Mengenal Fenomena Raynaud yang Menyebabkan Bagian Tubuh Kaku dan Dingin

(0)
18 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fenomena Raynaud bisa menyebabkan perubahan warna menjadi putih pada jari-jari tanganFenomena Raynaud terjadi ketika kurangnya aliran darah ke jari-jari tangan
Pernahkah Anda mendengar istilah fenomena Raynaud? Fenomena Raynaud adalah suatu kondisi di mana berkurangnya aliran darah ke jari-jari tangan, kaki, bibir, telinga, atau hidung saat pembuluh darah mengerut (vasospasme).Kondisi ini dapat terjadi dengan sendirinya (Raynaud primer) atau disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari (Raynaud sekunder). Fenomena Raynaud bisa menimbulkan beberapa gejala yang tak nyaman.

Penyebab fenomena Raynaud

Penyebab Raynaud primer belum diketahui secara pasti. Namun, dokter menduga bahwa suhu dingin dan tekanan mental menjadi pemicu umum terjadinya hal ini. Sementara, Raynaud sekunder disebabkan oleh kondisi medis atau gaya hidup yang memengaruhi pembuluh darah maupun jaringan ikat, di antaranya:
  • Merokok
  • Menggunakan obat-obatan yang mempersempit arteri, seperti beta-blocker atau amfetamin
  • Radang sendi
  • Aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah
  • Kondisi autoimun, seperti scleroderma, lupus, sindrom Sjogren, atau rheumatoid arthritis
Selain penyebab, terdapat faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami fenomena Raynaud, yaitu tinggal di wilayah beriklim dingin dan berusia 20 sampai 40 tahun. Selain itu, menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, wanita lebih mungkin mengembangkan kondisi ini daripada pria.

Gejala fenomena Raynaud

Ujung jari mati rasa merupakan salah satu gejala penyakit Raynaud
Penderita Raynaud akan kehilangan sensasi atau mati rasa pada ujung jari
Raynaud primer memengaruhi jari tangan atau kaki yang sama di setiap sisi tubuh secara bersamaan. Sedangkan, Raynaud sekunder mungkin mengalami gejala pada satu atau kedua sisi tubuh. Adapun gejala paling umum dari fenomena Raynaud, yaitu:
  • Perubahan warna jari tangan, kaki, bibir, telinga, atau hidung menjadi putih dan terasa dingin
  • Kehilangan sensasi atau mati rasa pada area yang terkena 
  • Setelah menjadi putih, kulit kemudian berwarna biru dan ungu atau merah
Orang dengan Raynaud primer biasanya juga mengalami penurunan suhu tubuh pada area yang terkena dengan sedikit rasa nyeri. Sementara, orang dengan Raynaud sekunder seringkali merasakan nyeri hebat, mati rasa, dan kesemutan di jari tangan atau kaki. Gejala bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam. Ketika vasospasme berakhir dan Anda masuk ke lingkungan yang hangat, maka jari tangan dan kaki mulai berdenyut dan berwarna normal kembali. Proses penghangatan tersebut terjadi setelah sirkulasi darah Anda membaik. Akan tetapi, jari tangan dan kaki mungkin belum terasa hangat selama 15 menit atau lebih setelah sirkulasi pulih.

Pengobatan fenomena Raynaud

Aliran darah yang rendah untuk waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan kulit pada area yang terkena. Bahkan jika tidak diobati, maka luka atau borok dapat berkembang apabila terjadi infeksi. Berikut hal yang harus dilakukan ketika sedang mengalami Fenomena Raynaud:
  • Segera mencari ruangan yang hangat
  • Goyangkan jari-jari tangan
  • Anda dapat menghangatkan jari tangan di sela ketiak
  • Merendam tangan di air hangat
  • Pijat halus tangan Anda 
Selain itu, perubahan gaya hidup dan obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi fenomena Raynaud, sebagai berikut:
  • Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup menjadi bagian besar dari perawatan fenomena Raynaud. Anda harus menghindari zat yang dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut, seperti kafein dan nikotin. Selain itu, buatlah tubuh tetap hangat dengan memakai baju berlapis, sarung tangan, kaos kaki, dan syal agar bisa segera pulih. Olahraga juga dapat mencegah atau mengurangi intensitas serangan karena mampu meningkatkan sirkulasi dan mengendalikan stres. Usahakan untuk tetap tenang dan segera keluar dari suhu dingin atau berangin yang bisa memicu terjadinya hal ini. Anda pun dapat memijat kaki atau tangan guna membantu mendorong aliran darah kembali lancar.
  • Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat jika fenomena Raynaud sering terjadi atau berlangsung untuk waktu yang lama. Obat-obatan tersebut dapat membantu pembuluh darah untuk rileks dan melebar, seperti antidepresan, obat antihipertensi seperti penghambat kanal kalsium dan obat golongan vasodilator. dan obat disfungsi ereksi. Sementara, beberapa obat harus dihindari karena bisa memperburuk kondisi Anda, termasuk beta-blocker, obat migrain, pil KB, obat berbasis estrogen, dan obat flu berbasis pseudoephedrine.Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter jika Anda khawatir mengalami fenomena Raynaud yang parah. Dokter akan melakukan penanganan yang tepat untuk keluhan yang Anda rasakan.
penyakitkedinginanpembuluh darahpenyakit autoimun
NIAMS. https://www.niams.nih.gov/health-topics/raynauds-phenomenon
Diakses pada 04 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/raynauds-phenomenon#treatment
Diakses pada 04 Agustus 2020
Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/raynauds-disease/diagnosis-treatment/drc-20363572
Diakses pada 04 Agustus 2020
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/raynauds-phenomenon
Diakses pada 04 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait