Mengenal Gejala Fibrosis Hati Serta Penyebab dan Cara Menanganinya


Fibrosis hati terjadi ketika jaringan sehat di dalamnya tidak bisa berfungsi optimal karena mengalami kerusakan. Ini adalah tahap pertama dari munculnya jaringan parut di liver. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan berkembang menjadi sirosis hati.

(0)
18 Dec 2020|Azelia Trifiana
Fibrosis hati adalah kondisi rusaknya jaringan sehat di hatiFibrosis hati adalah rusaknya jaringan sehat di hati
Fibrosis hati terjadi ketika jaringan sehat di dalamnya tidak bisa berfungsi optimal karena mengalami kerusakan. Ini adalah tahap pertama dari munculnya jaringan parut di liver. Apabila dibiarkan, kondisi ini akan berkembang menjadi sirosis hati.Untuk mencegah fibrosis menjadi semakin buruk, orang yang mengalaminya perlu menjalani rangkaian pengobatan. Selain itu, perlu juga diimbangi dengan perubahan gaya hidup.

Gejala fibrosis hati

perempuan sedang mual
Mual
Sebagian besar kasus fibrosis hati tidak menunjukkan gejala berarti hingga kondisi liver sudah cukup parah. Setidaknya 6-7% penderita fibrosis tidak menyadarinya karena tiada gejala yang muncul.Beberapa gejala yang mungkin muncul di antaranya:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit berpikir jernih
  • Penumpukan cairan di perut atau kaki
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Mual
  • Berat badan turun drastis
  • Tubuh terasa lesu

Penyebab fibrosis hati

segelas bir
Konsumsi alkohol berlebih sebabkan fibrosis hati
Kondisi fibrosis hati bisa terjadi setelah seseorang mengalami masalah atau peradangan pada liver. Sel-sel dalam liver akan memberikan stimulasi penyembuhan luka. Namun saat proses ini berlangsung, kelebihan protein seperti kolagen dan glikoprotein berisiko menumpuk di liver.Pada akhirnya, setelah proses ini terus berulang, maka sel-sel liver tidak bisa lagi memperbaiki dirinya sendiri. Kelebihan protein pun akan membentuk jaringan parut atau fibrosis.Beberapa jenis penyakit hati juga bisa menyebabkan kondisi ini, seperti:Penyebab paling umum dari fibrosis hati adalah nonalcoholic fatty liver disease atau perlemakan hati non-alkoholik. Selain itu, penyebab kedua paling umum adalah paparan jangka panjang terhadap minuman beralkohol.

Tahapan fibrosis hati

Ada beberapa tahapan berbeda terjadinya fibrosis hati. Tahapan inilah yang kemudian membantu dokter menentukan seberapa parah kondisi yang dialami pasien.Meski demikian, perlu diingat bahwa penilaian tahapan ini bisa bersifat subjektif. Satu dokter bisa menganggap kondisi pasien masih ringan, namun tidak demikian dengan pendapat dokter lainnya.Meski demikian, adanya tahapan ini membantu dokter mengetahui bagaimana kondisi liver saat ini. Dari situlah bisa dirumuskan langkah penanganan yang tepat.Salah satu metode penilaian yang populer adalah sistem METAVIR. Dokter akan menentukan tahapan ini setelah melihat sampel jaringan hati. Aktivitas fibrosis dibedakan menjadi:
  • A0: tidak ada aktivitas
  • A1: aktivitas ringan
  • A2: aktivitas sedang
  • A3: aktivitas berat
Sementara tahapan fibrosisnya dibedakan menjadi:
  • F0: tidak ada aktivitas
  • F1: fibrosis saluran darah tanpa septa
  • F2: fibrosis saluran darah dengan beberapa septa
  • F3: banyak septa namun tidak ada sirosis
  • F4: terjadi sirosis
Septa dalam tahapan di atas adalah fibrosis yang meluas berbentuk seperti jari-jari sebuah roda. Terkadang, bentuknya juga disamakan seperti sarang laba-laba.Berdasarkan sistem penilaian METAVIR, artinya kondisi paling parah akan menunjukkan skor A3 dan F4. Selain METAVIR, ada juga metode lain seperti Batts and Ludwig yang mengukur seberapa parahnya fibrosis hati dengan skor 1-4.

Cara penanganan fibrosis hati

Opsi penanganan fibrosis hati bergantung pada apa penyebabnya. Jika pemicunya adalah penyakit lain, dokter akan mengupayakan mengobatinya sehingga fibrosis bisa menjadi lebih ringan.Apabila pemicunya adalah konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, dokter akan meminta berhenti mengonsumsinya. Waspadai juga munculnya alcohol withdrawal syndrome yang perlu diantisipasi sejak awal.Selain itu, apabila pemicunya adalah perlemakan hati non-alkoholik, dokter akan menyarankan perubahan pola makan serta berolahraga. Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan berat badan sehingga kondisinya tidak makin parah.Dokter juga akan memberikan obat-obat seperti:
  • Penghambat ACE untuk mengobati penyakit hati kronis
  • Tocopherol untuk mengobati virus hepatitis C
  • PPAR-alpha agonist untuk steatohepatitis non-alkohol
Rangkaian pengobatan di atas termasuk dalam antifibrotics, obat yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan munculnya jaringan parut.Komplikasi yang paling signifikan dari fibrosis hati adalah munculnya sirosis. Umumnya, perlu waktu sangat lama hingga fibrosis mencapai tahap ini, seperti satu atau dua dekade.

Apabila kondisi fibrosis hati sudah terlalu parah dan berpengaruh terhadap fungsinya, satu-satunya penanganan yang dapat diberikan adalah transplantasi hati.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar gejala fibrosis hati, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di .
penyakitsirosis hatipenyakit hati
Healthline. https://www.healthline.com/health/liver-fibrosis
Diakses pada 3 Desember 2020
The Lancet Gastroenterology & Hepatology. https://www.thelancet.com/journals/langas/article/PIIS2468-1253(16)30081-4/fulltext
Diakses pada 3 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325073
Diakses pada 3 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait