Mengenal Fungsi Faring Pada Manusia?

(0)
08 Jan 2020|Anita Djie
Fungsi faring adalah sebagai jalur udara, makanan, dan airFungsi faring yang dikenal juga sebagai tenggorokan adalah untuk jalur udara, makanan dan air
Faring adalah nama lain dari tenggorokan dan berperan untuk pernapasan sekaligus pencernaan. Makanan, air, dan udara yang masuk ke dalam tubuh akan melewati faring sebelum masuk ke sistem pencernaan atau pernapasan.Fungsi faring sangat penting bagi tubuh Anda. Selain menjadi jalur penyambung, masih ada fungsi faring yang mungkin belum Anda ketahui. Apa saja?

Fungsi faring bagi tubuh Anda

Faring adalah hulu kerongkongan yang merupakan percabangan dua saluran, yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut dan kerongkongan atau disebut saluran pencernaan (orofaring) yang berada pada bagian belakang, dan hidung dan tenggorokan yang dikenal dengan saluran pernapasan (nasofaring) yang berada di bagian depan.Faring pada dasarnya memanjang dari bagian bawah tengkorak manusia sampai ke bagian bawah dari tulang rawan krikoid yang terletak di trakea. Fungsi faring sangatlah unik karena faring berperan dalam sistem pencernaan dan pernapasan. Berikut adalah fungsi faring selengkapnya"

1. Menjadi jalan untuk udara

Salah satu fungsi faring dalam sistem pernapasan adalah menjadi jalur agar udara dari hidung bisa mencapai paru-paru melewati laring dan trakea. Pada faring, terdapat isthmus yang membantu Anda untuk bisa bernapas melalui hidung dan mulut.

2. Memisahkan udara dari makanan dan air

Fungsi faring lainnya adalah mencegah udara agar tidak masuk ke sistem pencernaan dan agar makanan serta minuman tidak masuk ke sistem pernapasan. Hal ini bisa terjadi karena adanya epiglotis atau katup di bagian ujung dari faring.

3. Berperan dalam proses menelan makanan

Otot-otot yang terdapat faring membantu Anda dalam menelan makanan yang dikonsumsi. Otot-otot tersebut dapat melebar dan mengangkat laring yang membuat Anda bisa menelan makanan. Inilah fungsi faring lainnya. 

4. Mendorong makanan ke dalam kerongkongan

Fungsi faring yang cukup penting lainnya adalah membantu makanan agar bisa masuk ke dalam kerongkongan. Makanan akan dibawa ke kerongkongan melalui kerja kontraksi otot melingkar pada faring.

5. Menyeimbangkan tekanan udara

Siapa sangka, fungsi faring berikutnya adalah membantu menyeimbangkan tekanan udara di gendang telinga. Udara bisa diseimbangkan karena faring terhubung dengan telinga bagian tengah dengan bantuan saluran eustachius.

6. Membantu Anda bisa berbicara

Fungsi faring yang jarang diketahui adalah membuat Anda bisa berbicara atau melafalkan kata. Faring bekerja sama dengan otot-otot lain untuk membuat suara. Faring bertugas untuk memberikan suara saat kata pertama dan menyalurkan suara keluar dari mulut.

Apa saja penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring?

Seperti organ lainnya, terdapat berbagai masalah yang bisa mengganggu fungsi faring. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pharynx cobblestone

Salah satu penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring adalah pharynx cobblestone. Kondisi pharynx cobblestone diakibatkan oleh adanya iritasi di tenggorokan yang memicu benjolan atau lempengan di belakang mulut atau faring. Benjolan tersebut merupakan pembengkakan dari jaringan limfe.

2. Faringitis

Faringitis adalah kondisi saat faring membengkak dan mengganggu fungsi faring sehingga menyebabkan seseorang merasa sakit dan kesulitan saat menelan. Faring akan berwarna merah dan memunculkan bercak-bercak putih di permukaannya.

3. Tonsilofaringitis

Tonsilofaringitis atau radang amandel umumnya dipicu oleh infeksi virus atau bakteri. Penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring ini juga dapat menyebabkan seseorang merasa nyeri dan kesulitan menelan.

4. Laryngopharyngeal reflux

Laryngopharyngeal reflux atau LRP disebabkan oleh asam lambung yang naik melewati kerongkongan dan masuk ke faring. Penderita LRP biasanya akan mengalami sakit tenggorokan, batuk kering, dan iritasi pada laring.

5. Kelumpuhan pada faring

Fungsi faring dapat terganggu karena mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan ini bisa dipicu oleh infeksi difteria, rabies, atau polio.

6. Kesulitan menelan

Anda bisa saja mengalami gangguan pada fungsi faring berupa kesulitan menelan atau disfagia. Kesulitan menelan dapat diakibatkan oleh banyak hal, seperti adanya benda yang menghalangi faring, penyakit pada esofagus, gangguan pada otak, dan sebagainya.

7. Kanker faring

Penderita kanker faring umumnya akan mengalami rasa nyeri di tenggorokan dan telinga serta sensasi adanya benjolan di tenggorokan. Kanker faring terkadang bisa menyebabkan tuli. Inilah salah satu penyakit yang dapat mengganggu fungsi faring lainnya.Ada berbagai fungsi faring bagi tubuh Anda. Namun, apabila Anda mengalami gangguan pada faring, misalnya rasa nyeri atau kesulitan untuk menelan, jangan ragu untuk mengunjungi dokter guna menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Dengan ini, fungsi faring dapat bekerja dengan baik sesuai yang seharusnya. 
hidup sehatpola hidup sehat
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15024-laryngopharyngeal-reflux-lpr
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/cobblestone-throat
Diakses pada 8 Januari 2020
MedicineNet. https://www.medicinenet.com/swallowing/article.htm
Diakses pada 8 Januari 2020
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/professional/ear,-nose,-and-throat-disorders/oral-and-pharyngeal-disorders/tonsillopharyngitis
Diakses pada 8 Januari 2020
Science Trends. https://sciencetrends.com/pharynx-function-and-definition/
Diakses pada 8 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait