Mengenal Gas Rumah Kaca dan Dampaknya untuk Kesehatan


Gas rumah kaca adalah gas yang menahan sinar matahari di atmosfer sehingga terperangkap di permukaan bumi, dan membuat bumi semakin panas. Gas ini menimbulkan kondisi yang disebut sebagai efek rumah kaca, yang merupakan penyebab pemanasan global.

0,0
22 Jun 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gas rumah kaca adalah gas yang menahan sinar matahari di atmosfer, sehingga suhu bumi naik dan panasGas rumah kaca adalah penyebab pemanasan global
Musim hujan dan kemarau yang makin tak tentu waktunya, banjir yang jadi sering datang, hingga suhu yang kian hari kian panas, terjadi bukan tanpa alasan. Semua itu disebabkan oleh pemanasan global dengan gas rumah kaca sebagai pemicu.Semakin banyak gas rumah kaca yang ada di bumi, maka akan semakin rusak lingkungan kita. Dalam jangka panjang, hal ini juga akan berdampak pada kesehatan. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa efek rumah kaca meningkatkan risiko terjadinya penyakit.Karena gas rumah kaca bisa mempengaruhi hidup diri sendiri dan generasi penerus di masa mendatang, maka tidak ada salahnya kalau Anda mengenal lebih jauh soal ini. Dengan begitu, Anda bisa melakukan hal-hal untuk mencegahnya.

Apa itu gas rumah kaca?

Ilustrasi gas rumah kaca
Ilustrasi mekanisme gas rumah kaca
Gas rumah kaca adalah gas yang bisa menahan panas matahari di bawah atmosfer, sehingga membuat bumi semakin panas. Dinamakan gas rumah kaca karena gas-gas tersebut bekerja persis seperti rumah kaca yang biasa digunakan untuk menumbuhkan tanaman.Sinar matahari bisa menembus masuk ke rumah kaca dan mekanisme khusus membuat sinar tersebut tidak bisa kembali ke luar, membuat tempat ini memiliki suhu yang lebih hangat daripada sekitarnya.Gas rumah kaca juga punya kemampuan yang sama, yaitu membuat panas matahari terperangkap di atmosfer, sehingga suhu di permukaan bumi lama-kelamaan semakin naik. Mekanisme ini disebut sebagai efek rumah kaca dan merupakan penyebab dari terjadinya pemanasan global alias global warming.Pada kondisi normal, sinar matahari yang sudah tiba di bumi, akan digunakan seperlunya lalu kembali dipantulkan ke atmosfer, sehingga bumi tidak terlampau panas. Dengan adanya gas rumah kaca, kelebihan sinar ini jadi terperangkap di atmosfer.Jenis gas rumah kaca antara lain:
  • Karbon dioksida (CO2)
  • Metana (CH4)
  • Dinitrogen oksida (N2O)
  • Hidrofluorokarbon
  • Perfluorokarbon
  • Sulfur heksafluorida
  • Nitrogen trifluorida
Gas rumah kaca kebanyakan dihasilkan oleh kegiatan manusia. Pengunaan listrik, kendaraan berbahan dasar minyak (BBM), aktivitas pabrik, pembabatan hutan, dan aktivitas merusak lingkungan lainnya.Satu hal yang jarang orang sadari, peternakan juga merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar di dunia. Sebab, peternakan mengeluarkan metana dari sapi dan karbon dari kotoran hewan dalam jumlah yang sangat besar.Lepasnya gas-gas tersebut ke udara disebut sebagai emisi. Dari sekian banyak jenis gas rumah kaca, karbon lah yang jumlahnya paling banyak di udara. Jadi, efek rumah kaca juga sering dikaitkan dengan proses emisi karbon atau lepasnya karbon ke udara.Baca Juga: Mengenal Jejak Karbon alias Carbon Footprint dan Dampaknya untuk Kesehatan

Dampak gas rumah kaca untuk kesehatan

Gas rumah kaca bisa meningkatkan risiko komplikasi pengidap asma
Gas rumah kaca bisa memperparah asma
Menumpuknya gas rumah kaca di atmosfer akan memicu pemanasan global dan kondisi tersebut sangat merugikan tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga kesehatan manusia. Berikut ini beberapa dampak penumpukan gas rumah kaca bagi kesehatan.

1. Memperparah penyakit pernapasan

Meningkatnya gas rumah kaca juga berkaitan dengan kualitas udara. Saat temperatur di bumi meningkat, konsentrasi di lapisan ozon pun naik. Hal ini bisa memicu rusaknya jaringan paru-paru dan menyebabkan komplikasi bagi para pengidap asma dan penyakit pernapasan lainnya.

2. Meningkatkan angka penyakit infeksi

Meningkatnya suhu di permukaan bumi akan membuat populasi nyamuk bertambah. Hal ini membuat risiko munculnya penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk seperti malaria dan demam beradarah jadi meningkat.

3. Meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit via air

Pemanasan global bisa menyebabkan waterborne disease atau penyakit yang menular melalui air yang tercemar, bertambah. Hal ini dikarenakan meningkatnya efek rumah kaca akan membuat kualitas sumber air semakin buruk.Contoh penyakit yang disebabkan oleh air kotor antara lain hepatitis A, demam tifoid, infeksi salmonella, infeksi E.coli, kolera, dan disentri.

4. Memicu penyakit jantung

Suhu permukaan bumi yang meningkat, bisa menambah beban kerja jantung atau sistem kardiovaskular. Sebab saat suhu tinggi, sistem kardiovaskular akan selalu bekerja guna menjaga suhu tubuh tetap normal.Pada orang yang punya riwayat sakit jantung, pemanasan global berisiko memperparah kondisi tersebut.

Cara mencegah emisi gas rumah kaca

Untuk bisa mengurangi jumlah gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer, tentu perlu usaha yang sangat besar, termasuk dari pihak yang berwenang.Namun, tentu secara individual kita juga bisa melakukan langkah-langkah sederhana untuk membantu mengurangi emisi karbon maupun gas rumah kaca yang lainnya, seperti berikut ini.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
  • Lebih banyak menanam pohon
  • Mengonsumsi lebih banyak sayuran dan mengurangi konsumsi daging
  • Menghemat penggunaan listrik di rumah
  • Tidak merusak lingkungan
Dengan melakukan cara-cara di atas, maka kita bisa mengurangi risiko penyakit di masa depan.
alergi lingkunganpolusi udara
UCAR Center For Science Education. https://scied.ucar.edu/learning-zone/climate-solutions/reduce-greenhouse-gases
Diakses pada 9 Juni 2021
EPA USA. https://www.epa.gov/ghgemissions/overview-greenhouse-gases
Diakses pada 9 Juni 2021
NASA. https://climatekids.nasa.gov/greenhouse-cards/
Diakses pada 9 Juni 2021
UN. https://www.un.org/en/chronicle/article/health-effects-global-warming-developing-countries-are-most-vulnerable
Diakses pada 9 Juni 2021
U.S Global Change Research Program. https://health2016.globalchange.gov/
Diakses pada 9 Juni 2021
Lifewater. https://lifewater.org/blog/7-most-common-waterborne-diseases-and-how-to-prevent-them/
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait