Mengenal 11 Golongan Obat Hipertensi, Mana yang Paling Efektif?

Golongan obat hipertensi yang cocok untuk masing-masing orang bisa berbeda
Ada banyak golongan obat hipertensi yang bisa dikonsumsi

Obat untuk menurunkan tekanan darah masih terus dikembangkan oleh para ahli. Sebab, hingga saat ini belum ada satu jenis obat pun yang bisa digunakan oleh semua orang yang mengalami hipertensi. Biasanya, ada yang cocok menggunakan golongan obat hipertensi A, tapi tidak cocok dengan golongan B. Begitu pula sebaliknya.

Golongan obat hipertensi sendiri terbagi lagi menjadi banyak bahan aktif dan ada berbagai merek yang bisa dipilih. Masing-masing golongan dibedakan dari cara kerjanya dalam menurunkan tekanan darah.

Golongan obat hipertensi yang paling sering digunakan

Dari sekian banyak golongan obat hipertensi, ada beberapa golongan yang lebih sering digunakan dibandingkan dengan golongan lainnya, yaitu diuretik, beta blocker, ACE inhibitor, calcium channel blocker (CCB) dan angiostenin II receptor blockers (ARB).

1. Diuretik

Obat golongan diuretik sering juga disebut sebagai pil air. Sebab, obat ini bekerja dengan cara membuang kelebihan sodium dan air di tubuh melalui urine. Saat mengonsumsi obat ini, Anda akan merasa sering ingin buang air kecil.

Dengan berkurangnya jumlah cairan di pembuluh darah, maka tekanan darah pun akan ikut menurun. Contoh obat hipertensi yang masuk ke dalam golongan obat diuretik antara lain:

  • Acetazolamide
  • Chlorthalidone
  • Hydrochlorothiazide
  • Indapamide
  • Metolazone

2. Beta blocker

Obat hipertensi golongan beta blocker bekerja dengan cara mengurangi efek adrenalin pada jantung dan pembuluh darah jantung. Selain itu, obat ini juga akan memperlambat detak jantung, dan mengurangi tekanan kerja berlebih pada jantung serta pembuluh darahnya.

Contoh obat yang masuk ke dalam golongan beta blocker di antaranya adalah:

3. ACE inhibitor

Obat golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor berkerja dengan cara mencegah tubuh memproduksi hormon angiostenin, yang bisa membuat pembuluh darah menyempit. Dengan berkurangnya jumlah hormon ini, maka pembuluh darah akan tetap terbuka, dan tekanannya pun akan stabil di angka normal.

Contoh obat yang masuk dalam golongan ini adalah:

4. Calcium channel blocker (CCB)

Untuk bisa bekerja, semua otot di tubuh membutuhkan kalsium untuk keluar dan masuk sel otot. Obat golongan CCB membantu kalsium masuk ke sel otot jantung dan pembuluh darah. Hal tersebut kemudian akan membuat kerja jantung menjadi lebih ringan dan pembuluh darah menjadi lebih rileks. Hasilnya, tekanan darah akan menurun.

Contoh dari obat CCB adalah:

5. Angiostenin II receptor blockers (ARB)

Sama seperti obat hipertensi golongan ACE inhibitor, ARB juga bekerjan dengan cara melinudungi pembuluh darah dari hormon angiostenin. Untuk bisa bekerja, hormon ini perlu berikatan dengan reseptor, dan obat golongan ARB akan mencegah ikatan itu terjadi, sehingga tekanan darah bisa menurun.

Contoh obat ARB antara lain:

Golongan obat hipertensi lainnya

Jika jenis obat hipertensi di atas tidak efektif untuk menurunkan tekanan darah, maka dokter dapat meresepkan obat golongan lain, seperti:

1. Alpha blockers

Golongan obat hipertensi ini akan menghentikan sinyal yang dikirim dari saraf untuk menyempitkan pembuluh darah, sebelum sinyal sampai ke tempat tujuan. Sehingga, pembuluh darah bisa tetap rileks dan terbuka. Dengan demikian, darah bisa mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun. Contoh dari obat golongan ini adalah

2. Alpha-beta blockers

Obat hipertensi golongan alpha-beta blocker memilki efek gabungan, dengan mencegah terjadinya ikatan antara hormon katekolamin dan reseptor alpha maupun beta. Obat ini juga akan membuat detak jantung menjadi lebih lambat, sehingga kerjanya tidak terlalu berat. Contoh obat golongan alpha-beta blockers adalah carvedilol dan labetalol.

3. Central agonists

Golongan obat hipertensi ini bekerja dengan cara menghentikan sinyal yang akan mempercepat detak jantung dan mempersempit pembuluh darah. Contoh obat golongan ini adalah

4. Vasodilators

Obat hipertensi golongan vasodilator bekerja dengan cara membuat otot-otot di dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks, sehingga bisa terbuka lebih lebar dan aliran darah semakin lancar. Dengan begitu, tekanan darah bisa turun. Contoh obat golongan vasodilator adalah minoxidil dan hydralazine.

5. Aldosterone receptor antagonists

Obat golongan ini bekerja dengan mencegah produksi zat kimia di tubuh yang disebut aldosterone. Hal ini akan mengurangi jumlah cairan yang menumpuk di dalam tubuh sehingga tekanan darah Anda bisa turun. Contoh obat golongan ini antara lain eplerenone dan sprionolactone.

6. Direct renin Inhibitor

Direct renin inhibitor termasuk golongan obat hipertensi yang baru. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan produksi suatu zat kimia di tubuh yang dinamakan renin. Dengan begitu, pembuluh darah bisa melebar sehingga tekanan darah bisa turun.

Saat ini belum banyak obat golongan ini yang beredar di pasaran. Salah satu jenis yang bisa Anda jumpai adalah aliskerin.

Memilih golongan obat hipertensi yang tepat

Dokter biasanya baru meresepkan obat hipertensi jika perubahan gaya hidup seperti olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, tidak berpengaruh banyak terhadap tekanan darah Anda.

Apabila mengalami hipertensi tingkat 1, yaitu kondisi saat tekanan darah sistolik kurang dari 160 mmHg, dan tekanan darah diastolik Anda kurang dari 100 mmHg, maka dokter biasanya hanya akan memberikan satu jenis obat.

Karena ada begitu banyak golongan obat hipertensi, maka sulit bagi dokter untuk bisa langsung menebak jenis yang paling tepat untuk Anda. Biasanya, dokter akan mulai dengan memberikan golongan diuretik jenis thiazide atau ACE inhibitor.

Obat hipertensi yang diberikan juga bisa saja terdiri dari dua golongan yang berbeda. Pengobatan ini dinamakan pengobatan kombinasi dan hanya dilakukan apabila:

  • Terapi pengobatan dengan satu jenis obat, meski telah dicoba hingga 2-3 kali, tetap tidak membuahkan hasil
  • Tekanan darah sistoliknya lebih dari 160 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 100 mmHg

Dokter akan memilihkan jenis obat yang sekiranya paling tepat untuk kondisi Anda. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi obat darah tinggi tanpa resep.

WebMD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/high-blood-pressure-medicine-how-can-it-help-you#1
Diakses pada 9 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-hypertension-medication
Diakses pada 9 Maret 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/hypertension-drugs-1745989
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait