sindrom ini. Anda bisa memulainya dari diri sendiri dengan membiasakan melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Berani mengatakan "tidak"
  • Kurangi merasa bersalah pada segala hal
  • Mulai mencintai diri sendiri
  • Menjalani hidup dengan pilihan pribadi
  • Memperlakukan orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan
  • Membangun kepercayaan diri

Baca juga: Pentingnya Self-Awareness untuk Kesehatan Mental

Catatan dari SehatQ

Tidak ada kata terlambat untuk melepaskan diri dari jeratan good girl syndrome. Ingat, tidak menjadi good girl tidak lantas berarti menjadi sosok yang kasar. Justru sebaliknya, perempuan yang kuat dan independen adalah mereka yang berani mengambil sikap.

Tentu tak kalah penting, perlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti Anda ingin diperlakukan. Menggeser konsep yang selama ini terbentuk, sebenarnya bersikap sopan, perhatian, dan respek kepada orang lain juga merupakan gambaran sosok perempuan yang baik.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar bahaya sindrom ini terhadap kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan mentalkesehatan wanitapola hidup sehat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved