Mengenal Gejala Gagal Jantung Kongestif yang Mengancam Nyawa

Gagal jantung kongestif bisa membahayakan nyawa dan terjadi secara tiba-tiba
Gagal jantung kongestif bisa disebabkan oleh penyakit jantung lain seperti serangan jantung

Penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung kongestif, masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian, baik di Indonesia maupun di dunia.

Selain karena sering muncul tiba-tiba, gejala gagal jantung kongestif juga mirip dengan gejala kondisi lain yang lebih ringan. Hal ini menyebabkan penanganan kondisi ini sering terlambat, dan berakibat mengancam nyawa.

Agar risiko kematian akibat gagal jantung kongestif dapat berkurang, maka Anda perlu mengenali penyakit ini lebih jauh, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara menanganinya.

Apa itu gagal jantung kongestif?

Gagal jantung kongestif, sebenarnya sama dengan gagal jantung. Kondisi ini bisa terjadi, saat otot jantung tidak lagi dapat memompa volume darah yang cukup secara efektif.

Jantung kita terdiri dari empat ruangan. Dua ruangan yang berada di bagian atas dinamakanan serambi dan dua ruangan yang berada di bagian bawah disebut bilik.

Bilik jantung akan memompa darah dari jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya, serambi jantung akan menerima kembali darah dari seluruh bagian tubuh.

Gagal jantung kongestif, bisa merusak sirkulasi tersebut. Lalu, karena tidak bisa keluar dan masuk ke jantung dengan baik, maka darah akan bertumpuk di organ-organ sekitar jantung, seperti:

  • Paru-paru
  • Lambung
  • Hati
  • Tubuh bagian bawah.

Berbagai kondisi penyebab gagal jantung kongestif

Gagal jantung kongestif bisa disebabkan oleh berbagai penyakit yang menyebabkan kerusakan otot jantung, seperti:

1. Penyakit jantung koroner

Arteri atau pembuluh darah, memegang peranan untuk menyuplai darah dan oksigen ke jantung. Namun, penyakit jantung koroner membuat fungsi tersebut terganggu. Secara otomatis, darah yang mengalir ke otot jantung juga berkurang.

Apabila pembuluh darah semakin menyempit atau bahkan mampet, jantung akan kekurangan oksigen, dan nutrisi yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi dengan baik.

2. Serangan jantung

Serangan jantung bisa muncul saat pembuluh darah koroner tiba-tiba tersumbat, sehingga aliran darah ke otot jantung pun berhenti. Kondisi ini bisa merusak otot jantung, sehingga membuatnya tidak dapat berfungsi dengan baik.

3. Kardiomiopati

Pada kardiomiopati, kerusakan otot jantung terjadi bukan karena adanya gangguan pada pembuluh darah atau alirannya. Penyebab lain seperti infeksi dan konsumsi alkohol berlebih lah yang bisa menjadi pemicunya.

4. Penyakit yang menyebabkan jantung kerja terlalu keras

Ada beberapa penyakit yang membuat jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit ginjal. Penyakit jantung bawaan yang sudah muncul sejak lahir, juga bisa memicu gagal jantung kongestif di kemudian hari.

Kenali gejala gagal jantung kongestif ini

Gagal jantung tidak selalu datang secara tiba-tiba. Penyakit ini, bisa dibagi menjadi kondisi yang kronis dan akut. Sehingga, ada gejala maupun tanda yang dapat Anda kenali untuk mencegah keparahannya sejak dini, seperti berikut ini.

  • Napas pendek-pendek saat berbaring
  • Tubuh terasa lelah dan lemas
  • Bengkak di kaki
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur
  • Kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik menjadi berkurang
  • Batuk tidak sembuh-sembuh atau napasnya berbunyi, disertai dahak berwarna putih atau merah muda
  • Sering ingin buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Perut bengkak akibat penumpukan cairan (asites)
  • Berat badan naik dengan sangat cepat, akibat penumpukan cairan di tubuh
  • Nafsu makan berkurang dan mual
  • Sulit berkonsenterasi
  • Tiba-tiba sesak napas yang parah, disertai batuk dahak yang berwarna merah muda
  • Nyeri dada, apabila gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung

Muncul atau tidaknya gejala-gejala di atas, juga dapat menjadi acuan tingkat keparahan gagal jantung kongestif. Klasifikasi gagal jantung dibagi menjadi empat tingkat berdasarkan New York Heart Association (NYHA), yaitu:

• Kelas I

Ini adalah tingkatan paling ringan. Di kelas I, penderita gagal jantung kongestif tidak merasakan adanya batasan saat melakukan aktivitas fisik. 

