Mengenal Frenologi, Ilmu Membaca Kepribadian Seseorang dari Bentuk Tengkoraknya


Phrenology atau frenologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari batok kepala untuk melihat karakter seseorang. Masih banyak yang mempertanyakan kebenaran dari ilmu pengetahuan ini karena masih dianggap ilmu semu.

0,0
23 Aug 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Phrenology atau frenologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari batok kepala untuk melihat karakter seseorangAhli frenologi akan memberikan kesimpulan terkait dengan tonjolan-tonjolan yang ditemukan pada kepala
Membaca kepribadian dan karakter seseorang bisa dilihat dengan banyak cara. Salah satunya melihat bentuk batok kepala dan juga dikenal dengan frenologi. Dalam ilmu tersebut, diyakini bahwa bentuk tengkorak kepala seseorang berbeda dan itulah yang menentukan cara berpikir seseorang.Ilmu pengetahuan ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu “phren” yang berarti “pikiran” dan “logos” yang berarti “pengetahuan”. Frenologi dikembangkan oleh Franz Gall yang selalu mengaitkan kemampuan intelektual dengan kepribadian. Frenologi akhirnya dianggap pseudosains atau ilmu semu, meski ada beberapa juga yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang

Bagian kepala yang dipelajari dalam frenologi

Dalam frenologi, Gall membagi bagian kepala menjadi 27 kemampuan yang berbeda. Namun, ada pendapat yang menyebutkan bahwa sebenarnya ada 35 bagian kepala yang seharusnya menjadi bahan penelitian. Berikut 35 bagian kepala dalam frenologi:
  1. Amativeness atau kekaguman
  2. Philoprogenitiveness atau menyukai anak-anak
  3. Inhabitiveness atau berkaitan dengan tempat tinggal
  4. Adhesiveness atau kelekatan
  5. Combativeness atau ketangguhan
  6. Destructiveness atau kehancuran
  7. Secretiveness atau kerahasiaan
  8. Acquisitiveness atau rasa ingin tahu
  9. Constructiveness atau bersifat membangun
  10. Self-esteem atau keberhargaan diri
  11. Love of Approbation atau cinta penerimaan atau pujian
  12. Cautiousness atau kehati-hatian
  13. Benevolence atau kemurahan hati
  14. Reverence atau rasa hormat
  15. Firmness atau ketegasan
  16. Conscientiousness atau kesadaran
  17. Hope atau harapan
  18. Marvelousness atau keajaiban
  19. Ideality atau hal-hal yang idealis
  20. Mirthfulness atau keceriaan
  21. Imitation atau peniruan
  22. Individuality atau individualitas
  23. Configuration atau susunan
  24. Size atau ukuran
  25. Weight atau bobot
  26. Coloring atau warna
  27. Locality atau bersifat lokal
  28. Calculation atau perhitungan
  29. Order atau urutan
  30. Eventuality atau kemungkinan
  31. Time atau waktu
  32. Tune atau kesesuaian
  33. Language atau bahasa
  34. Comparison atau perbandingan
  35. Causality atau hubungan sebab akibat

Cara membaca batok kepala dalam frenologi

Para ahli akan meraba kepala untuk merasakan tonjolan yang ada. Lalu, mereka akan mencatat pada bagian mana saja kepala membentuk lekukan tersebut. Selanjutnya, ahli frenologi akan memberikan kesimpulan terkait dengan tonjolan-tonjolan yang ditemukan pada kepala.Kesimpulan ini akan dilihat dari bagan kepala yang digunakan dalam praktik frenologi. Sayangnya, pembacaan ini kurang masuk akal, khususnya dalam dunia psikologi. Ilmu ini akhirnya disandingkan dengan membaca garis tangan dan astrologi yang sama-sama dianggap ilmu semu atau pseudosains. Pembacaan frenologi pun sudah tidak dipakai lagi sejak awal 1900-an.

Warisan frenologi

Frenologi memang sudah tidak diakui sebagai ilmu pengetahuan. Namun, bukan berarti seluruh bagiannya dihilangkan begitu saja. Ada beberapa ide dari frenologi yang dipakai hingga sekarang, khususnya dalam ilmu saraf.Para ilmuwan masih mengaitkan bagian dan cara kerja otak dari pembacaan bentuk tengkorak kepala. Sebelum tercetusnya frenologi, para dokter dan ahli bedah melakukan pembedahan kepala dengan cara yang sangat kasar. Hal ini tentunya menghalangi pelacakan saraf yang substansial.Dalam sebuah jurnal, disebutkan bahwa Gall melakukan pengamatan anatomi otak dengan sangat akurat. Metode inilah yang akhirnya dilakukan sampai sekarang sebelum melakukan pembedahan.Para peneliti juga percaya bahwa segala hal yang dilakukan oleh Franz Gall dalam frenologi juga berhubungan dengan linguistik. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa saja sangat tidak memahami bahasa atau sulit merancang sebuah kata-kata. Hal ini tentu disebabkan adanya kerusakan pada area otak.

Catatan dari SehatQ

Frenologi mungkin saja hanya dianggap sebagai ilmu semu dan tidak digunakan lagi. Namun, masih ada beberapa warisan yang ditinggalkan oleh frenologi dalam ilmu pengetahuan yang dipercaya sekarang.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang frenologi dan ilmu saraf lainnya, serta mana yang lebih sehat, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
anatomi manusia
Very Well Mind https://www.verywellmind.com/what-is-phrenology-2795251
Diakses pada 10 Agustus 2021
Very Well Mind https://www.verywellmind.com/example-and-overview-of-a-phrenology-head-4111124
Diakses pada 10 Agustus 2021
Medical News Today https://www.medicalnewstoday.com/articles/phrenology-the-pseudoscience-of-skull-shapes
Diakses pada 10 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait