Mengenal Garcinia Cambogia, Suplemen yang Diklaim Ampuh Turunkan Berat Bedan

Garcinia cambogia adalah buah yang ekstraknya digunakan sebagai suplemen penurun berat badan.
Garcinia gambogia diklaim bisa menurunkan berat badan, kenali dulu cara kerjanya.

Garcinia cambogia adalah buah tropis yang dikenal dengan nama asam malabar atau asam gelugur di Indonesia. Ekstrak kulitnya dijadikan suplemen penurun berat badan, karena mengandung asam hidroksisitrat.

Sebelum mengonsumsinya, kenali dulu efektivitas dan efek samping Garcinia cambogia. Sebab, lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) sebenarnya menyarankan untuk menghindari suplemen yang mengandung Garcinia cambogia.

Apa itu Garcinia cambogia?

Garcinia cambogia adalah buah menyerupai labu berwarna kuning yang kehijauan. Rasa asamnya membuat Garcinia cambogia tidak populer di masyarakat sebagai makanan, melainkan sebatas dimanfaatkan untuk bumbu masak.

Kini, banyak suplemen penurun berat badan yang terbuat dari kulit buah Garcinia cambogia. Sebab, kulit buah Garcinia cambogia mengandung asam hidroksisitrat, senyawa aktif yang dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan.

Rata-rata, produk suplemen penurun berat badan mengandung 20-60% asam hidroksisitrat. Padahal, kalau mengacu pada penelitian, dibutuhkan 50-60% asam hidroksisitrat untuk bisa merasakan manfaat Garcinia cambogia.

Maka dari itu, sebelum mengonsumsinya, Anda disarankan untuk lebih kritis dalam melihat kandungan suplemen penurun berat badan Garcinia cambogia. Jika perlu, konsultasikan dulu ke dokter mengenai keamanan mengonsumsi Garcinia cambogia.

Apakah terbukti bisa menurunkan berat badan?

Garcinia cambogia
Buah yang jadi bahan Garnicia cambogia

Karena banyak yang meyakini manfaat Garcinia cambogia sebagai suplemen penurun berat badan, para peneliti akhirnya melakukan sejumlah riset mengenai efek dari suplemen itu.

Beberapa riset tersebut membuktikan, suplemen penurun berat badan Garcinia cambogia memang bisa menurunkan berat badan, tapi tidak signifikan.

Garcinia cambogia hanya mampu menurunkan berat badan sekitar 0,88 kilogram (kg) saat dikonsumsi selama 2-12 minggu. Meski begitu, studi lain tidak menemukan manfaat Garcinia cambogia sebagai penurun berat badan.

Dalam studi terbesar yang melibatkan 135 responden, para peneliti bahkan tidak menemukan perbedaan dalam penurunan berat badan, antara mereka yang mengonsumsi Garcinia cambogia dan obat kosong (plasebo).

Kesimpulannya, para peneliti belum bisa menjamin efektivitas Garcinia cambogia. Sebab, hasil penelitian mengenai Garcinia cambogia masih beragam.

Bagaimana cara kerja Garcinia cambogia dalam menurunkan berat badan?

Kandungan asam hidroksisitrat yang diekstrak dari kulit buah Garcinia cambogia, diklaim bisa “menghadang” enzim pembuat lemak, bernama citrate lyase. Asam hidroksisitrat juga dipercaya mampu meningkatkan pelepasan hormon serotonin di otak, sehingga rasa lapar berkurang.

Lagi-lagi, penelitian tidak menemukan perbedaan dalam penurunan nafsu makan, antara mereka yang mengonsumsi Garcinia cambogia dan obat kosong. Selain itu, efeknya juga berbeda-beda pada setiap orang.

Meski begitu, ada satu hasil riset menjanjikan, yang bisa menunjukkan bahwa Garcinia dapat menurunkan berbagai macam lemak di dalam tubuh.

Dalam studi itu, responden dengan kondisi obesitas mengonsumsi 2.800 miligram (mg) Garcinia cambogia setiap hari, selama delapan minggu. Penurunan lemaknya cukup drastis, seperti dalam penjelasan di bawah ini:

  • Total kolesterol: turun 6,3%
  • Kolesterol jahat (LDL): turun 12,3%
  • Kolesterol baik (HDL): naik 10,7%
  • Trigliserida: turun 8,6%
  • Metabolit lemak: 125-258% mampu dikeluarkan lebih banyak melalui urine.

Dengan menghambat citrate lyase, Garcinia cambogia dianggap mampu memperlambat produksi lemak dalam tubuh. Tidak heran kalau suplemen penurun badan dengan kandungan bahan tersebut, diklaim bisa mengurangi lemak dan menurunkan berat badan.

Peringatan sebelum mengonsumsi Garcinia cambogia

Beberapa penelitian menyatakan, mengonsumsi Garcinia cambogia dengan dosis 2.800 mg asam hidroksisitrat per hari, masih aman.

Riset membuktikan, jika Garcinia cambogia dikonsumsi melebihi dosis, akan ada efek samping merugikan yang bisa muncul. Misalnya, penelitian pada hewan uji memperlihatkan timbulnya atrofi testis atau mengecilnya testis, setelah mengonsumsi Garcinia cambogia melebihi dosis yang direkomendasikan.

Selain itu, janganlah Anda mengonsumsi Garcinia cambogia, bersamaan dengan obat-obatan diabetes seperti insulin, obat nyeri, dan obat resep untuk kondisi kejiwaan.

Sebab, ada laporan tentang wanita yang mengalami keracunan serotonin setelah mengonsumsi Garcinia cambogia berbarengan dengan obat antidepresan.

Tidak hanya itu, Garcinia cambogia dianggap bisa memperparah kondisi medis tertentu. Contohnya, dalam beberapa kasus, Garcinia cambogia malah menyebabkan kerusakan dan gagal hati pada orang-orang tertentu.
Segera hindari Garcinia cambogia jika Anda mengidap masalah organ hati, atau sedang hamil dan menyusui.

Efek samping Garcinia cambogia

Garcinia cambogia juga memiliki efek samping yang berpotensi muncul. Walau dianggap ringan, Anda juga harus mewaspadainya.

Efek samping Garcinia cambogia meliputi:

Bahkan pada 2017, FDA telah melabeli Garcinia cambogia tidak aman. Sebab, FDA menemukan adanya efek samping merugikan, seperti masalah organ hati, pada beberapa orang yang mengonsumsi Garcinia cambogia.

Catatan dari SehatQ:

SehatQ tidak menyarankan Anda mengonsumsi Garcinia cambogia, sebelum berkonsultasi dengan dokter. Apalagi kalau Anda mengidap kondisi medis tertentu, seperti masalah hati, atau sedang hamil dan menyusui. Dosis tepat dan pengawasan dokter sangat diperlukan, selama Anda mengonsumsi Garcinia cambogia.

Masih banyak metode menurunkan berat badan lain yang lebih menyehatkan, dan sudah terbukti ampuh dalam mengecilkan perut. Jadi, pikirkan matang-matang sebelum Anda mengonsumsi suplemen penurun berat badan yang mengandung Garcinia cambogia, ya.

Web MD. https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/garcinia-cambogia-weight-loss
Diakses pada 18 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/garcinia-cambogia-weight-loss#what-it-is
Diakses pada 18 Maret 2020

Artikel Terkait