Pengobatan untuk kondisi ini pun cukup dilakukan dengan perubahan gaya hidup, konsumsi obat jantung, dan pengawasan rutin dari dokter.

• Kelas II

Jika mengalami gagal jantung kongestif kelas II, gejala umumnya akan timbul saat Anda melakukan aktivitas fisik tertentu. Namun, gejala tidak akan muncul saat Anda sedang berada di posisi istirahat.

Gejala yang bisa muncul saat melakukan aktivitas fisik di antaranya kelelahan, jantung berdebar, dan sesak napas. Penanganan untuk kondisi ini, sama dengan kelas I.

• Kelas III

Pada gagal jantung kongestif kelas III, melakukan aktivitas fisik yang ringan maupun berada di posisi istirahat sudah bisa merasakan timbulnya gejala. Bahkan sedikit pergerakan sudah bisa menimbulkan sesak napas, kelelahan, dan jantung berdebar.

Perawatan untuk kondisi ini lebih rumit. Dokter akan menyesuaikan terapi, yang paling cocok untuk kondisi Anda.

• Kelas IV

Ini adalah tingkatan yang paling parah. Penderita tidak dapat melakukan aktivitas fisik apapun tanpa rasa tidak nyaman dan juga gejala timbul saat sedang istirahat. Apapun kegiatan yang Anda lakukan, gejala gagal jantung kongestif selalu menyertai. Pada tahap ini, penyakit sudah tidak bisa disembuhkan.

Namun, Anda tetap bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik, selama perawatan untuk meredakan gejala, dijalani dengan baik.

Pengobatan gagal jantung kongestif yang tepat

Pengobatan gagal jantung kongestif adalah pengobatan jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, tanda dan gejala yang Anda alami dapat berkurang, atau bahkan jantung jadi bertambah kuat.

Untuk mengobati gagal jantung kongestif, dokter akan memberikan obat-obatan seperti ACE inhibitor, angiotensin, hingga beta bloker. Selain itu, beberapa prosedur di bawah ini juga dapat dilakukan, untuk mengembalikan fungsi jantung seperti semula.

  • Operasi bypass koroner
  • Perbaikan atau penggantian katup jantung
  • Implan jantung
  • Pemasangan alat pacu jantung
  • Transplantasi jantung

Gagal jantung kongestif bisa dicegah

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dapat mengurangi risiko Anda terkena gagal jantung kongestif, maupun memperlambat kondisi ini berkembang menjadi parah. Berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan, untuk mencegah gagal jantung kongestif.

1. Menjaga berat badan

Berat badan berlebih dapat membuat kerja jantung menjadi lebih berat. Sehingga, risiko munculnya kerusakan di organ ini pun akan meningkat.

2. Olahraga teratur

Agar risiko terkena gagal jantung kongestif dapat berkurang, Anda perlu berolahraga secara teratur. Anda disarankan berolahraga selama total 150 menit dalam seminggu.

Anda bisa membaginya menjadi beberapa sesi dalam satu pekan.Tidak perlu yang terlalu berat, olahraga dengan intensitas sedang pun dapat Anda lakukan.

3. Menghilangkan stres

Hubungan antara kesehatan mental dan kesehatan jantung sudah banyak diteliti. Stres disebut merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit jantung.

Untuk menghilangkan stres, Anda dapat melakukan meditasi, terapi, maupun metode lain, yang dirasa dapat melegakan pikiran.

4. Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

Makanan yang sehat untuk jantung adalah yang rendah lemak jenuh, kaya akan gandum utuh, dan sedikit mengandung sodium maupun kolesterol.

Bagi penderita gagal jantung kongestif, konsumsi sodium atau garam dibatasi hanya 2.000 mg per hari, dengan anjuran untuk mengonsumsi 2 liter air setiap harinya.

5. Selalu cek tekanan darah

Rutin memeriksa tekanan darah adalah langkah antisipasi, agar faktor penyebab gagal jantung kongestif seperti hipertensi, dapat ditangani sejak dini. Pengecekan tekanan darah dapat dilakukan di klinik, maupun di rumah dengan alat sendiri.

6. Hindari kebiasaan buruk

Kebisaan buruk seperti mengonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan, harus dihentikan.Sebab, keduanya bisa menjadi pemicu munculnya gangguan pada jantung.

Gagal jantung kongestif mungkin terdengar menyeramkan. Namun, Anda tetap harus mengenali gejala dan mulai mencegahnya dari sekarang, agar di kemudian hari dapat terhindar dari penyakit berbahaya ini.

Healthline. https://www.healthline.com/health/congestive-heart-failure
Diakses pada 2 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide-heart-failure#1
Diakses pada 2 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/diagnosis-treatment/drc-20373148
Diakses pada 2 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317848.php
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed