Mengenal Fungsi Otot Lurik yang Berperan Penting untuk Tubuh

(0)
18 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fungsi otot lurik berperan dalam mengatur postur tubuhOtot lurik yang terlihat dari mikroskop
Di dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 600 otot yang memenuhi 40% dari isi tubuh Anda. Di antara ratusan otot tersebut, ada otot lurik yang memainkan peran sangat vital bagi manusia, terutama dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, dan bergerak.Otot lurik menggambarkan corak yang terlihat pada otot manusia ketika diamati di bawah mikroskop. Hal ini dikarenakan otot lurik terdiri dari ribuan unit otot (sarkomer) yang juga tersusun ikatan paralel dari berbagai materi.

Otot rangka dan jantung merupakan otot lurik

Terdapat tiga jenis otot yang dikenal dalam dunia kesehatan, yakni otot rangka, otot jantung, dan otot polos. Di antara ketiganya, yang bukan termasuk otot lurik hanyalah otot halus yang berada di organ tubuh yang memiliki ruang (kecuali jantung), serta bergerak tanpa bisa dikontrol oleh manusia.Sementara otot jantung adalah otot yang terdapat di dinding jantung, yang juga merupakan otot lurik, dan bergerak secara refleks. Di sisi lain, otot rangka juga termasuk otot lurik, terdapat menempel di rangka atau tulang manusia, serta pergerakannya dapat diatur secara sadar oleh manusia.Perbedaan mendasar dari kedua jenis otot lurik ini terdapat pada ukuran dan kemampuannya meregenerasi sel. Pada orang dewasa yang memiliki berat tubuh 70 kg, misalnya, otot rangka bisa mencapai berat 27 kg atau sekitar 35 persen dari massa tubuh, sedangkan otot jantung berukuran 100 kali lebih kecil, yakni hanya 270 gram.Soal regenerasi, otot rangka lebih fleksibel karena bisa membentuk serat otot yang baru setiap kali mengalami cedera, misalnya robek atau putus. Kontras, otot jantung tidak bisa melakukan regenerasi sehingga jika otot jantung Anda mengalami cedera, ia akan membentuk luka fibrotik yang kemudian mengganggu kerja jantung dalam memompa darah.

Apa fungsi otot lurik?

Otot lurik adalah jaringan yang bekerja dengan sangat terorganisir sehingga dapat mengubah energi kimia menjadi menjadi gerakan. Fungsi utama otot lurik adalah memicu kontraksi yang menunjang sistem pernapasan, pergerakan, postur (pada otot rangka) dan memompa darah ke seluruh tubuh (pada otot jantung).Mayoritas pergerakan yang tubuh Anda lakukan merupakan hasil dari kontraksi otot rangka. Gerakan yang dimaksud adalah ketika Anda menggerakkan mata, kepala, jari, lengan, hingga melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, dan berbicara.Sebagai contoh, bila Anda menaiki tangga maka otot lurik ini akan berkontraksi, sementara jika Anda meregangkan tubuh maka otot lurik ini akan melakukan relaksasi.Berbagai ekspresi wajah, seperti tersenyum dan cemberut juga dikontrol oleh otot lurik ini. Begitu pula dengan gerakan mulut dan lidah yang bisa bergerak normal karena otot lurik Anda tidak mengalami masalah.Otot rangka juga berperan menjaga postur tubuh agar tetap normal sehingga tanpa disadari, Anda telah melakukan banyak perubahan kecil ketika bergerak. Tulang harus dijaga tetap pada tempatnya selama Anda bergerak sehingga tidak terjadi dislokasi sendi. Inilah peran yang dimainkan otot rangka bersama dengan tendon.Sementara itu, otot lurik yang berupa otot jantung bertugas menjaga agar jantung terus berdetak dengan normal secara otomatis selama 24 jam penuh. Otot jantung akan berkontraksi sehingga jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Sebaliknya, otot lurik ini akan melakukan relaksasi sehingga rongga jantung terbuka dan bisa dipenuhi oleh darah dari tubuh.

Apa saja gangguan yang dapat terjadi pada otot lurik?

Fungsi otot lurik dapat terganggu karena banyak hal, misalnya faktor usia lanjut dan hilangnya volume otot dalam jumlah yang sangat besar karena trauma maupun operasi tertentu. Selain itu, beberapa penyakit kronis dan cacat pada metabolisme juga mampu mengakibatkan penurunan fungsi otot lurik, terutama pada otot rangka.Beberapa masalah otot lurik pada otot rangka yang biasa terjadi, antara lain:
  • Miopati (termasuk polimiositis): pembengkakan dan pelemahan otot rangka secara progresif.
  • Dermatomiositis: polimiositis yang disertai munculnya bercak merah pada kulit.
  • Distrofi otot: penyakit kronis yang menyerang serat-serat otot lurik.
  • Kelainan metabolik otot (misalnya penyakit Pompe): masalah medis yang mengganggu reaksi kimia ketika otot ingin menyerap energi dari makanan yang Anda konsumsi.
Selain itu, adapula beberapa gangguan lain yang mungkin terjadi pada otot lurik secara umum, yaitu:
  • Kram otot. Dapat terjadi akibat dehidrasi, kekurangan asupan potasium dan magnesium, gangguan neurologis atau metabolis, atau efek samping penggunaan obat.
  • Kelainan otot bawaan. Biasanya hal ini terjadi karena otot tidak berkembang sempurna sehingga menimbulkan gangguan atau sindrom pada otot.
  • Kelemahan otot. Gangguan yang terjadi karena adanya masalah pada sistem saraf sehingga terjadi gangguan transmisi antara otak dan otot.
Sementara itu, disfungsi otot jantung biasanya muncul ketika terjadi penyempitan arteri, misalnya pada penyakit jantung koroner. Dalam kasus yang lebih jarang, otot lurik jantung juga bisa terpengaruh oleh kardiomiopati noniskemik, kelainan bawaan lahir, penyakit diastolik, dan beberapa jenis penyakit distrofi muskular.
polimiositismasalah ototdistrofi otot
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5056123/
Diakses pada 17 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249192.php
Diakses pada 17 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19841.htm
Diakses pada 17 Desember 2019
Live Science. https://www.livescience.com/26854-muscular-system-facts-functions-diseases.html
Diakses pada 17 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait