Terapi Hiperbarik Jadi Langganan Selebriti Dunia, Seperti Apa?

Terapi hiperbarik mengharuskan pasien untuk menghirup oksigen yang dikeluarkan dalam ruang tabung.
Terapi hiperbarik juga memiliki efek samping dan risiko yang harus dipikirkan, sebelum dijalani.

Terapi hiperbarik adalah prosedur yang dilakukan untuk memberikan oksigen murni kepada pasien, dalam ruangan atau tabung khusus.  Hal ini dilakukan jika jaringan tubuh tidak berfungsi dengan baik, maka seseorang membutuhkan lebih banyak oksigen, dibandingkan orang pada umumnya. 

Terapi hiperbarik, memungkinkan darah untuk membawa lebih banyak oksigen. Dengan begitu, kadar normal gas darah akan pulih dan kemampuan jaringan tubuh untuk melawan infeksi serta menyembuhkan luka, akan kembali.

Terapi hiperbarik dapat sembuhkan penyakit ini

Manfaat terapi hiperbarik dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Akan tetapi, tidak semua penyakit dapat disembuhkan oleh terapi hiperbarik. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani terapi hiperbarik, jika beberapa kondisi medis di bawah ini terjadi.

  • Anemia
  • Abses otak
  • Gelembung udara di dalam pembuluh darah (emboli gas arteri)
  • Luka bakar
  • Penyakit dekompresi (kondisi dimana nitrogen larut dan menyumbat pembuluh darah dan jaringan tubuh)
  • Tuli secara tiba-tiba
  • Keracunan karbonmonoksida
  • Gangren
  • Infeksi kulit atau tulang yang menyebabkan matinya jaringan tubuh
  • Luka yang tak kunjung sembuh (seperti yang disebabkan diabetes)
  • Cedera radiasi
  • Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba

Beberapa penyakit seperti AIDS/HIV, asma, autisme, depresi, penyakit jantung, cedera otak, stroke hingga hepatitis disebut dapat disembuhkan oleh terapi hiperbarik. Namun, bukti kesuksesannya masih minim dan belum bisa dijadikan acuan.

Perlu diingat, frekuensi seseorang harus menjalani terapi hiperbarik, sangat tergantung dari penyakit yang diidap serta tingkat keparahannya.

Misalnya, terdapat luka pada tubuh Anda, yang tidak kunjung sembuh atau membutuhkan waktu yang sangat lama, untuk pulih. Kondisi ini memerlukan 25-30 sesi terapi hiperbarik, dibarengi dengan tipe pengobatan lainnya, seperti mengonsumsi antibiotik.

Bicaralah kepada dokter terkait rencana terapi hiperbarik yang akan Anda jalani. Biasanya, dokter akan mengetahui jumlah spesifik terapi hiperbarik yang harus Anda jalani, beserta pengobatan lain yang mampu mendukung efektivitas dari terapi hiperbarik.

Bagaimana prosedur terapi hiperbarik?

Pada tahun 1662, seorang dokter menciptakan ruang tabung untuk terapi hiperbarik pertama di dunia. Dalam ruang tabung itu, pasien yang sudah berada di dalamnya, akan mendapatkan tekanan oksigen murni, yang saat itu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit pernapasan.

Sejak tahun 1940, terapi hiperbarik sudah menjadi pengobatan standar yang dilakukan, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit tertentu.

Terapi hiperbarik sendiri mengharuskan pasien untuk menghirup oksigen yang dikeluarkan dalam ruang tabung tersebut. Tekanan udara yang ada di dalam ruang tabung itu juga lebih tinggi. Biasanya, terapi hiperbarik berlangsung selama 1-2 jam. Frekuensi dalam menjalani terapi hiperbarik, tergantung pada kondisi medis pasien.

Risiko dan efek samping terapi hiperbarik

Terapi hiperbarik memiliki risiko dan efek samping yang harus Anda pikirkan matang-matang, sebelum akhirnya yakin menjalani terapinya. Berikut ini adalah efek samping dan risiko terapi hiperbarik yang mungkin bisa Anda rasakan.

  • Kegelisahan
  • Claustrophobia (merasa cemas ketika berada di ruangan sempit)
  • Peningkatan tekanan darah
  • Gula darah rendah
  • Edema paru (cairan berlebih dalam paru-paru)
  • Perubahan pada penglihatan
  • Paru-paru kolaps

Organ tubuh seperti mata, gigi, paru-paru hingga telinga, disebut berkemungkinan merasakan rasa sakit atau mengalami cedera, akibat terapi hiperbarik.

Anda akan disarankan untuk tidak membawa barang yang mudah meledak atau terbakar, seperti korek api, korek api kayu, alat bertenaga baterai, produk perawatan rambut, hingga produk berbasis minyak bumi.

Sebab, ledakkan lebih mudah terjadi, di lingkungan yang dipenuhi oksigen murni. Anda akan diminta untuk tidak membawa barang-barang yang dapat memicu api atau ledakkan.

Selain itu, apabila Anda merasa adanya ketidaknyamanan saat sedang menjalani terapi hiperbarik, itu bisa menjadi indikasi adanya efek samping. Langsung beri tahu tenaga medis, agar hal-hal tak diinginkan, dapat dihindari.

Deretan artis dunia yang sudah coba terapi hiperbarik

Justin Bieber
Sumber: Instagram @justinbieber

Ternyata, terapi hiperbarik juga dilakukan oleh selebriti dunia. Salah satunya Justin Bieber, yang mengaku sampai tidur di dalam tabung hiperbarik, untuk mengobati gangguan mental depresi yang ia rasakan. Selain sang pelantun Love Yourself, masih ada beberapa selebriti yang pernah melakukan terapi hiperbarik. Siapa saja?

  • Michael Jackson (untuk obati luka bakar, setelah ia mengalami kecelakaan saat pengambilan gambar iklan)
  • Madonna (untuk memperbaiki suasana hati dan merasa bugar kembali, setelah melakukan perjalanan jauh atau tampil dalam konser besar)
  • Tiger Woods (pemain golf yang ternyata rutin melakukan terapi hiperbarik untuk tingkatkan kondisi fisik serta mempercepat proses kebugaran tubuh)
  • Britney Spears (untuk mempercepat hasil operasi)

Beberapa klub sepak bola yang berisikan pemain terkenal, seperti Manchester United misalnya, dikabarkan memiliki ruangan khusus untuk para pemainnya, melakukan terapi hiperbarik.

Catatan dari SehatQ

Terapi hiperbarik bukanlah jenis pengobatan yang bisa Anda sepelekan. Walau banyak manfaat yang bisa Anda rasakan, risiko dan efek sampingnya juga harus diperhatikan. Sebab, oksigen murni sangatlah mudah meledak dan terbakar.

Selain itu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, mengenai kesiapan tubuh Anda untuk menjalani terapi hiperbarik. Sebab, ada kondisi medis yang akan membuat Anda tidak diperbolehkan untuk menjalaninya.

AM Care. https://en.amcarehiperbarica.com/hyperbaric-chamber-and-celebrities/
Diakses pada 11 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hyperbaric-oxygen-therapy/about/pac-20394380
Diakses pada 13 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313155.php
Diakses pada 13 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperbaric-oxygen-therapy#purpose
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait