Demam Tinggi, Gejala Covid pada Bayi dan Cara Efektif Mengatasinya


Gejala Covid pada bayi yang umum terjadi adalah demam tinggi di atas 38 derajat Celcius. Salah satu cara menurunkan panas anak tanpa obat yaitu dengan menggunakan plester kompres demam.

0,0
Gejala Covid pada bayi bisa bermacam-macam dengan tingkat keparahan yang juga berbedaBantu redakan demam pada bayi dengan cara yang efektif
Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Meski telah ditemukan vaksin, namun bukan berarti dunia telah terbebas dari virus ini. Semua orang rentan tertular virus corona, termasuk bayi dan anak-anak. Orangtua pun perlu memahami gejala Covid pada bayi agar dapat segera melakukan tindakan penanganan. 
Bila Anda memiliki bayi, wajar jika Anda merasa khawatir jika buah hati Anda tertular Covid-19. Bahkan meski tidak sedang pandemi, para ibu selalu memikirkan keselamatan bayinya setiap saat. Penelitian mengenai efek virus Corona terhadap bayi dan anak-anak masih terus berlangsung mengingat ini adalah jenis penyakit baru. Gejala Covid pada bayi juga bisa saja berbeda pada setiap anak. 

Gejala Covid pada bayi

Virus Corona biasanya menyebar dari orang yang terinfeksi kepada orang lain melalui tetesan cairan dari pernapasan (droplets) yang keluar ketika batuk maupun bersin. Saat Anda bersalaman atau menyentuh benda yang telah terkena droplets kemudian menyentuh hidung, mulut, maupun area wajah tanpa mencuci tangan, akan meningkatkan risiko infeksi.Sama seperti yang terjadi pada orang dewasa, sebagian besar bayi dan anak-anak mungkin hanya akan menunjukkan gejala ringan saat tertular Covid-19, mirip seperti gejala flu. Sebagian lainnya bahkan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun.Beberapa gejala Covid pada bayi yang paling sering terjadi adalah:
  • Demam
  • Batuk
  • Bersin
  • Hidung meler
  • Diare
  • Sering menangis, gelisah, dan tidak bisa tidur
  • Napas cepat
Berbeda dari orang dewasa yang sudah dapat mengatakan jika dirinya sakit, bayi hanya mampu mengekspresikannya lewat tangisan. Untuk itu, orangtua perlu mewaspadai gejala Covid pada bayi dengan memerhatikan hal-hal berikut ini:
  • Pernapasan yang amat cepat, lebih dari 60 kali per menit pada bayi baru lahir
  • Muncul suara seperti mendengkur ketika bernapas
  • Malas menyusu atau rewel ketika menyusu. Beberapa bayi yang telah masuk tahap MPASI menunjukkan perubahan pola makan.
  • Suhu tubuh bayi lebih dari 38 derajat Celcius

Pertolongan pertama saat bayi dicurigai Covid-19

Sebagian besar bayi tidak menunjukkan gejala Covid yang parah. Bila Anda mencurigai bayi Anda tertular Covid-19, Anda perlu menghubungi dokter anak. Dokter nantinya akan menentukan apakah bayi Anda memerlukan tes Covid-19. Bila terkonfirmasi positif, dokter juga akan memastikan apakah bayi Anda bisa dirawat di rumah atau memerlukan rawat inap di rumah sakit.Sementara itu, Anda dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan bayi Anda akibat gejala yang timbul dengan perawatan di rumah. Bila bayi Anda demam, ia biasanya akan rewel dan sering menangis. Anda dapat membantu meredakan demam pada bayi dengan memberikan plester kompres demam Bye Bye Fever yang praktis dan mudah digunakan.Ingat, Anda tetap perlu memakai masker selama merawat bayi Anda. Pisahkan dulu bayi Anda dari anggota keluarga lain yang sehat, setidaknya selama dua minggu. Selalu cuci tangan terutama sebelum dan sesudah menggendong bayi Anda.

Keunggulan plester kompres demam Bye Bye Fever

Salah satu kenangan saat kecil yang mungkin tidak terlupakan ketika Anda sakit adalah ibu Anda yang dengan sabar mengompres dahi Anda menggunakan kain yang dibasahi. Dengan telaten, ibu Anda akan merendam kembali kain ke dalam air kemudian memerasnya dan meletakkan kembali pada dahi Anda.Kini, ada cara yang lebih praktis untuk menurunkan demam anak. Anda bisa menggunakan plester kompres Bye Bye Fever yang bisa ditempelkan langsung pada dahi anak. Bye Bye Fever memiliki daya rekat yang lebih kuat sehingga plester tidak akan bergeser dari dahi anak dan dapat digunakan sepanjang malam.Selain itu, Bye Bye Fever lebih nyaman digunakan karena tidak basah saat ditempelkan ke dahi. Anda pun tidak memerlukan handuk dan air karena Bye Bye Fever dapat langsung digunakan kapan saja dan di mana saja. Plester kompres Bye Bye Fever mengandung hidrogel, yaitu gel yang mengandung air. Saat plester ditempelkan pada dahi anak, panas tubuh akan berkurang melalui proses penguapan air yang terkandung pada hidrogel.Amankah Bye Bye Fever untuk bayi? Produk ini tersedia dalam dua varian untuk bayi (0-2 tahun) dan anak-anak (di atas 2 tahun). Pastikan memilih produk yang sesuai dengan usia si kecil. Bye Bye Fever bayi memiliki hidrogel berwarna putih yang tahan hingga 8 jam. Sementara, Bye Bye Fever anak memiliki hidrogel berwarna biru yang tahan hingga 10 jam dengan rasa menthol yang aman. 

Bagaimana membedakan demam pada anak karena DBD atau Covid-19?

Demam memang gejala yang sangat umum saat tubuh mengalami infeksi. Anda mungkin bingung membedakan apakah si Kecil demam karena Covid-19 atau karena penyakit lain seperti DBD.Demam karena DBD merupakan tipe demam bifasik yaitu suhu tubuh meningkat secara mendadak dan terus-menerus selama 2-7 hari tanpa sebab yang jelas. Biasanya demam akibat DBD akan diikuti gejala lain seperti: mual, muntah, timbul ruam pada kulit, maupun terjadi perdarahan ringan (mimisan, mudah memar, gusi berdarah). Sementara demam akibat Covid-19 bisa muncul sebagai gejala tunggal maupun diikuti gejala lain seperti batuk, napas menjadi cepat, bersin, maupun hidung meler. Untuk mengonfirmasikan apakah demam yang dialami si Kecil akibat Covid-19 atau karena penyakit lain, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. 
demamcoronavirusadv byebye fever
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/coronavirus-child-is-sick.html
Diakses pada 23 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-in-babies-and-children/art-20484405
Diakses pada 23 April 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/covid-19-symptoms-in-babies
Diakses pada 23 April 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/news/family/coronavirus-in-babies/
Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait