Mengenal Gangguan Mental Organik yang Bisa Turunkan Fungsi Otak

Diagnosis gangguan mental organik dapat dideteksi melalui pemeriksaan aktivitas listrik otak
Gangguan mental organik bisa dideteksi dengan mengecek aktivitas listrik pada otak

Anda mungkin jarang mendengar tentang gangguan mental organik atau organic mental disorder. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan sekumpulan gejala yang terkait dengan penurunan fungsi otak atau mental.

Tapi apa sebenarnya penyakit ini? Dan seperti apakah pengaruhnya pada fungsi otak Anda?

Apa itu gangguan mental organik?

Gangguan mental organik adalah kondisi fisik yang memicu turunnya kinerja otak maupun kemampuan mental seseorang seiring waktu. Kondisi ini bisa bersifat permanen atau sementara. 

Saat ini, sebutan gangguan mental organik sudah jarang digunakan. Para ahli kini menyebutnya dengan istilah medis neurocognitive disorder alias gangguan neurokognitif. 

Penyebab gangguan mental organik

Meski namanya gangguan mental organik, penyakit ini sejatinya tidak berhubungan dengan  penyakit mental atau kejiwaan. Penyebab yang paling umum dari gangguan ini adalah karena penyakit neurodegeneratif.

Penyakit neurodegeneratif yang terkait dengan gangguan neurokognitif bisa bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah:

Tak hanya itu, kondisi-kondisi lain di bawah ini juga dapat memicu terjadinya gangguan mental organik:

  • Paparan bahan-bahan kimia
  • Penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan hati
  • Penyakit tiroid
  • Kekurangan vitamin 
  • Gegar otak
  • Penggumpalan darah
  • Rendahnya oksigen dalam darah
  • Tingginya karbon dioksida dalam tubuh
  • Stroke
  • Infeksi otak
  • Demensia akibat infeksi HIV

Karena itu, gangguan mental organik tak hanya bisa dialami oleh kalangan lanjut usia (lansia) meski paling umum terjadi pada lansia. Pada orang di bawah usia 60, penyakit ini sering terjadi akibat cedera atau infeksi. 

Apa saja gejala yang bisa terjadi?

Gejala gangguan mental organik bervariasi tergantung pada penyebabnya. 

Gejala umum

  • Perubahan suasana hati (mood)
  • Linglung atau kebingungan
  • Mudah marah
  • Adanya perubahan pada perilaku, kemampuan kognitif, dan memori

Gejala lain

  • Tidak mampu melakukan pekerjaan yang tampak mudah bagi orang lain
  • Sulit konsentrasi untuk waktu yang lama
  • Penurunan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain 
  • Sakit kepala, terutama pada orang yang mengalami cedera otak
  • Kesulitan berjalan
  • Masalah pada keseimbangan, misalnya tubuh yang limbung
  • Gangguan pada penglihatan

Jika Anda atau orang terdekat memiliki gejala yang telah disebutkan, segeralah berkonsultasi ke dokter. Bisa saja keluhan yang terjadi disebabkan oleh penyakit serius, penanganan sejak dini dapat membantu dalam mencegah agar kondisi Anda tidak makin parah.  

Sebagai contoh, pada penderita penyakit Alzheimer dan demensia, keduanya memang belum bisa disembuhkan. Tetapi deteksi dini dapat membantu supaya Anda mendapatkan penanganan secepat mungkin. Dengan ini, perkembangan penyakit bisa dihambat. 

Bagaimana membedakan gangguan mental organik dengan masalah kejiwaan?

Gangguan mental organik tidak berkaitan dengan penyakit kejiwaan. Namun banyak gejalanya yang hampir mirip dengan skizofrenia dan depresi.

Untuk membedakan dan memastikan penyebab di balik gejala yang dialami oleh pasien, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pemindaian berikut ini:

  • CT scan pada kepala

Tes ini memungkinkan dokter untuk mengecek struktur otak serta jaringan lunak. 

  • MRI pada kepala

Selain mengecek struktur otak, MRI juga bisa mendeteksi ada tidaknya kerusakan pada otak.

  • PET scan

Pada pemeriksaan ini, dokter menggunakan cairan khusus yang kemudian akan tampak pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan.

  • Electroencephalogram

Pemeriksaan yang disingkat EEG ini akan mengecek aktivitas listrik dalam otak pasien.

Bisakah gangguan mental organik disembuhkan?

Pengobatan gangguan mental organik akan bergantung pada penyebab dasarnya. Langkah pengobatan yang dapat dilakukan umumnya meliputi: 

  • Istirahat total untuk memulihkan cedera
  • Konsumsi obat pereda nyeri
  • Konsumsi antibiotik untuk menangani infeksi bakteri pada otak
  • Pembedahan untuk memperbaiki kerusakan otak 
  • Terapi okupasi untuk membantu dalam mengembalikan keterampilan sehari-hari
  • Terapi fisik untuk memperbaiki koordinasi, keseimbangan, dan fleksibilitas tubuh

Oleh sebab itu, kemungkinan gangguan mental organik bisa disembuhkan atau tidak juga tergantung pada dalang di balik kondisi medis ini.

Sebagai contoh, ketika penyakit neurokognitif terjadi karena demensia, penyakit Alzheimer, atau penyakit Parkinson, kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Pasalnya, belum ada obat yang bisa memulihkannya. Keadaan pasien juga cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

Meski begitu gangguan mental organik yang disebabkan oleh infeksi maupun cedera masih bisa pulih secara total ketika kondisi di baliknya sudah diobati. 

Gangguan mental organik dapat terjadi pada orang lanjut usia maupun yang masih muda. Gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalaminya. Demikian pula dengan cedera atau infeksi.

Yang terpenting, segera periksakan diri ke dokter apabila muncul gejala penurunan fungsi otak yang mencurigakan. Dengan ini, penyebab di balknya dapat diketahui dan pengobatan bisa dilakukan dengan tepat.

Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/organic-mental-disorders-2162516
Diakses pada 14 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/organic-brain-syndrome
Diakses pada 14 Februari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed