Mengenal Farmakologi, Ilmu tentang Segala Hal yang Berkaitan dengan Obat

(0)
06 Sep 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Farmakologi adalah ilmu tentang obat dan pengaruhnya terhadap makhluk hidupFarmakologi adalah ilmu yang mempelajari tentang obat dan makhluk hidup
Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan dan pengaruhnya pada makhluk hidup. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, Farmakos yang berarti obat, dan Logos yang berarti ilmu.Untuk bisa mempelajari ilmu ini secara rinci, seseorang dapat mengambil kuliah di jurusan farmasi. Selain itu, tak sedikit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki peminatan khusus dalam keilmuan farmasi.Selama ini, farmakologi mungkin identik dengan profesi apoteker. Padahal, cakupan keilmuan farmasi ini lebih luas dari profesi tersebut. Berikut ini penjelasannya.

Sejarah farmakologi

Farmakologi adalah ilmu yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Riwayatnya yang begitu panjang, membuat sejarah farmakologi dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu periode kuno dan periode modern.

• Sejarah farmakologi periode kuno

Sejarah farmakologi periode kuno dimulai dari sebelum tahun 1700, ditandai dengan adanya observasi empirik yang dilakukan oleh manusia terhadap penggunaan obat. Sejarah ini tercatat dalam Materia Medika yang disusun oleh Dioscorides (Pedanius).Sebelum masa ini, catatan mengenai penggunaan obat-obatan juga ditemukan di zaman Cina dan Mesir kuno. Beberapa ahli Farmakologi kuno antara lain adalah
  • Claudius Galen (129-200 sesudah masehi atau SM)
  • Theophrastus von Hohenheim (1493-1541 SM)
  • Johann Jakob Wepfer (1620-1695 SM)

• Sejarah farmakologi periode modern

Sejarah farmakologi modern dimulai pada abad 18-19. Periode ini ditandai dengan dimulainya penelitian tentang perkembangan obat, serta tempat dan cara kerja obat pada tingkat organ maupun jaringan. Tokoh-tokoh yang berperan dalam sejarah farmakologi modern antara lain:
  • Rudolf Buchheim (1820-1879) yang merupakan pendiri fakultas farmasi pertama di dunia. Fakultas tersebut didirikan di Universitas Dorpat, Tartu, Estonia.
  • Oswald Schmeideberg (1838-1921), salah satu dari penulis jurnal farmakologi pertama di dunia
  • Bernhard Naunyn (1839-1925), yang bersama Oswald menulis jurnal farmakologi pertama di dunia
  • John J. Abel (1857-1938), bapak farmasi Amerika Serikat, pendiri The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics, yang sampai sekarang masih digunakan sebagai acuan di dunia farmakologi.

Cabang ilmu farmakologi

Dilansir dari bahan ajar farmakologi terbitan Kementerian Kesehatan RI, ilmu farmakologi bisa dibagi menjadi beberapa cabang. Masing-masingnya memiliki fokus sudut pandang yang berbeda dalam melihat hubungan penggunaan obat pada makhluk hidup.Seiring dengan perkembangan yang ada, berikut ini cabang yang ada dalam ilmu farmakologi.

1. Farmakognosi

Farmakognosi adalah cabang ilmu farmasi yang mempelajari obat yang berasal dari tanaman, mineral, dan hewan.Contoh hasil penelitian yang dihasilkan dari cabang ilmu ini antara lain:

2. Biofarmasi

Ilmu biofarmasi mempelajari bentuk-bentuk obat yang paling efektif diserap tubuh sehingga bisa menimbulkan efek menyembuhkan. Tidak semua penyakit bisa disembuhkan dengan puyer atau obat tablet. Sebagian ada yang hanya bisa sembuh oleh salep, obat tetes, atau bahkan obat sirup. Beberapa jenis obat juga hanya bisa disimpan dalam bentuk kapsul agar bisa terserap dengan baik oleh tubuh. Sementara itu, jenis obat lainnya tidak akan efektif apabila diberikan dalam bentuk oles.Jadi cabang ilmu ini membahas soal bentuk obat dan jenis bahan aktif yang paling efektif untuk menyembuhkan suatu penyakit. Ilmu biofarmasi juga akan membahas lebih jauh soal ketersediaan obat di dalam tubuh setelah dikonsumsi, serta efeknya bagi kesehatan.

3. Farmakokinetika

Sementara itu, farmakokinetika mempelajari reaksi tubuh dalam menerima obat-obatan. Reaksi yang dimaksud adalah soal:
  • Cara tubuh menyerap obat (absorpsi)
  • Cara tubuh mengedarkan obat tersebut ke organ yang memerlukan (distribusi)
  • Cara tubuh mengolah obat yang masuk (metabolisme)
  • Cara tubuh mengeluarkan sisa-sisa bahan obat yang telah di olah (ekskresi)

4. Farmakodinamika

Cabang ilmu farmakologi yang satu ini mempelajari tentang cara kerja obat terhadap organisme hidup. Orang yang mendalami farmakodinamika juga akan mempelajari lebih jauh soal reaksi fisiologis obat di tubuh manusia dan efek terapinya.

5. Toksikologi

Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari efek racun dari obat terhadap tubuh. Cabang ilmu ini sebenarnya berhubungan erat dengan farmakodinamika, karena efek terapi obat tidak bisa dipisahkan dari efek racunnya.

6. Farmakoterapi

Farmakoterapi adalah cabang ilmu yang mempelajari penggunaan obat untuk menyembuhkan suatu penyakit ataupun gejala-gejala yang ditimbulkan. Sementara itu, jika obat berasal dari tanaman, maka terapi yang dilakukan disebut sebagai fitoterapi.

7. Farmakogenetik atau farmakogenomik

Farmakogenetik adalah ilmu yang mempelajari efek obat pada satu gen spesifik di tubuh. Sementara itu farmakogenomik melihat efek obat tidak hanya pada satu gen, tapi pada kumpulan gen yang disebut genom.

8. Farmakovigilans

Cabang ilmu farmakologi yang terakhir adalah farmakovigilans. Farmakovigilans adalah proses untuk memantau dan mencari efek samping dari obat-obatan yang telah dipasarkan.Melihat banyaknya cabang ilmu dari farmakologi, tidak heran saat ini semakin banyak orang yang berminat untuk mempelajarinya lebih jauh.
tanaman obatminum obatpenyalahgunaan obatobat bebas terbatas
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/FARMAKOLOGI-RMIK_FINAL_SC_26_10_2017.pdf
Diakses pada 25 Agustus 2020
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. http://repositori.kemdikbud.go.id/10435/1/DASAR-DASAR%20FARMAKOLOGI%201.pdf
Diakses pada 25 Agustus 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/Farmakologi_bab_1-3.pdf
Diakses pada 25 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait