Mengenal Fungsi Alkaloid dan Penggunaannya di Dunia Medis


Alkaloid memiliki efek fisiologis yang beragam pada manusia. Fungsi alkaloid dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti malaria hingga bius lokal.

(0)
06 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu jenis alkaloid adalah nikotinNikotin yang terkandung di tembakau termasuk alkaloid
Alkaloid merupakan senyawa organik yang di dalamnya terdapat nitrogen. Senyawa ini dapat memiliki efek fisiologis yang beragam pada manusia. Beberapa jenis alkaloid yang populer adalah morfin, strychnine, quinine, efedrin, dan nikotin.Alkaloid dapat ditemukan pada banyak jenis tumbuhan. Beberapa jenis tumbuhan tertentu bahkan sangat kaya akan senyawa ini, misalnya tumbuhan dari suku papaveraceae (candu-canduan).Beberapa spesies hewan dan jamur juga didapati memproduksi kandungan alkaloid. Walaupun demikian, jumlahnya tidak sebanyak tumbuhan. Dalam artikel ini akan dikemukakan mengenai struktur alkaloid dan fungsi alkaloid, termasuk manfaatnya bagi pengobatan medis.

Struktur alkaloid

Struktur alkaloid sangat bervariasi. Senyawa ini umumnya mengandung setidaknya satu atom nitrogen. Kebanyakan alkaloid memiliki satu atau lebih unsur nitrogen yang biasanya merupakan sistem siklik (cincin). Dalam reaksi asam-basa, atom nitrogen ini dapat aktif sebagai basa (alkali) dan bereaksi dengan asam untuk membentuk garam.Dalam bentuk murni, kebanyakan senyawa alkaloid memiliki ciri sebagai berikut:
  • Tidak berwarna
  • Tidak mudah menguap
  • Berbentuk kristal
  • Cenderung memiliki rasa pahit.
Struktur alkaloid biasanya dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan senyawa ini. Misalnya, alkaloid yang mengandung sistem siklik indol dikenal sebagai alkaloid indol. Atas dasar inilah, kelas utama alkaloid dibagi menjadi:
  • Pyrrolidines
  • Pyridine
  • Tropanes
  • Pyrrolizidines
  • Isoquinolines
  • Indoles
  • Quinolines
  • Terpenoid
  • Steroid.
Selain dari struktur alkaloid, pengklasifikasian senyawa ini juga dapat dilakukan berdasarkan tempat keberadaannya. Misalnya, alkaloid yang ditemukan pada opium tanaman poppy (Papaver somniferum) dinamakan alkaloid opium.

Fungsi alkaloid

Senyawa alkaloid telah banyak diteliti untuk menemukan fungsi dan manfaatnya, baik bagi tumbuhan atau manusia. Berikut adalah sejumlah fungsi alkaloid bagi makhluk hidup.

1. Fungsi alkaloid bagi tumbuhan

Walapun belum dapat dipastikan, sejumlah peneliti mengaitkan fungsi alkaloid dengan fungsi biologis tumbuhan sebagai berikut:
  • Alkaloid dianggap sebagai produk limbah dari proses metabolisme tumbuhan.
  • Terdapat asumsi bahwa alkaloid berperan dalam membantu proses reproduksi. Konsentrasi alkaloid meningkat sesaat sebelum pembentukan benih dan menurun ketika benih telah matang.
  • Alkaloid dapat melindungi beberapa tanaman dari gangguan parasit dan hama (serangga).
  • Fungsi alkaloid sebagai basa mineral untuk mempertahankan keseimbangan ion pada berbagai bagian tanaman.

2. Fungsi alkaloid bagi manusia

Senyawa alkaloid telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan medis, salah satunya adalah anestesi lokal. Selain itu, berikut adalah sejumlah fungsi alkaloid bagi manusia.
  • Kina atau quinine digunakan untuk mengobati malaria.
  • Morfin adalah obat yang memanfaatkan fungsi alkaloid untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Kodein dari opium poppy termasuk analgesik (pereda atau penghilang nyeri) yang efektif.
  • Quinidin dapat digunakan untuk mengatasi aritmia (irama jantung tidak teratur).
  • Ergonovine untuk mengurangi perdarahan rahim setelah melahirkan.
  • Efedrin dapat bertindak sebagai penyempit pembuluh darah dan untuk meringankan gejala flu, sinusitis, serta asma.
  • Kokain dapat digunakan untuk anestesi atau bius lokal.
  • Curare digunakan sebagai pelemas (relaksasi) otot dalam pembedahan.
  • Vincristine dan vinblastine merupakan alkaloid yang digunakan sebagai agen kemoterapi dalam pengobatan kanker.
  • Atropin merupakan alkaloid yang dihasilkan oleh beberapa tumbuhan dan memiliki berbagai kegunaan medis, seperti melebarkan pupil selama pemeriksaan mata, meredakan hidung tersumbat, penangkal bagi gas saraf, dan racun insektisida.
  • Pilocarpine digunakan untuk mengurangi tekanan tinggi pada bola mata yang disebabkan oleh glaukoma.
  • Reserpin pernah digunakan sebagai obat untuk tekanan darah tinggi.
Masih banyak jenis obat-obatan lain yang memanfaatkan sifat dan fungsi alkaloid untuk kepentingan medis. Namun, beberapa jenis obat-obatan tersebut sangat dibatasi penggunaannya karena bersifat adiktif.Selain itu, banyak juga alkaloid yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Salah satunya adalah nikotin yang terkandung di dalam tanaman tembakau. Saat ini. beberapa obat alkaloid telah digantikan oleh obat-obatan sintetis yang lebih efektif dan tidak terlalu beracun.Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
anestesibahaya asap rokok
Science Jrank. https://science.jrank.org/pages/228/Alkaloid-Medical-use.html
Diakses 23 November 2020
Britannica. https://www.britannica.com/science/alkaloid
Diakses 23 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait