Mengenal Gangguan Skizoafektif, Kombinasi Psikosis dan Gangguan Mood


Gangguan skizoafektif merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan kombinasi gejala psikosis dan gangguan mood. Gangguan skizoafektif terbagi atas tipe bipolar dan tipe depresif.

0,0
02 Dec 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gangguan skizoafektif merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan kombinasi gejala psikosis dan gangguan moodGangguan skizoafektif merupakan gangguan psikologis yang sebenarnya jarang terjadi
Skizofrenia merupakan gangguan psikologis yang membuat penderitanya menginterpretasikan realita dengan tak normal. Skizofrenia ditandai dengan gejala psikosis, yang membuat penderitanya berdelusi dan berhalusinasi. Selain skizofrenia, ada kondisi medis lain serupa yang disebut dengan gangguan skizoafektif. Kenali lebih dalam mengenai gangguan skizoafektif. 

Apa itu gangguan skizoafektif?

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental yang ditandai dengan kombinasi gejala psikosis, seperti delusi dan halusinasi, dengan gejala gangguan suasana hati berupa depresi atau bipolar. Gangguan skizoafektif terbagi atas dua tipe berdasarkan gangguan suasana hati yang ditunjukkan dan dirasakan pasien, yaitu:
  • Tipe bipolar, saat pasien utamanya mengalami episode mania (senang berlebih) yang kemudian terkadang diiringi dengan depresi 
  • Tipe depresif, saat pasien hanya mengalami gejala depresi atau sedih berlebihan
Gangguan skizoafektif merupakan gangguan psikologis yang sebenarnya jarang terjadi. Gangguan ini bisa menimpa baik pria maupun wanita, walau pria lebih sering menderita skizoafektif di usia yang lebih muda. Namun, karena gejalanya merupakan kombinasi skizofrenia dan gangguan mood, gangguan skizoafektif seringkali salah didiagnosis dengan gangguan bipolar maupun skizofrenia. Gangguan skizoafektif dapat dikendalikan secara efektif dengan kombinasi obat-obatan dan terapi. Dokter biasanya menangani gangguan ini dengan “meminjam” penanganan gangguan mood maupun skizofrenia. Jika tidak ditangani, gangguan skizoafektif dapat mengganggu kehidupan profesional dan akademik pasien dan masalah lain seperti kesepian.

Ragam gejala gangguan skizoafektif

Gejala gangguan skizoafektif dapat bervariasi antara satu orang dengan orang lain. Gejala yang ditunjukkan penderitanya juga bisa bergantung pada tipe bipolar atau tipe depresif. Variasi gejala gangguan skizoafektif, termasuk:
  • Delusi, yakni meyakini hal-hal yang sebenarnya tidak ada (tidak benar)
  • Halusinasi, seperti mendengar suara atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada
  • Gangguan pada cara komunikasi dan berbicara, seperti mengucapkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti
  • Perilaku menjadi aneh atau tidak biasa
  • Gejala depresi, seperti merasa hampa, sedih berlebihan, atau tidak berharga
  • Periode mania, yang ditandai dengan peningkatan energi dan penurunan kebutuhan tidur selama beberapa hari
  • Perubahan kepribadian
  • Gangguan pada pekerjaan, akademik, dan sosial
  • Mengalami masalah dalam menjaga kebersihan diri dan penampilan fisik
Walau gangguan skizoafektif yang ditunjukkan penderitanya dapat bervariasi, penyakit ini biasanya dicirikan dengan dua minggu gangguan suasana hati (baik gejala depresi maupun mania) serta dua minggu gejala psikosis (di mana gejala suasana hati tidak muncul).

Penyebab gangguan skizoafektif dan faktor risikonya

Para ahli masih berusaha mencari tahu penyebab pasti dari gangguan skizoafektif. Namun, diyakini bahwa faktor genetik berkontribusi besar terhadap gangguan ini. Beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita gangguan skizoafektif. Faktor risiko tersebut, termasuk:
  • Mengalami kejadian yang menimbulkan stres
  • Mengonsumsi obat-obatan yang berpengaruh terhadap pikiran di otak
Beberapa ahli juga meyakini bahwa gangguan skizoafektif sebenarnya merupakan jenis dari skizofrenia dan bukan gangguan yang berdiri sendiri.

Penanganan untuk gangguan skizoafektif

Penanganan untuk gangguan skizoafektif dapat beragam. Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan untuk mengendalikan gangguan ini. Kelompok obat-obatan yang akan diresepkan dokter, yaitu:
  • Antipsikotik
  • Andidepresan
  • Penstabil mood
Dokter juga akan menawarkan terapi pada pasien. Terapi bertujuan untuk mengendalikan gejala dengan mempelajari kemampuan untuk mengatasi masalah dan berinteraksi dengan orang lain. Terapi bisa dilakukan secara individual maupun secara berkelompok. Terapi berkelompok dapat membantu pasien untuk meningkatkan interaksi sosial dan cara komunikasinya. Terapi berkelompok juga membantu mengendalikan gejala yang tak bisa diatasi oleh obat-obatan.

Catatan dari SehatQ

Gangguan skizoafektif merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan kombinasi gejala psikosis dan gangguan mood. Penanganan untuk gangguan skizoafektif biasanya akan meminjam penanganan untuk skizofrenia, depresi, maupun bipolar. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait gangguan skizoafektif, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan informasi kesehatan mental terpercaya.
bipolardepresigangguan mentalhalusinasipsikosisskizoafektif
Healthline. https://www.healthline.com/health/schizoaffective-disorder
Diakses pada 18 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizoaffective-disorder
Diakses pada 18 November 2020
National Alliance of Mental Illness. https://www.nami.org/About-Mental-Illness/Mental-Health-Conditions/Schizoaffective-Disorder
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait