Berbagai Fungsi Faring pada Sistem Pernapasan dan Pencernaan Manusia


Faring atau tenggorokan membentang dari bawah tengkorak sampai ke tulang rawan krikoid yang berada di trakea. Tahukah Anda bahwa fungsi faring tidak hanya sebagai jalur untuk udara, makanan, dan air, tetapi juga membantu proses berbicara.

0,0
08 Jan 2020|Anita Djie
Fungsi faring adalah sebagai jalur udara, makanan, dan airFungsi faring yang dikenal juga sebagai tenggorokan adalah untuk jalur udara, makanan dan air
Faring atau biasa disebut sebagai tenggorokan berfungsi dalam proses pernapasan sekaligus pencernaan. Makanan, air, dan udara yang masuk ke dalam tubuh akan melewati faring sebelum masuk ke sistem pernapasan dan pencernaan manusia.
Tak hanya berperan sebagai jalur penghubung, ada berbagai macam fungsi faring lainnya dalam tubuh. Berikut adalah penjelasan lengkapnya yang perlu Anda ketahui.

Anatomi dan struktur faring

Gambar anatomi dan struktur faring
Gambar anatomi dan struktur faring
Organ tubuh faring mempunyai bentuk seperti tabung atau lorong berotot. Letaknya berada di tengah leher, berawal di bagian bawah tengkorak dengan panjang sekitar 11,5 cm.Ini menghubungkan area mulut dan hidung ke kerongkongan (mengarah ke perut) dan juga laring.Mengutip dari Cleveland Clinic, faring terdiri dari tiga bagian utama, yaitu nasofaring, ororfaring, dan laringofaring. Berikut adalah penjelasannya.
  • Nasofaring, bagian atas faring yang terhubung ke rongga hidung dan berfungsi agar udara bisa masuk.
  • Orofaring, bagian tengah faring yang terhubung ke rongga mulut. Ini berfungsi agar udara, makanan, atau pun minuman melawatinya.
  • Laringofaring (hipofaring), bagian bawah tenggorokan dekat laring. Ini berfungsi untuk mengatur perjalanan udara ke paru-paru serta asupan makanan ke kerongkongan.
Selain tiga bagian di atas, faring juga terhubung ke organ tubuh lainnya, seperti:
  • Amandel, letaknya berada di belakang tenggorokan dan pangkal lidah. Ini adalah organ pertahanan pertaman tubuh dalam melawan infeksi.
  • Tabung pendengaran, kedua tabung ini menghubungkan telinga ke faring. Ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan dan membantu mengalirkan cairan.

Fungsi faring bagi tubuh Anda

Fungsi utama faring dalam sistem pernapasan adalah dengan membawa udara dari rongga hidung.Sedangkan pada sistem pencernaan, faring berfungsi untuk mengantarkan makanan dan minuman dari rongga mulut.Tak hanya itu saja, faring juga membantu Anda berbicara. Ini karena otot-ototnya yang bergetar, berfungsi untuk menghasilkan suara.

1. Menjadi jalan untuk udara

Salah satu fungsi faring dalam sistem pernapasan adalah menjadi jalur agar udara dari hidung bisa mencapai paru-paru, dengan melewati laring dan trakea.Pada faring, terdapat isthmus yang membantu Anda untuk bisa bernapas melalui hidung dan mulut.

2. Memisahkan udara dari makanan dan air

Fungsi faring lainnya adalah mencegah udara agar tidak masuk ke sistem pencernaan. Ini juga berfungsi agar makanan serta minuman tidak masuk ke sistem pernapasan.Hal ini bisa terjadi karena adanya epiglotis atau katup di bagian ujung dari faring.

3. Berperan dalam proses menelan makanan

Otot-otot pada faring juga mempunyai fungsi dalam proses menelan makanan. Otot-otot tersebut dapat melebar dan mengangkat laring, sehingga makanan dapat tertelan dengan benar.

4. Mendorong makanan ke dalam kerongkongan

Fungsi faring lainnya adalah membantu makanan agar bisa masuk ke dalam kerongkongan. Makanan akan masuk kerongkongan, melalui kerja kontraksi otot melingkar pada faring.

5. Menyeimbangkan tekanan udara

Selanjutnya, faring juga berfungsi membantu menjaga keseimbangan tekanan udara pada gendang telinga. Ini karena faring terhubung dengan telinga bagian tengah, melalui saluran eustachius.Tak hanya itu saja, faring juga berperan dalam mengalirkan cairan dari telinga.

6. Membantu berbicara

Fungsi faring yang jarang diketahui adalah perannya dalam berbicara, termasuk melafalkan kata.Alasannya, faring adalah ruang tertutup yang dapat berubah bentuk karena sturktur ototnya. Untuk itu, udara dapat melewati laring ke bagian laring (kotak suara).Ketika pita suara bekerja untuk membuat suara, faring berfungsi memperkuat suara. Faring juga berperan untuk memberikan suara pada kata pertama dan menyalurkan suara keluar dari mulut.

Penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring

Anda perlu lebih berhati-hati karena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi fungsi faring, seperti:

1. Pharynx cobblestone

Salah satu penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring adalah pharynx cobblestone. Penyebabnya, karena adanya iritasi di tenggorokan yang memicu benjolan atau lempengan di belakang mulut atau faring. Benjolan tersebut merupakan pembengkakan dari jaringan limfe.

2. Faringitis

Faringitis adalah kondisi saat faring membengkak dan mengganggu fungsinya, sehingga menyebabkan seseorang merasa sakit dan kesulitan saat menelan.Saat mengalami faringitis, gejala yang muncul pada faring adalah berwarna merah, serta bercak-bercak putih di permukaannya.

3 Tonsilitis

Tonsilitis terjadi ketika amandel terinfeksi dan meradang. Amandel adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh, amandel berfungsi menahan partikel jahat penyebab penyakit.Apabila amandel terinfeksi, ini bisa menjadi bengkak, sakit, kemerahan, dan sakit menelan.Tonsilitis juga bisa disebut sebagai tonsilofaringitis. Akan tetapi, kebanyakan orang menyebutnya sebagai sakit tenggorokan.

4. Kelumpuhan pada faring

Fungsi faring dapat terganggu karena mengalami kelumpuhan. Umumnya, pemicu kelumpuhan adalah seperti, infeksi difteria, rabies, atau polio.

5. Kesulitan menelan

Anda bisa saja mengalami gangguan pada fungsi faring berupa kesulitan menelan atau disfagia.Penyebab kesulitan menelan dapat terjadi karena banyak hal, seperti adanya benda yang menghalangi faring, penyakit pada esofagus, gangguan pada otak, dan sebagainya.

6. Kanker faring

Penderita kanker faring umumnya mengalami rasa nyeri di tenggorokan dan telinga, serta sensasi adanya benjolan di tenggorokan. Anda perlu berhati-hati karena kanker faring terkadang bisa menyebabkan tuli.Kondisi yang berhubungan dengan gangguan fungsi faring biasanya tergolong ringan hingga berat.Apabila Anda mengalami sakit tenggorokan terus menerus dan tidak juga hilang dalam waktu seminggu, segera konsultasikan dengan dokter.Ingin mengetahui lebih banyak mengenai fungsi faring atau tenggorokan? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.
hidup sehatpola hidup sehatsaluran pernapasansaluran pencernaanfaringitisfungsi organ
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15024-laryngopharyngeal-reflux-lpr
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cobblestone-throat
Diakses pada 8 Januari 2020
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/swallowing/article.htm
Diakses pada 8 Januari 2020
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/ear,-nose,-and-throat-disorders/oral-and-pharyngeal-disorders/tonsillopharyngitis
Diakses pada 8 Januari 2020
Science Trends. https://sciencetrends.com/pharynx-function-and-definition/
Diakses pada 8 Januari 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/pharynx-anatomy-4802318. Diakses pada 21 Desember 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait