logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Mengenal Gangguan Konversi, Saat Stres Mengacaukan Fungsi Saraf

open-summary

Gangguan konversi adalah gangguan pada saraf yang tidak bisa dijelaskan penyebab fisiknya. Namun, seringkali gangguan konversi dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis.


close-summary

3

(5)

28 Des 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Gangguan konversi adalah gangguan pada saraf yang tidak bisa dijelaskan penyebab fisiknya

Salah satu gejala gangguan konversi adalah gangguan penglihatan

Table of Content

  • Apa itu gangguan konversi?
  • Ragam gejala gangguan konversi
  • Apa sebenarnya penyebab gangguan konversi?
  • Pilihan penanganan untuk gangguan konversi
  • Bisakah gangguan konversi dicegah?
  • Catatan dari SehatQ

Pernahkah Anda membayangkan bahwa seseorang bisa mengalami masalah saraf akibat stres dan kejadian traumatis? Ya, pada kasus yang jarang terjadi, stres dan masalah psikologis dapat berujung pada gejala-gejala gangguan saraf. Gangguan ini disebut dengan gangguan konversi. Kenali gejala dan hal penting lain terkait gangguan konversi.

Advertisement

Apa itu gangguan konversi?

Gangguan konversi adalah gangguan pada fungsi sistem saraf dengan beragam gejala yang tidak bisa dijelaskan secara medis penyebab fisiknya. Disebut juga dengan gejala gangguan neurologis fungsional, gangguan konversi menimbulkan gejala mulai dari tremor, kelumpuhan, kebutaan, hingga gangguan pendengaran. 

Pada mulanya, para ahli meyakini bahwa masalah saraf pada gangguan konversi terjadi akibat stres dan peristiwa traumatis yang menimpa seseorang. Artinya, dulu dipercaya bahwa masalah psikologis yang dialami pasien "dikonversi" atau diubah tubuh menjadi gejala fisik. Pasien mengalami peristiwa traumatis atau stres, lalu tubuh meresponsnya dengan gangguan yang melibatkan indera dan kendali motorik. 

Namun saat ini, gangguan konversi dianggap sebagai gangguan yang berdiri sendiri. Masalah psikologis, seperti trauma dan stres, memang sering terlihat pada seseorang yang menderita gangguan konversi, namun tidak selalu dialami pada semua pasien.

Karena gangguan konversi melibatkan gangguan saraf dan gangguan psikologis, penanganan pasien yang menderita gangguan konversi seringkali tumpang tindih dalam bidang psikiatri dan neurologi. Namun, penting untuk dicatat bahwa gejala yang dialami pasien nyata adanya dan tidak dibuat-buat. 

Ragam gejala gangguan konversi

Gejala gangguan konversi dapat bervariasi antara satu pasien dengan pasien lain. Gejala ini juga bervariasi terkait tingkat keparahannya. Gejala gangguan konversi dapat berupa:

  • Tremor, yang bisa diiringi dengan kesadaran yang terbatas
  • Kelumpuhan, biasanya di lengan atau kaki
  • Gangguan keseimbangan
  • Kesulitan mengoordinasikan gerakan (ataksia)
  • Kehilangan indra penciuman (anosmia)
  • Lemah atau mati rasa di lengan atau kaki
  • Gangguan penglihatan, seperti kebutaan atau penglihatan ganda
  • Kesulitan menelan, yang bisa diiringi dengan sensasi benjolan yang terasa mengganjal di tenggorokan 
  • Bicara tak jelas atau sulit berbicara
  • Gangguan pendengaran sebagian atau total

Dalam gangguan konversi yang dipicu oleh masalah psikologis, gejalanya bisa terjadi secara tiba-tiba saat pasien mengalami momen yang membuat stres atau traumatis. Gejala yang dirasakan juga kemudian sering terhenti dengan tiba-tiba.

Apa sebenarnya penyebab gangguan konversi?

Seperti yang disampaikan di atas, para ahli belum bisa memastikan penyebab khusus dari gangguan konversi. Namun, dipercaya bahwa ada banyak faktor risiko atau pemicu yang membuat seseorang mengalami gejala gangguan konversi di atas. 

Salah satu skenario yang paling sering dilaporkan adalah bahwa gangguan konversi bisa terjadi karena tubuh bereaksi terhadap trauma psikologis atau peristiwa yang membuatnya stres. 

Selain stres dan peristiwa traumatis, gangguan konversi juga berisiko dipicu akibat cedera fisik, infeksi, migrain, atau serangan panik. Wanita juga disebutkan lebih rentan mengalami gangguan konversi ketimbang laki-laki.

Pilihan penanganan untuk gangguan konversi

Karena gejalanya bervariasi, penanganan gangguan konversi perlu disesuaikan dengan kondisi spesifik yang dialami pasien. Dokter dari berbagai spesialisasi bisa saja terlibat untuk membantu pasien, termasuk ahli saraf, fisioterapis, psikiater atau psikolog, hingga dokter spesialis rehabilitasi medik.

Berikut ini kemungkinan penanganan untuk gangguan konversi:

  • Fisioterapi untuk mengatasi gangguan fungsi gerak tubuh
  • Terapi okupasi untuk membantu pasien kembali menjalankan aktivitas sehari-hari
  • Terapi wicara untuk membantu pasien yang mengalami gangguan berbicara
  • Terapi perilaku kognitif untuk membantu pasien mengenali faktor pemicu stres dan masalah psikologis yang ia alami. Pasien juga akan diarahkan untuk belajar merespons secara lebih efektif jika ia menghadapi situasi pemicu yang spesifik.
  • Manajemen stres, termasuk dengan mempelajari teknik relaksasi otot progresif dan latihan pernapasan
  • Hipnosis, yakni terapi pemberian sugesti untuk membantu pasien mengontrol masalah psikologisnya
  • Obat-obatan seperti antidepresan apabila pasien memang terindikasi mengalami depresi

Bisakah gangguan konversi dicegah?

Ada beberapa cara yang berpotensi efektif untuk mencegah gangguan konversi, termasuk:

  • Mencari bantuan ahli kejiwaan jika Anda menunjukkan gejala gangguan mental atau emosional, termasuk depresi
  • Berusaha menjaga keseimbangan hidup dan kerja dengan baik
  • Memelihara hubungan interpersonal yang positif

Karena gangguan konversi seringkali dipicu oleh stres dan kondisi psikologis tertentu, mencari bantuan untuk mengendalikan dan mengatasinya dapat berpotensi efektif untuk menghindari gangguan konversi.

Baca Juga

  • Dejavu: Kondisi Dimana Anda Merasa Pernah Melihat Apa yang Anda Lihat Sekarang
  • Mengenal Ramsay Hunt Syndrome, Cacar Api yang Rusak Saraf Wajah
  • Amnesia Anterograde, Saat Memori Baru Menjadi Hilang Begitu Saja

Catatan dari SehatQ

Gangguan konversi adalah gangguan pada fungsi saraf yang tidak bisa dijelaskan penyebab fisiknya. Seringkali gangguan konversi dipicu oleh stres dan peristiwa traumatis, walau tidak pada semua kasus. Jika masih memiliki pertanyaan terkait gangguan konversi, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang berikan kesehatan yang terpercaya.

Advertisement

stresmasalah sarafgangguan stres akuttraumasistem saraf

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved